Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 10 Part 2

Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 10 Part 2 – Episode sebelumnya ada di disini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa... hayokkk daahhh mari dibuat!!!

Sekertaris Park ngomel pada Suneo “Kenapa kamu duduk di sini, bukan di kantormu yang bagus dan mewah?”

“ada pepatah lama yang mengatakan orang bijak bagaikan air.”

“Kamu gemetar ketakutan tiap kali berada di dekat air.” Wkwkwkw. “Jangan katakan kamu datang untuk melihat pemotertan.”

“Aku di sini untuk mengawasi pemotretan iklan untuk desainku. Apa ada masalah?”

“Sejak kapan kamu mengawasi semua iklan? Aku khawatir karena sikapmu berbeda. Apa kamu sekarat atau semacamnya? Haruskah aku menjadwalkan MRI?”

“tutup mulutmu, diam. Kenapa kamu selalu mengoceh terus menerus seperti itu?” suneo mencubit dada sekertaris. Wkwkwkkw di sini suneo doyan nyubit.

“Ahhh sakit sekali.”

***

Seorang top model datang dan disapa oleh Si Ngondek. “Ahh kamu makin kurus. Bagi rahasiamu, perutku sangat besar. Aku kehilangan garis pinggulku. Aku sangat tertekan.”

“Kamu tahu metabolismeku. Aku bisa makan 10 porsi daging perut sepanjang malam. Tapi bobotku tidak bertambah.”

“Kamu sangat menyebalkan.”

“Pesonamu adalah tubuhmu yang bulat dan montok. Kamu harus mencintai dirimu sebagaimana adanya.”

***

Si Ngondek ngomong ke para model. “Nona-nona… konsep untuk pemotretan kali ini adalah ular air oleh Klimt. Aku ingin menjadi sangat provokatif dan seperti mimpi. Itu yang ingin kulakukan. Selagi Hyun berganti pakaian, kami akan memotret kalian dahulu. Kami akan menyatukan kalian semua nanti, paham? jadi, anggap diri kalian sebagai ular air. Biarkan imajinasi kalian mengambil alih. Paham?”

Wajah Min Ye Rin yang lihat air sudah pucat.

***

Satu persatu, pemotretan dilakukan. Lalu tibalah giliran Ye Rin.

“Ye Rin ada apa? Kamu tidak bisa melakukannya?” Ucap Si Ngondek.

“Tidak. Aku akan mencobanya lagi. Maaf.”

Ye Rin masuk ke air, ia merasa seperti ditarik kakinya.

Seperti di ruangan aquarium. Sekertaris Park dan Seneo melihat hal ini.

“Pak Seo, lihat ini…” nampak Ye Rin ngambang. Suneo panik.

Suneo langsung lari ke Ye Rin dan memberikan napas buatan ehh tapi belum kejadian, Ye Rin udah batuk duluan. Wkwkwk.

“Min Ye Rin, kamu baik-baik saja?”

***

“Apa kamu gila? Apa kamu sudah gila? Kenapa kamu masuk ke kolam jika tidak bisa berenang?” Teriak Suneo.

“Dahulu aku mahir berenang. Aku bahkan masuk Tim Renang saat masih SD. Aku mengalami kecelakaan saat masih kecil dan mulai takut terhadap air. Itu terjadi dahulu, aku pikir aku baik-baik saja sekarang. Maaf karena membuatmu khawatir.”

“Untuk apa aku mengkhawatirkanmu? Kamu pikir kamu hebat hanya karena aku baik kepadamu? Siapa kamu? Kenapa pecundang sepertimu masuk dalam dihidupku dan membuatku kesal?”

****

Suneo pulang dan melihat Ye Rin tidur di balkon.

“Apa yang kamu lakukan di luar sini? Berdiri!”

Ye Rin nampak mabuk. “waahh itu Seo Yi Do. Alkemis kecantikan yang mengguncang industri mode. Designer global, Seo Yi Do.”

“Astaga… yang benar saja. Berani-beraninya anak kecil mabuk seperti ini?”

“Anak kecil? Aku bukan anak kecil. Berani-beraninya kamu bicara seperti itu kepada orang yang lebih tua. Yakkk.. Seo Yi Do siapa aku? Jika kamu tahu siapa aku aku sebenarnya, kamu akan panik dan pingsan karena terkejut. Kamu melarangku jatuh cinta padamu bukan? Kalau begitu, jangan terlalu baik kepadaku. Aku diperlakukan seperti benalu seumur hidupku, jadi, hatiku hanyalah ruang besar yang hampa. Tapi kamu menyelamatkan hidupku, makan bersamaku, dan mencuci rambutku. Kamu terus masuk ke dalam ruang hampa ini. Jadi, bagaimana mungkin aku tidak jatuh cinta kepadamu? Apa kamu pikir aku tidak punya perasaan hanya kerena aku pecundang?”

Ye Rin menangis.”

***

Seo Yi Do mengajak Ye Rin pergi.

“Di mana kita?”

“Sudah bangun, Nyonya? Aku dirisak oleh pemabuk gila. Jadi, aku datang untuk membuangnya.”

“Apa aku mengatakan sesuatu yang aneh?” Tanya Ye Rin.

Rupanya mereka pergi untuk melihat komet.

Suara pengumuman di ucapkan. “Mohon perhatian. Sebentar lagi, antara pukul 2 dan 3 dini hari, bumi akan menembus ekor komet linear. Dan diharapkan akan bermunculan 100 hingga 400 bintang jatuh perjam.”

Min Ye Rin berkata. “Ada banyak orang pada hari ini. Korea benar-benar negara yang penuh dengan pasangan.”

“Kita hanya datang ke sini untuk melihat bintang. Ini tidak bisa menjadi kencan. Jadi, jangan pernah berharap.”

“Apa yang harus kuminta saat melihat bintang jatuh? Apa yang akan kamu minta?”

“Untuk apa aku meminta? Itu hanyalah takhayul. Pada zaman dahulu, orang-orang menganggap komet sebagai pertanda, meramal kesialan, kutukan, epidemi, dan kehancuran bangsa mereka. Beberapa agama bahkan mengatakan komet adalah dosa manusia yang menumpuk bersama.”

“Lalu kenapa kita ada di sini? Apa yang ingin dikutuk?”

Bintang jatuh mulai berjatuhan…

Ye Rin pun mulai berdoa. Kemudian melihat orang-orang…. “Usia yang menyenangkan. Menyenangkan menjadi muda. Masa muda itu menyenangkan.”

“Kamu terdengar seperti wanita tua di akhir masa hidupnya.”

“Apa cara bicaraku seperti orang tua?”

“Kebanyakan komet adalah bola es. Berton-ton air, dan amonia membeku bersama. Kamu melihat kepingan benda itu menjelajahi ruang angkasa yang dingin dan sepi untuk waktu yang lama, kelelahan dan hancur serta jatuh. Namun, bergitu mereka lelah dan menyerah pada perjalanan mereka, komet bertemu atmosfer yang hangat dan memberikan cahaya paling terang selama hidupnya. Seperti itulah cinta. Kamu juga akan bertemu seseorang. Seseorang yang akan membuatmu bersinar melebihi apapun di dunia.”

“Apa kamu bertemu seseorang seperti itu?”

“Ya.” Ucap Suneo.

“Kalau begitu, kenapa kalian berpisah?”

Lanjut ke bagian 3 klik di sini. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat