Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 1 Part 1

Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 1 Part 1 – Halooooo guysss… di besoksore.com mau buat rekap sinopsis lagi nih…. lagi-lagi dramanya Shin Sung Rok atau kita sebut saja seperti biasanya Suneo…. biar lebih akrab gitu. Pemain perempuan utama di drama ini juga Min Ye Rin.

Kalau kamu mau tahu episode selengkapnya ada di link ini yaaa guys. Drama ini awal muncul di KBS2 pada tanggal 3 juni 2019. Jadi, pas banget datang di indonesia dengan sub indonya adalah hari rabu, 4 juni 2019. Sooo tapi saya tungguin nggak update juga, jd nanti coba terjemahin sendiri…, ini adalah H-1 sebelum lebaran. Saya dengan segenap hati mengucapkan selamat lebaran buat yang merayakan.

Selamat membaca yaaa guys. Ohh yaaa… jangan kaget kalau di blog ini bisa kontak mimin by japri WA yaaa… ada dipojokan bawah.

Drama dimulai.

Shin Sung Rok memerankan Seo Yi Do. Dia adalah designer papan atas yang rewel banget. Adegan pertama diawali dengan Suneo yang sedang melakukan interview dan pemotretan.

Suneo dengan gayanya menyiapkan baju rancangannya, dari membuat pola, menggunting, hingga menempelkan jarum pada manekin.

Kemudian, terdengarlah bunyi jeprat…. jeprettt…. Suneo mulai marah. “Yakk… kamu di sana.”

“Ya?” Kata fotografer yang bingung.

“Kamu pikir apa yang kamu lakukan?”

“Apa ada sesuatu yang salah?” Tanya fotografer dengan terbata.

Suneo membuka kacamatanya dan marah. “Aku katakan kepadamu sebelum melakukan wawancara.”

Kemudian Suneo menjentikkan jari. Asistennya (kayaknya sih), bernama Tuan Park Joon Yong (Diperankan Kim Ki Doo) mulai membuak slide.

Suneo langsung menunjukkan pada keterangan “No Camera Flash”

“Kamu tidak melihat ini?” Tanya Suneo. “Apakah kamu sungguh tidak melihatnya? Benar-benar tidak melihat?”

“Ahhh astaga naga, ada apa dengan kamera ini?”

“pergi… kamu sudah aku tendang. Tinggalkan ruangan ini dalam waktu 2,5 detik.” Gileeeee kangennya saya sama suneo guys. Wkwkwk.

****

Di tempat lain. Penuh dengan kegelapan. Balok-balok kecil disusun dengan teliti. Perempuan paruh baya dengan tubuh gemuk. Dia adalah Min Jae Hee.

Suara narasi berkata. “Di Amerika, seseorang menemukan mesin rube goldberg untuk membuat orang lain tertawa. Itu adalah mesin yang dirancang untuk melakukan tugas sederhana dengan cara yang terlalu rumit. Hidup kami mirip. Mungkin kita menjalani hidup kita untuk mencapai tujuan sederhana bernama kematian. Mungkin ini adalah lelucon yang menyedihkan yang sengaja dibuat rumit. Bertahun-tahun, suamiku dan aku menjalani hubungan yang rumit. Kami akan mencapai hasil yang lucu namun sederhana.”

Dalam kegelapan yang pasti dan sebuah jebakan yang dibuat macam film home alone, Min Jae Hee memberikan stempel pada surat gugatan cerai.

****

Kembali ke suneo yang sedang diwawancarai seorang reporter.

“Fashion bukanlah alat untuk memuaskan penampilan. Sangat disayangkan bahwa fashion disalahgunakan sebagai media untuk memamerkan kekayaan seseorang. Fashion adalah bentuk seni dengan sejarah yang panjang. Ini adalah salah satu cara untuk mengekpresikan identitas mereka. Karya yang berkembang, filosofi dan metafora untuk kehidupan. Itulah mengapa konsep untuk pertunjukkan hari ini adalah kematian dan kelahiran.”

“ada banyak jenis kematian. Sebagai contoh, kematian alami, pembunuhan, dan kecelakaan dan juga hukuman mati. Kematian apa yang menginspirasimu untuk pertunjukkan hari ini?”

“Kamu terlalu sombong mengenai proses berkreativitas. Pertanyaan itu terlalu kekanak-kanakan.” Suneo pun beranjak dari tempat duduknya dan duduk di dekat pewawancara. “setelah memberikan pertanyaan seperti itu, aku punya perasaan bahwa…. aku terinspirasi oleh pembunuhan untuk rancangan hari ini.”

****

Kembali ke rumah Min Jae Hee. Di sana, Jae Hee sibuk membuat semacam jebakkan. Sedangkan suaminya, Kim Tae Joon (diperankan Jo Han Chul) mulai naik lift menuju apartemen mereka.

Suara suneo masih terdengar…. “pembunuhan terdengar sangat dramatik dan cara kreatif menghadapi kematian.”

Kim Tae Joon membuka pintu, ia melihat bola dan menendangnya. Saat bola ditendang, sebuah mainan meruntuhkan balok-balok. Balok mendang bola keci, bola kecil menggelinding dan meruntuhkan tumpukkan buku. Dan entah bagaimana, mesin jus mulai menyala.

Sebuah lilin dalam gelas meluncur. Kemudian membakar sebuah foto. Foto Kim Tae Joon dengan selingkuhannya.

Tae Joon panik dan mengambil foto. Sayangnya, hal yang ia lakukan malah membuat efek domino lainnya. Benda-benda rubuh sesuai hitungan dan sampailah pada selembar kertas di atas meja.

Tae Joon pun mengambil lembar kertas itu. Ia tersenyum senang setelah melihat lembaran gugatan cerai.

Kemudian…. tak lama. Tirai terbuka.  Terlihat sosok tubuh gempal Min Jae Hee yang gantung diri. Entah ada barang menggelinding apa lagi. Kemudian, Tae Joon terpanah di bagian perut. Tae Joon terjatuh, dan seperti sebuah perayaan, ada confetti terjatuh…

Belum terlihat jelas, dalam confetty ada tulisan… “Kami……”

****

Terdengar suara dari Min Jae Hee…. “Pesta kejutan terakhir setelah riset panjang. Meskipun hidup penuh dengan kerendahan dan hancur lebur. Aku menginginkan kematianku menjadi sebuah perayaan.”

*****

Seorang pria tampan bernama Yoon Min Seok bicara dengan Min Jae Hee. “Bagaimana itu disebut perayaan? Imo, aku mendukungmu. Tetaplah waras. Aku tahu kamu membenci suamimu, tapi pembunuhan itu dilarang.”

“Aku mau mati dengan baik sebelum meninggalkan dunia ini. Semakin banyak sampah seperti Kim Tae Joon, sangat merusak lingkungan. Seseorang yang muda dan tampan sepertimu tidak bisa mengerti rasa sakit seorang pecundang seperti aku. Tetap saja, kamu adalah satu-satunya orang di dunia ini yang makan bersamaku tanpa mengeluh.” Dan nyatanya itu cuma poster. Min Jae Hee sedang berhalusinasi. Sambil mengagumimu, hidupku yang malang tidak terlalu tragis. Kumohon pikirkan tentang fansmu. Dan jauhilah narkoba, judi, mengemudi sambil mabuk, dan menulis hal bodoh di SNS. Tolong jaga pikiranmu tetap lurus. Berjalanlah di jalan yang baik, Urrie Min Seok.”

Dan kehaluan dari ahjumma ini terbuyarkan sudah oleh suara ribut-ribut di bawah. Ahjumma pun menengok dari jendela. Ternyata di bawah, ada para model yang sedang dipotret.

Ahjumma melihat sambil berkaca-kaca. “ada waktu di mana, aku ingin terlihat seperti mereka.”

Nampak dalam bayangan. Seorang wanita muda dan kurus mengenakan gaun merah.

Masih dengan suara ahjumma… “Muda, masa depan, dan mimpi. Saya juga punya hal-hal seperti itu. Aku seringan udara. Ada saat ketika aku bersina dengan gemerlap. Aku juga punya itu.”

Air mata ahjumma yang melihat ke bawah pun berjatuhan. Di tangannya ada beberapa foto dan ia pun merobeknya. *foto ahjumma saat muda dan kurus.

“selamat tinggal. Keinginan yang bukan lagi milikku.. selamat tinggal.”

Ahjumma mengaburkan serpihan foto itu. Namun, karena kena angin, malah masuk lagi ke dalam apartemen. Wkwkwkw. Ia pun masuk ke dalam lagi dan melihat di dalam rumah sudah tergantung gantungan tempat ia bunuh diri.

Lanjut ke bagian 2 yaaaa…. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat