Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 7 Part 3

Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 7 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys. Terima kasih sudah mengikuti.

Ye Rin mulai dengan pekerjaannya. Suneo pun mengeluh. “Menyebalkan sekali. Kamu menyebut itu interpretasi ulang? Apa ini reformasi Gabo tahun 1894? Apa kamu wanita modern? Dengar!!! Orang-orang dalam bidang mode harus membuat tren. Pakaian bukan sekadar pakaian. Kamu harus mengirim pesan lewat pakaian. Polos, patuh dan berdedikasi. Apa pesan itu ingin kamu sampaikan di abad ke 21?”

“Tidak, Pak!!!”

“Pesan patriarki dan anakronistis ini dibuat oleh pria-pria bodoh selama ribuan tahun karena takut didominasi oleh wanita. Kita harus mengakhiri hal ini!” Suneo mulai menggambar dengan lebay. “Sia-sia aja mengkhawatirkan cara terlihat lebih cantik di depan pria inferior. Kamu harus mencari solusinya secara proaktif. Aku lihat kamu menyadari perhatian orang lain. Itu membuatmu menyedihkan, jadi, perbaiki itu. Aku ingin kamu memimpin pagadigma kecantikan baru.”

“Baik Pak!!! Aku percaya kepadamu!”

Suneo akhirnya membuat sketsa. Ye Rin bertepuk tangan. “Seo Yi Do!!! Aku percaya kepadamu!!! Seo Yi Do… kamu penyelamatku!!!!”

“Memuji dan memuja kecemerlanganku adalah hal yang wajar. Tapi kamu tidak boleh melihatku sebagai seorang pria. Bawa pergi nafsumu itu dan kuburkan di bawah tanah. Jangan berani-berani jatuh cinta kepadaku!”

“Jangan khawatir. Aku berjanji tidak akan jatuh cinta. Btw, ada seotang teman yang ingin aku bantu. Bisakah kamu menggambar untukku sekali lagi?”

***

Ye Rin memberi sesuatu pada Ji Kyung. “Kamu melakukan Tinkerbell untuk proyek ini, bukan? Aku membuat pakaianmu sembari membuat milikku. Kamu tidak perlu memakainya jika tidak suka.”

“Kenapa kamu sangat baik kepadaku?”

“Karena kamu …. satu-satunya temanku.” Dalam hatinya berkata. “Karena kamu putriku.”

****

Ye Rin keluar dengan gaun hitamnya dan sebuah apel. “Kamu putri salju, bukan?” Tanya Ngondek. “Apa tidak terlalu gelap?”

“Aku Putri Salju jahat yang mengendalikan tujuh kurcaci. Apa aku berlebihan?”

“Tidak. Aku menyukainya. Bagaimana kamu bisa menciptakan konsep seperti ini? Omo… omooo… apa kamu membuat ini sendiri? Hhhh… hasilnya bagus sekali.”

“Aku menjahit semuanya. Tapi aku mendapat sedikit bantuan dengan desainnya.”

“Begitu rupanya. Bagaimana jika kita mulai?”

***

Pemortetan terjadi.

“Auramu sangat intens, seakan-akan mampu melahap dongeng itu.”

****

Saat pengumuman. Jin Kyung posisi pertama dan Min Ye Rin kedua.

“Urrie Jin Kyung di posisi pertama. Putriku yang terbaik…” Ye Rin sangat senang.

“Sedang apa?” Tanya Jin Kyung. “Maaf. Unnie membuatkan pakaian itu untukku. Tapi aku meraih posisi pertama.”

“Apa maksudmu? Kamu meraih posisi pertama karena kamu aktris yang lebih baik.”

Model lainnya pun datang. “Yakkk… wanita jatuh dan leher kura-kura. Kalian sedang menikmati wakti ibu dan anak? kalian nampak manis bersama. Kurasa orang yang mirip memang selalu bersatu. Kemudian rombongan sirkus ini pun pergi.

***

Acara lainnya adalah semacam latihan koreografi. Kemudian saat istirahat, para gadis ini mendapatkan pengumuman dari Ji Na.

“Kalian sudah mendapatkan pengumuman bukan? Kita akan menjalani lokakarya selamam akhir pekan ini. Jadi, anak di bawah umur harus membawa formulir persetujuan orang tua mereka.”

“Baik.”

“Serta, kami akan memilih dua model baru dalam pemotretan untuk koleksi foto musim depan. Yang terpilih adalah Jin Kyung dan Ye Rin karena meraih posisi pertama dan kedua dalam tes terakhir. Ye Rin dan Jin Kyung kalian akan mendapatkan hadiah. Lakukanlah perawatan wajah.” Ji Na pun pergi.

Yang lain sirik. “Menyebalkan sekali.”

****

Di rumah, Ye Rin menyanyi. “Aku hanya seorang wanita, wanita yang kesepian. Menanti di pantai yang lelah…….. bangun pagi sebelum fajar…. tanpa peringatan kudapati dia telah pergi. Bagaimana dia melakukannya? Kenapa dia harus melakukannya?….”

Eeehhh Suneo mendengarkannya dan malah berhalusinasi.

Semacam Ye Rin yang menyanyi di bar. Wkwkwkkw.

Suneo mulai mengeluh. “Kenapa lagu buruk ini terus….ahhh sial!”

Eehehhh kebayang lagi, Ye Rin nyanyi.

****

Dan kali ini. Suneo membuat gambar dengan semangat. Sketsa pun disetorkan kepada Ji Na.

“Aku pikir kamu sedang terpuruk. Kapan kamu menggambar semua ini? Ini menyegarkan dan provokatif. Ini sangat bagus.”

“Keterpurukan bagi seorang genius bagaikan persiapan yang penting untuk mendorong evolusi. Maaf… aku membahas subjek yang tidak bisa dipahami oleh manusia biasa seperti dirimu.”

“Hentikan itu dan jujurlah kepadaku.”

“Tentang apa?” Tanya Suneo.

“Siapa inspiarasimu?”

***

Di sisi lain. Ye Rin sedang melakukan pemotretan.

Bersambung guysss… hehehhee… klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat