Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 3 Part 2

Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 3 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. Terima kasih untuk yang sudah sabar menanti di besoksore.com yaaa…

Min Ye Rin terbangun esok paginya. Ia langsung mengecek tubuhnya. “Kurasa tidur tidak selalu membuatku kembali ke bentuk asliku.”

***

Min Ye Rin pun mulai menyiapkan makanan. Ia memasak dan disela-sela memasak. Tubuhnya kembali membesar kembali. Bajunya pun robek lagi. Ia pun langsung lari.

“Kenapa kamu berisik sekali pagi-pagi?” Suneo pun keluar dari kamarnya.

***

Jae Hee melihat jam pukul 07.12. “Pukul 07.12?” Ia pun mengingat kejadian sebelumnya. “Efek parfume itu bertahan selama 12 jam? Benar… aku berubah setelah 12 jam.”

****

Suneo kembali tidur. Baru saja ia memakai selimut dan ada petir menyambar kembali, ia pun langsung bangun kembali. Sumpah suneo lebay banget.

****

Dan saatnya makan….

“Tulisan yang kamu berikan kepadaku bertuliskan kamu alergi jeruk di pagi hari. Jadi, aku membuat jus apel-kiwi.”

“Kamu menghafal seluruh daftarnya?”

“Tentu saja. Aku hanya membutuhkan waktu 30 menit.”

“aku ingin mendengarnya.”

“Untuk fobiamu. Takut terhadap kuman, gelandangan, kumpulan lubang, badut, tawon, dan jerawat. Tapi kenapa kamu takut terhadap kerabatmu?”

“Aku paling benci kerabatku. Jangan ada pertanyaan. Lanjutkan.”

“sampah makanan, serangga, ceramah, katak, kejahatan, menua, anak-anak, darah, pembuluh darah di sayap serangga, air, suara detik jam…. anjayyyy anjaayayyy  anjaaayyy….” Ye Rin mengatakannya seperti kaset rusak. “Itu melengkapi 52 jenis fobiamu. Omong-omong, apa yang terjadi jika aku melanggarnya?”

“Aku akan mengalami sakit kepala akut, demam, pusing, nyeri di dada, dan kesulitan bernapas. Jadi jika dibiarkan. Aku akan mengalami serangan jantung. Dan mati karena kekurangan oksigen. Sekarang…. daftar alergiku.”

“Kacang kenari, kacang yang diimpor, udang mentah, kacang tanah, kepiting, sauri pasifik kalengan, dan anyaaaayyy anjayyy lainnya.”

Dalam hati Suneo berkata. “Sulit dipercaya, dia menghapal semuanya.”

“Apa aku lulus?” Tanya Ye Rin.

“Kamu tidak memiliki dokumen yang jelas. Aku butuh dua salinan KTP-mu. Tiga surat referensi, dan surat keterangan dari kepolisian. Serta tes kesehatanmu juga penting.”

“Kamu tidak pernah menyebutkan itu sebelumnya.”

“Bukankah itu adalah suatu kewajiban? Bagaimana aku bisa mengizinkanmu pindah jika aku tidak memercayaimu?”

“Kamu tidak berniat mempekerjakanku bukan? Apa kamu ingin bergurau dengan orang yang putus asa? Lupakan saja. Aku tidak akan melakukan pekerjaan bodoh ini.” Ye Rin pun melepaskan dan melemparkan celemeknya kepada Suneo kemudian pergi.

Suneo memakan satu sendok hidangan. Dan saya jadi inget suneo pas minum kopi di The Last Empress.

****

Ye Rin sedang memakai sepatu. “Kamu punya tujuan?” Tanya Suneo.

“Itu bukan urusanmu.”

“Bagaimana kamu bisa tinggal di sini sampai kamu menemukan tempat tinggal? Aku akan mempertimbangkannya untuk menerimamu. Karena alasan filantropis.”

Suneo kembali ke meja makan lagi dan memakan hidangannya. Suneo nampak menikmati makannnya. Ia kemudian memandang mata Ye Rin dan bibirnya yang sedang mengunyah.

“Keluar. Aku jijik melihatmu. Jadi keluar sekarang juga.”

***

Suneo mencoba membaca buku di tempat Min Ye Rin makan. Suneo berkata. “Kamu tidak melakukan kesalahan apapun. Setiap kami aku melihat wajahmu, aku teringat pada kenangan buruk. Aku menjadi emosional. Kamu bisa masuk untuk makan.”

“Aku tidak apa-apa. Aku terbiasa makan sendirian di balkon. Aku lebih nyaman di sini.”

“kenapa?”

“Dia bilang dia tidak mau makan denganku. Aku membuat selera makannya hilang.”

“Siapa yang mengatakan itu? Mantan pacarmu? Kenapa kamu tinggal dengan pria seperti itu?”

“Akan terlalu lama menjelaskannya. Aku punya pengalaman makan sendirian selama bertahun-tahun. Jadi, jangan hiraukan aku.”

***

Suneo bicara dengan seseorang di dalam mobil. “Aku membutuhkanmu melakukan pemeriksaan latar belakang untukku.”

“Siapa itu? Kamu seperti selebriti di korea. Kamu harus mulai menjalani hidup dengan baik dan indah.” Ucap Tuan Park.

“kamu jangan menceramahiku.” Paha Pak Park pun dicubit.

“Kamu bisa menimbulkan kecelakaan!!”

“Cari tahu segalanya tentang perempuan ini!” setelah dibuka, itu adalah resume Min Ye Rin. “Ini si wanita yang jatuh? Bukankah kamu ingin memberikannya pelajaran? Apa kamu memutuskan untuk tinggal dengannya?”

“Untuk apa aku tinggal dengannya? Apa kamu mengatakan kamu tinggal dengan penghisap debumu? Jalan…..”

****

Jin Kyung berada di sekolah. Ia bicara dengan temannya.

“Jin Kyung… kenapa kamu cemberut? Apa terjadi sesuatu?”

“Tidak banyak. Ayahku berselingkuh dengan rekan kerjanya. Dan ibuku kabur dari rumah. Aku tidak tahi apakah dia sudah meninggal atau masih hidup. Hanya itu.”

“Aigoooo…. kamu pasti merasa sangat sedih sekarang.”

“Apa gunanya mengatakan itu?”

“Ya…. itu memberimu tambahan alasan untuk minum vitamin manusia.”

****

Dua gadis ini pun malah menonton konser Yoon Min Seok. *ituuu yang halu diajak ngomong sama ahjumma.

“Min Sok keren bukan? Sekarang kita akan mengundi 3 orang untuk memberi mereka bantal Min Seok ukuran sebenarnya.” Ucap host….

“Kursi M7….” dan itu adalah kursi Jin Kyung.

Jin Kyung maju dan mengambil bantalnya. Host berkata. “Kamu tidak bisa pergi begitu saja. Ini kesempatan langka. Kamu harus melakukan kontak mata. Berikan itu padanya nanti…”

Min Seok bertanya. “Apa impianmu?”

“Aku belum tahu. Aku ingin masuk univ seoul.”

“Kamu pasti siswi teladan. Walaupun kamu nampak bisa seperti seorang model.”

****

Jin Kyung pulang dengan membawa bantal. Temannya mengeluh. “Kamu bahkan bukan fansnya. Yakkk… berikan bantal itu kepadaku.”

“Aku tidak bisa.”

“Kamu jahat sekali. Kamu sangat kejam.”

“Yak… aku akan memberikan ini kepada ibuku.”

“Itu konyol.”

“Aku serius.”

****

Jin Kyung menunjukkan foto ibunya dari belakang. “Ini satu-satunya foto ibuku yang aku punya. Sejak bobotnya naik, dia tidak mau berfoto lagi.”

“Daebakkkk… apakah dia benar-benar manusia? Maaf….”

“Karena ini aku tidak bisa mengundangmu ke rumah. Suaminya meremehkan dia, dan putrinya mendapatinya memalukan. Pasti itulah alasan ibuku menyukai idol. Mereka seperti pelariannya. Terlepas dari itu, dia tidak pernah bisa melihat Min Seok tampil langsung atau menghadiri jumpa pengemarnya. Ayah dan aku menghancurkan harga dirinya. Karena itulah ibuku tidak mau tampil di depan umum.”

Teman Jin Jyung memangis. “Kenapa aku menangis? Yak… aku akan memberimu kaus kaki dan semua camilan Min Seok. Berikan pada ibumu.”

“Sungguh?”

“Ya.”

Bersambung ke bagian 3 yaaa…. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat