Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 10 Part 1

Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 10 Part 1 – Episode sebelumnya ada di disini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa... terima kasih sudah setia menanti di sini… yukkk mareee…

Nggak ada kisseu guys, Suneo langsung pergi begitu aja.

***

Jin Kyung masih bingung. “Ini foto Ye Rin. Kenapa foto Ye Rin yang robek di rumahku?”

Kemudian ayah Jin Kyung masuk. “Jin Kyung!!! Ayah pulang. Kenapa tidak menyapa ayah? Apa kamu belajar?” ayah rupanya mabuk.

“Setidaknya ketuk dulu pintunya.”

“Berandal, kenapa kamu sangat kejam pada ayah? Apa yang kamu lihat?” Ayah melongok. “Kamu melihat foto Ibu.”

“Apa? Orang ini adalah ibu?”

“Aku masih ingat kali pertama ayah bertemu ibumu. Hari itu, dia bagaikan… bagaimana mengatakannya? Dia benar-benar wanita impian ayah, itu cukup mengharukan.”

“Mengharukan? Ayah tidak mencintai dia, ayah hanya terharu? Apa wanita adalah karya seni di hadapan ayah? Karena itu ayah bosan dengannya dan mencari karya seni lain?”

“Jin Kyung… kenapa kamu berbicara sekasar itu? Kamu menakutkan.”

“Keluar.”

“Ayah hendak keluar. Ahhh Jin Kyung, saat kamu menghadiri audisi itu. Bukankah kamu melihat seseorang mirip dengan ibumu? Ahh maksud ayah seseorang yang mirip dengan itu. *nunjuk di laptop.”

“Entahlah. Aku tidak melihatnya.”

***

Jin Kyung ngobrol bareng Ye Rin. “Bagaimana lenganmu?”

“Baik. Gipsnya akan dilepas besok. Bagaimana denganmu? Kamu mendapatkan izin ayahmu?”

“Kurang lebih begitu. Hanya jika aku mempertahankan posisiku di peringkat atas.”

“Syukurlah. Menurutku bagus untuk mengalami banyak hal selagi masih muda. Sekalipun kamu mengikuti ujian masuk universitas sekarang, kamu akan berada di peringkat atas.”

“Bagaimana unnie tahu itu?”

“Katamu prestasimu di sekolah bagus.”

“Sebenarnya ada sesuatu yang aneh.” Jin Kyung memperlihatkan foto ibunya saat muda.

***

Min Seok bicara dengan direktur agensinya. “Hyung, aku terlalu lelah karena aku syuting sampai larut malam kemarin. Minta sutradara agar singkat saja hari ini.”

“Apa kamu sutradaranya? Apa kamu penulisnya?”

“Kenapa kamu marah? Aku sudah sibuk dengan drama. Kenapa kamu terus menjadwalkan pemotretan? Apa kamu mencoba membelah angsa yang menelurkan telur emas?”

“Telur emas? Apa kamu bergurau? Yang benar saja. Tahukah kamu sebanyak apa masalah yang kamu timbulkan belakangan ini. Aku tidak ingin mengatakan apapun demi drama itu, tapi kamu menyebalkan.” Direktur melemparkan foto pada Min Seok. “Kamu tidak menyadari bahwa kamu seleb ya? Tahukah kamu betapa keras kerjaku belakangan ini untuk mengentikan ini tersebar?”

“Jadi… apa yang terjadi?”

***

Kembali ke Jin Kyung… “Ayah bilang orang ini adalah ibuku. Ini kali pertama aku melihat foto lama ibuku. Dia saat mirip dengan unnie bukan?”

“Benar.”

“Tidak hanya mirip dengan unnie, sejujurnya kalian nampak identik. Itu agak mengejutkan. Menurutku itu saja sudah aneh. Hari pertama kita bertemu… pelindung ponselmu sama dengan yang kubeli untuk ibuku pada hari ulang tahunnya. Itu bukan desain yang umum. Dan kamu selalu baik kepadaku. Begitu aku berpikir itu aneh, semuanya nampak aneh. Jadi, aku pikir mungkin kamu adalah ibuku. Aku tahu aku berkhayal.”

“Bagaimana mungkin?”

“Aku pasti terdengar sangat konyol bagimu. Kurasa aku terlalu banyak memikirkan ibuku belakangan ini.”

“Apakah kamu sering memikirkan ibumu?”

“Dahulu, aku kesal tanpa alasan setiap kali melihatnya. Tapi setelah dia pergi, aku hanya ingat betapa jahatnya sikapku kepadanya. Aku merasa bersalah.”

Kemudian terlihat ahjumma gendut berkata. “Jin Kyung ah… ibu merasa lebih bersalah. Haruskah ibu pulang?”

“Tidak. Ibuku menelepon beberapa hari yang lalu. Dia mendapatkan pekerjaan. Aku menyadari saat membersihkan, dan ibuku punya banyak linsensi. Dia juga punya setumpuk resume. Kurasa dis sudah bekerja keras untuk mendapatkan pekerjaan tanpa sepengetahuanku. Kali ini, aku beraharap, ibuku menemukan kebebasan dan impiannya. Aku ingin mendukungnya walaupun aku satu-satunya.”

***

Ji Na memberikan pengumuman pada para model. “Kalian tahu pemotertan kolam renang besok, bukan? Kalian tidak boleh makan setelah pukul 6 petang.”

“Baik…”

Kemudian Ye Rin bicara. “Aku bisa mengikuti pemotretan besok. Aku akan melepas gipsku besok pagi.”

“Kita butuh banyak orang pada pemotretan dalam air, jadi, datanglah.”

“Maaf, tapi bisakah aku ikut pemotertan ruang terbuka?”

“Kenapa? Kamu tidak bisa berenang?”

“Bukan begitu, tapi air dan aku tidak cocok.”

“Kamu pikir kamu siapa? Kamu pikir kamu bisa memilih apa yang kamu inginkan hanya karena kamu pelayan Seo Yi Do? Besok kita pemotretan dengan pro model dan mereka bintangnya. Jika menolak berada di sisinya, lupakan saja.”

“Tidak… bukan begitu, aku akan pergi ke kolam renang.”

***

Suara pembaca berita di tv mengatakan….

“Komet Linear, yang mengunjungi bumi setiap lima tahun, diperkirakan berjarak 5.150.000 km dari bumi dini hari, dua hari ke depan, komet ini diperkirakan bisa terlihat…..”

Rupanya Ye Rin sedang nonton dengan Suneo.

“Ahh kurasa aku pernah melihat komet Linear sebelumnya.”

“Siklus komet linear 5,09 tahun. Tapi tidak selalu terlihat. Ini kali pertama dalam 20 tahun komet itu akan terlihat di belahan bumi utara. Kapan kamu pernah melihatnya? Saat usiamu 3 tahun?”

“Mungkin tidak. Aku pasti keliru dengan komet lainnya. Btw, apa kamu tertarik dengan bintang, astronimi, atau hal semacam itu?”

“Tentu saja. Seni dan sains berkaitan dalam menyelidiki dunia kretaivitas yang tidak berujung.”

“Aku penasaran apa kita bisa melihat bintang jatuh dari sini.”

Lanjut ke bagian 2 yaaa… klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat