Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 6 Part 1

Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 6 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. Terima kasih yaaaa guys sudah mengikuti sinopsis di sini…. terimaaaaa kasihhh cintaaaaa untukkk segalanya. *nyanyik dulu bhambang…

“Apa kamu akan tetap seperti ini?” Tanya Suneo pada Ye Rin karena deket banget sama doi. Uwuwuuw. Ye Rin pun menghindar. “Kamu tidak punya waktu? Apa kamu sakit parah atau sesuatu yang klise seperti itu?”

“Sisa waktuku hanya sekitar satu tahun lagi. Aku ingin diharhai sebagai model sebelum waktuku habis. Jika aku bisa memakai desainmu dan berjalan di pentas peraga. Aku bisa mati tanpa penyesalan.”

“Kaki salah satu model yang lolos patah. Aku tidak punya pilihan selain mempekerjakan sebarang orang bodoh sekalipun itu pesuruh. Namun kamu harus bekerja keras dalam pekerjaan rumah tanggamu selama 52 jam sepekan.”

“Yes, Sir.”

***

Siapa yang kakinya patah???? Ternyata temannya Jin Hyung. Ia pun menangis.

“Ini yang kamu dapatkan. Kamu lolos audisi itu. Kenapa kamu mengejar Yoon Min Seok?” Ucap Jin Kyung.

“Yak. Vannya lewat tepat di depanku. Bagaimana mungkin aku tidak mengejarnya? Sialan. Hidupku sungguh menyebalkan. Aku ingin melakukan debutku tahun ini. Mulai berkencan dengan Min Seok secara terbuka, lalu aku akan mengandung.” Wkwkkwkw halu. “Dan brbr menikah, itu rencana yang sempurna.”

“Yak!!! Makanlah ini.” Makan kayak sate gitu.

“Ibuku merusak hidupnya dengan brbr menikah. Kamu tidak boleh melakukan itu. Belakangan ini aku selalu memikirkan ini. Jika bukan karena aku, ibuku tidak akan hidup seperti itu.”

****

Suneo menggambar tp dia malah marah-marah. “Sejak kapan desainku berarti dalam hidupmu?” Tanya Suneo pada Ye Rin.”

“Begini, sejak beberapa saat yang lalu. Ada sebuah toko E-Do di tempat tinggalku sebelumnya. Tiap kali aku melwatinya, aku berdiri di sana melihat pakaian-pakaian seperti tidak sadarkan diri.”

Kilas balik. Ahjumma memagang barang belanjaannya, dan memang ia berdiri terpaku di depan toko.

Ye Rin lanjut bicara. “gaun-gaun bergengsi dan mewah tampak berbeda di dunia yang aku tinggali. Aku merasa seakan-akan jika aku mengenakan pakaian itu, aku bisa melompat ke dunia itu. Namun, itu jauh lebih sulit digapai daripada impian bagiku.”

“Kenapa? Karena kamu miskin?”

“Ya. Begini… ada banyak alasan yang melampaui hal itu.”

“Benar. Itu bukan pakaian untuk seseorang yang suka tidur di jalan.” Sindiiirrr teroooos. “Hanya itu?”

“kemudian akhirnya aku bisa memakai desainmu yang kuimpikan dalam peragaan busana itu. Bagaimana cara menjelaskannya? Itu terasa aneh, tapi aku merasa seakan-akan itu dibuat untukku. Desainnya, tajam, dingin dan tegas. Tapi begitu aku mengenakannya. Itu luar biasa. Pakaian itu ringan dan nyaman. Aku merasa seakan-akan gaun yang bertahun-tahun menungguku menyapaku dengan tersenyum.”

“Itu yang disebut dengan delusi. Itu skizofrenia tahap awal. Itu bisa disembuhkan dengan obat-obatan sekarang. Jadi, periksalah dirimu ke dokter.”

“Kamu mengatakan hal-hal yang kejam seperti ini dan selalu mengkritik orang lain, tapi aku tidak merasa kamu serius. Seseorang yang membenci orang-orang tidak bisa menciptakan pakaian yang lembut, bagu, dan memperhatikan orang lain.”

“ahhh benarkah? Bernarkah kamu berpendapat seperti itu?”

“Bcalah Anna Karenina dan War and Peace. Kamu akan berpikir para penulis itu sangat mencintai manusia. Namun, dalam kehidupan nyata, Tolstoy membenci wanita, dia seseorang yang sadis. Dia bahkan menjadikan istrinya gila. Kamu akan menjadi gila dan meninggalkan tempat ini. Ohh ya, kamu bilang kamu meninggal sebelum itu, bukan? Benarkah kamu sakit parah?”

“Itu bohong. Untuk apa aku mati? Siapa yang diuntungkan?”

***

Min Seok berkata pada Ji Na. “Mari kita mulai semuanya kembali. Aku akan menerima semuanya.” Min Seok akan memeluk tapi Ji Na malah ogah.

“Apa maksudmu?”

“kamu meninggalkan suamimu. Kenapa kamu tidak memberitahuku?”

“Kenapa aku harus memberitahumu?”

“apa kamu memberi tahu Seo Yi Do? Apa kamu memberi tahu dia?”

“Tidak, puas?”

Min Seok memeluk dari belakang. “Aku menyukaimu. Kamu juga menyukaiku. Kamu hanya menikah untuk membuatku marah.”

Ji Na melepaskan dirinya. “Tidak. Aku bermain-main denganmu untuk membuat Yi Do marah. Kamu juga sama. Kamu merayuku untuk membuatnya marah. Kita hanya memenihi kebutuhan satu sama lain. Jadi, berhentilh menyia-nyiakan emosi kita. Ya?”

“Han Ji Na. Sekuat apapun kamu menyangkalinya, hubungan kita belum berakhir. Aku tidak akan melepaskanmu.”

***

Suneo memamerkan baju rancangannya. “Baru-baru ini. Edisi baru kami, Yi Do Homme, terungkap. Dan aku gembira mengumumkan debutnya di pekan mode milan, paris dan New York pada tahun 2020.”

Kemudian orang-orang tepuk tangan.

****

Ji Na bicara pada Yi Do di dalam mobil. “Usaha yang bagus, kurasa tugas kita sudah 80 persen selesai sekarang. Andai saja portofolio kita diterima. Kita pasti akan mendapatkan tempat di pekan mode dunia. Kamu tidak boleh mengabaikan aku sekalipun kamu menjadi desainer global.”

“Kamu pasti belum menyadarinya. Tapi aku sudah lama menjadi desainer global.”

“Ya yaaa… tentu saja.”

“Tapi kenapa kamu bersikap sangat baik kepadalu hari ini? Apa kamu melakukan kesalahan? Jangan sampai dikritik lima kali lebih buruk setelah ketahuan dan akui saja kesalahanmu.”

“apa maksudmu? Menurutmu kamulah yang banyak berubah belakangan ini.”

“Apa?”

“Aku merasakannya. Aku merasa kamu memperlakukan aku sebagai mantan pacarmu sebelumnya. Tapi aku merasa kamu hanya melihatku sebagai rekan bisnis belakangan ini.”

“Kamu melarangku ikut campur dengan ikan yang kamu tangkap.”

“Tapi bagaimana jika pemilik ikan itu sedang mogok?” *ngomong apa sih. Wkwkwkwk.

“Apa kamu bertengkar dengan suamimu lagi? Aku tidak cukup ingin tahu untuk mengurus kebutuhanmu juga.”

***

Ji Na melatih model. “Luruskan otot-ototmu. Luruskan kepaka dan tulang belakangmu. Kedua bahumu juga harus lurus. Hati-hati agar lutumu tidak bengkok. Kim Jin Kyung….”

“Ya.”

“kemari dan bersandarlah di dinding.”

“Lihat ke depan. Tarik dagumu ke belakang telingamu. Tempelkan skapula-mu ke dinding. Kubilang luruskan bahumu. Tarik tulang rusukmu ke belakang. Dan tarik perutmu agar tidak menggelambir, lagi. Aahh kamu punya sindrom leher kura-kura. Apa kamu tahu itu? Tarik dagumu lebih jauh lagi. Kamu akan tetap seperti ini dalam 10 menit.”

Ye Rin pun melihatnya. “Min Ye Rin. Apa yang kamu lihat? Kamu tidak berjalan? Apa kamu pikir kamu lebih baik daripada Jin Kyung?….. semua stop.”

Ji Na pun bicara lagi. “Son Mi Yoo. Kemari. Mungkin kamu sudah tampil di TV sejak kecil. Kamu memang berbeda. Lihat bagaimana Mi Yoo melakukannya.”

Kemudian Mi Yoo mulai berjalan.

***

“Kurasa leher kura-kura memakai seragamnya ke sini.” Ucap para gadis di ruang ganti melihat Jin Kyung.

Dan Ye Rin menyapa Jin Kyung… “Hei… kamu suka sup tulang punggung babi, bukan?”

“Apa?”

“Begini… apa kamu menyukai sup tulang punggung babi?”

***

Mereka pun makan bedua. Ibu dan anak.

“Hari ini berat bukan? Makanlah. Aku yang mentraktir hari ini.”

“Keapa kamu memberikannya untukku? Bagaimana denganmu?”

“Kamu harus makan banyak untuk tumbuh. Dan aku lebih menyukai sayuran.”

“Bagaimana kamu tahu aku menyukai sup tulang punggung babi?”

“Begini, aku suka sup tulang punggung babi. Rasanya aneh datang ke sini dan makan sendirian.”

“Omong-omong, pernahkah kita bertemu sebelumnya?”

“Entahlah, kenapa?”

“Tidak ada alasan. Aku yakin ini pertemuan pertama kita. Tapi entah kenapa kamu tidak seperti orang asing.”

“Sungguh? Rasanya seperti itu, bukan? Aku juga merasa aneh. Itu aneh, tapi aku benar-benar menyukaimu. Karena kita sedang membahas itu, maukah kamu menjadi temanku?”

“Teman?”

Lanjur ke bagian 2 yaaa… klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat