Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 3 Part 1

Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 3 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari di sini. Terima kasih banyak sudah ngikutin sinopsis di besoksore.com yaaa…. yaaa ampun… ini hari lebaran masih buat sinopsis lho. Lanjotttt…

Bagaimanakah kelanjutannya? Apakah Min Jae Hee ketahuan?

Suneo mengecek seluruh rumahnya dan memang sangat-sangat bersih sampai ke sudut. Min Jae Hee hampir saja ketahuan saat Suneo akan membuka tirai. Tapi, Suneo mendadak mendapatkan panggilan telepon.

“Oh… ada apa?” Suneo pun keluar ruangan.

***

“Parfumeku? Di mana itu?” Min Jae Hee kalap saat melihat tas kecilnya hilang.

****

Rupanya Ji Na ada di seberang telepon. “Aku mendapati hotel mana tempat para juri pekan mode menginap.”

“Istri direkturnya wanita korea bukan? Kudengar mereka tertarik dengan hanbok. Kirim hanbok edisi terbatas kita sebagai hadiah.”

***

Min Jae Hee merangkak di lantai demi mencari tasnya yang mental. Tas itu akhirnya ketemu.

****

“kamu harus secara langsung memberikannya ke mereka. Kamu harus membujuk mereka.” Ucap Suneo di telepon. Sayangnya, saat tas akan diambil. Dengan cerobohnya, Min Jae Hee malah menjatuhkan barang.

Suneo jadi curiga karena ada ribut-ribut. Ia mendekat namun, seperti biasa tbtb ada petir menyambar (petanda Min Jae Hee sudah berubah wujud lagi).

“Apa ini? Apa yang terjadi?” Suneo malah mental dan tersungkur menutupi telinganya karena petir. Tak lama, petir mendadak hilang kembali.

“Sialan.”

****

Suneo masuk kembali ke ruangan lain. Ia melihat ada pot yang terjatuh. Ketika tirai dibuka, ternyata Min Jae hee tertidur di lantai dengan baju yang robek.

“Pemandangan yang buruk. Yak!!!! Yak!!! Apakah dia benar-benar mati kali ini? Apa kamu sakit atau semacamnya? Apakah menular?”

Min Jae Hee membuka matanya. “Perutku…”

“ada apa dengan perutmu?” Suneo mendekat. “Ada apa dengan perutmu?”

“Perutku berbunyi. Aku hampir mati kelaparan.” Wkwkwkwkwkwkkwkw. Kruyukkkkkk…. suara sepatu kuda.

****

Min Jae Hee sudah mengganti bajunya. “Kenapa tadi pakaianmu robek-robek?” Tanya Suneo. “Bagaimana seseorang memiliki kekuatan untuk merusak pakaian mereka? Jangan beri tahu aku  kamu adalah manusia serigala…” aaaauuuu… wkwkwk

“Apa? Jangan bergurau.” Min Jae Hee menabok suneo.

“Sakit.”

“Apakah sangat menyakitkan? Aku sangat kuat dan punya banyak panas tubuh. Aku bekerja keras membersihkan tadi  sehingga panas membumbung dari pusarku ke atas…. dan membuat pakaianku…. robek berkeping-keping.” Ahhh bisa aja nihhh keriting alasannya. “Apa aku sangat aneh?”

“Ya. Sangat aneh. Aku harus mengirimmu ke NFS dan membiarkanmu dianalisis.” Suneo pun mundur ketakutan.

****

Mereka berdua makan. Min Jae Hee makan dengan lahap.

“Sup tahu sudah cukup. Kamu tidak perlu memberikanku makanan semewah ini.”

“Aku hanya makan di sini.”

“Dan pakaianku agak….”

“ada apa dengannya? Itu sempurna untuk orang desan yang tidak tahu fashion.”

“Kenapa kamu hanya makan di sini?”

“Aku sensitif, jadi, aku harus hati-hati. Hanya koki di hotel ini yang bisa memasak untukku.”

“Bolehkah aku memasak untukmu? Aku akan memasakkanmu tiga hidangan panas dalam sehari. Bayat aku 500 dolar lebih tinggi.”

“Kamu akan memasak untukku?”

“Aku punya lisensi untuk hidangan barat, tiongkok, jepang dan korea. Aku juga pandai memanggang roti. Dan aku akan menghemat waktu jika makan di rumah. Aku juga punya lisensi kosmetologi. Mau aku potongkan rambutmu?”

“Apa lisensi ini sah? Kenapa kamu mengambilnya?”

“Untuk mendapatkan pekerjaan. Aku ingin mencari pekerjaan dan menjadi mandiri. Tapi di dunia yang buruk ini, lisensi-lisensi itu malah tidak berguna.”

****

Para pegawai memberikan Suneo pesta kejutan.

“Selamat pulang ke rumah andaaa……” semua bertepuk tangan.

“Siapa yang mengatakan aku akan pergi? Dan kenapa kalian tersenyum karena aku akan pulang? Kenapa kalian senang seakan-akan baru memenagkan lotre?”

“Bukankah anda mendaftar akan keluar….”

“Aku hanya akan pergi hari ini. Aku akan kembali besok. Jadi, kembalikan barang-barangku.” Suneo pun emang mengesalkan yaaa…

***

Min Jae Hee berada dengan Suneo di mobil.

Jae Hee menyalakan radio. “Itu lagu titanic. Aku suka Dicaprio, jadi, aku pergi ke penayangan perdananya. Dia sangat tampan saat itu. Dia malaikat.”

“Bagaimana kamu bisa menonton titanic di bioskop? Kamu masih bocah.”

“Tidak. Aku berkencan dengan tutorku selama SMA. Aku pasti menonton DVDnya. Aku cenderung menyukai hal-hal yang lebih tua.”

“Kamu mengencai tutormu saat masih SMA? Kamu berpesta, bukan?”

“Aku sudah lama tidak mendengarkan omelan seperti itu. Aku lumayan menyukainya.”

****

Di rumah Suneo, ia membaca peraturan pada Min Jae Hee. “Ini hal-hal yang harus kamu pelajari. Kamu akan mempelajari ini dan akan gagal menjadi kokiku. Ini adalah semua fobia yang kuderita.” Suneo menjatuhkan papan bukunya.

Min Jae Hee membacanya. “Entomofobia… takut terhadap serangga. Alektrofobia? Takut terhadap ayam hidup? Apa penyakit-penyakit seperti ini benar-benar ada?”

“Ada. Ini alergi-alergiku. Kamu tidak bisa menggunakan apa pu di daftar ini. Satu kesalahan kecil darimu maka seniman papan atas sepertiku bisa mati.” Njirrrrrrrrrr parah narsis. “Tidak butuh banyak hal untuk membunuh. Ini kehidupan nyata. Ingat itu.” Papan kembali dilempar pada MiN Jae Hee. “Omong-omong, bukankah kamu perlu pulang?”

“Tidak. Di dunia sebesar ini. Aku tidak punya tempat tujuan.”

“Bagaimana dengan orangtuamu?”

“Mereka pergi berimigrasi ke AS beberapa tahun lalu. Aku belum mendengar kabar mereka setelahnya.”

“Kamu tinggal di mana selama ini?”

“Aku tinggal di Daechi dong… tapi suamiku… maksudku, kekasihku, berselingkuh jadi aku diusir.”

“Ahhh begitukah? Kamu tinggal dengan pria? Kamu sangat nakal hingga membuat orangtuamu kabur. Kamu sangat mengagumkan.”

Suneo melangkah beberapa langkah. “Bagaimana mungkin aku membiarkan berandal masuk ke rumahku.? Aku sudah gila.”

****

Min Jae Hee mengetik. Ia membuat resume. “Aku tidak bisa menggunakan nama asliku. Baik. Aku akan menggunakan nama yang ingin kupakai  jika kami punya anak kedua.”

Ia menulis. Mi Ye Rin. “Apa yang harus aku lakukan dengan NIK milikku?” dan entah bagaimana… Min Ye Rin mencari Nik di internet.

***

Min Ye Rin di ranjangnya…. ia menatap parfume miliknya. “Kamu berasal dari planet mana? Ahhh aku tidak ingat membeli ini. Lalu siapa yang mengirim ini kepadaku dan kenapa? Tepat pada saat aku ingin mati? Ahhh aku selalu kembali ke bentuk asliku jika aku tertidur. Lalu jika aku tertidur… malam ini….”

Ye Rin langsung beranjak dari ranjang. Dan langsung mengunci pintu.

Lanjut ke bagian 2 ya. klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat