Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 6 Part 2

Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 6 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa... terima kasih sudah setia menanti heheheh….

Min Seok dan pemilik agensi sedang mendengarkan suara Ye Rin. Min Seok berkata. “Begini, nada-nadanya agak tidak stabil. Tapi anak-anak seperti dia akan membaik dengan sedikit latihan. Dalam hal menilai wanita, aku punya mata setajam elang. Kamu memberikan tawaran Min Ye Rin yang bagus bukan? Kamu tidak mencoba mengkhianati seorang gadis yang naif, bukan?”

“Mengenai itu, kurasa Ye Rin ingin menjadi model. Dia bilang dia tidak mau menjadi idola.”

“Lalu.”

“Lalu tampaknya dia kembali ke agensi Seo Yi Do.”

“Apa? Maksudku, kamu tidak berniat melatih bintang baru? Sejak kapan kamu berencana menyuruhku melakukan segalanya? Apa hanya aku pencari nafkah di sini?” kemudian Min Seok keluar.

“aigoo… pria tidak sopan.” Pemilik agensi melemparkan bantal ke pintu dan malah kena ahjussi yang lain. “Astaga, Reporter Kim. Apa yang membawamu ke sini sekarang?”

Reporter Kim memberikan foto yang membuat pemilik agensi terbelalak. Ada juga video. Ini mengenai skandal Min Seok dengan Han Ji Na.

“Seorang bintang top populer berselingkuh dengan mantan model top yang sudah menikah. Astaga, jika ini tersebar, aku yakin kamu akan memuncaki kata kunci yang paling dicari dalam portal web selama setidaknya sepekan.”

“Tidak…”

“Aku bisa membocaorkan sedikit di media sosial hari ini dan mengungkapkan semuanya setelah itu. Aku memikirkan hal itu.”

“Reporter Kim, kumohon. Ampuni aku sekali saja. Kamu tahu tentang Min Seok. Dia selebritas nasional yang memperhatikan kepada dunia budaya media kita yang hebat. Anggap ini sebagai patriotisme dan biarkan masalah ini sekali saja.”

“Tapi…”

“Aku akan memberimu bayaran yang tinggi.”

“Tentu saja aku tidak akan mengungkap….”

“Terima itu dan aku akan memberimu lebih banyak nanti.”

“Ahhh yang benar saja. Aku ingin membantumu seperti itu. Tapi para hiena sudah menciumnya…”

“Tunggu. Aku akan membayarmu lebih banyak dan aku berjanji akan memberimu kata kunci paling dicari dalam dua pekan. Aku akan memberikan itu kepadamu. Jadi, kumohon…”

****

Min Ye Rin duduk di taman bersama anaknya.

“Aku dengar kamu adalah murid yang baik. Lalu kenapa kamu mulai bekerja sebagai model? Bukankah kamu suka belajar?”

“Siapa yang belajar karena mereka menyukainya? Aku hanya memaksakan diriku untuk melakukan itu.”

“Lalu apa yang kamu sukai? Apa kamu menikmati pelajaran menjadi model?”

“Awalnya aku mengikuti audisi dengen seorang teman. Tapi setelah mencobanya, aku menyadari bahwa itu menyenangkan walaupun mungkin sulit. Aku juga ingin tampil lebih baik dan diakui.”

Dalam hati Ye Rin berkata. “Kamu memang keturunanku. Kamu memang putriku.”

Kemudian kalimat yang keluar adalah… “Bukankah orang tuamu menentang keputusanmu?”

“Mereka bedua belum tahu hal ini. Ibuku pergi dari rumah dan ayahku jarang pulang.”

“Apa? Apakah pria itu sudah gila?” Ye Rin keceplosan. “Kenapa dia tidak pulang padahal putrinya sendirian?”

***

Kim Tae Joon ada di depan laptopnya. Kemudian ada suara TV yang memberitakan tentang pemilihan model. Selingkuhannya sedang menonton acara pemilihan model. Karena merasa terganggu, Kim Tae Joon mendekati TV.

Ia akan mematikan TV tapi dicegah. “Sedang apa kamu? Aku sedang menonton itu.”

“Sudahlah. Aku punya acara penting besok.”

Dan dengan bengonglah Kim Tae Joon melihat wajah Min Ye Rin.

“Ada apa?” Tanya selingkuhan.

“Begini… wanita yang baru saja ditampilkan di TV. Dia sangat mirip dengan istriku.”

“Kandidat model itu mirip seperti istrimu?”

“Ya.”

“Apa kamu sudah gila? Kamu bilang bobot istrimu 108 kg. Kamu mengejeknya karena memiliki 108 masalah. Apa kamu bergurau? Apakah menurutmu itu masuk akal?”

“Benar. Itu tidak masuk akal.”

“Ya.”

“ya tapi… ahh mustahil.”

****

Kembali ke Jin Kyung dan Min Ye Rin.

“Bukannya dia sama sekali tidak pulang. Dia pulang sekitar empat hari dalam sepekan.”

“tapi kenapa dia tidur di luat saat kamu di rumah sendirian? Pria itu…. ayahmu sangat jahat.”

“Tidak apa-apa. Lagi pula, aku tidak akrab dengannya. Aku biasanya ada di perpustakaan. Kenapa unnie kamu sangat kesal tentang ayahku?”

“Begini… tidak ada alasan. Heheh. Aku mengkhawatirkanmu. Kamu pasti juga membenci ibumu karena meninggalkanmu.”

“Sebenarnya, aku agak lega. Kondisi ibuku kurang baik belakangan ini. Belum lama ini, ibuku datang dan meninggalkan aku sedikit makanan. Makan itu membuatku merasa lebih baik. Aku merasa dia baik-baik saja. Jadi, aku merasa lega.”

“Bagaimana kamu tahu dia baik-baik saja hanya dengan makan masakannya?”

“Rasa masakan ibuku kurang enak saat dia terterkan. Makananya asin selama beberapa tahun terkahir. Tapi makanan yang dia bawa tempo hari terasa sempurna.” Ehhh Ye Rin malah berkaca-kaca. “Unnie, apakah kamu menangis?”

“Tidak, sesuatu pasti masuk ke mataku.”

“Mau kutiup? Di sini…” Jin Kyung pun meniup. “Apa sudah lebih baik?”

“Sudah lebih baik.”

Lanjut ke bagian 3 yaa… klik di sini,

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat