Sinopsis Drama Korea Hide and Seek Episode 46

Sinopsis Drama Korea Hide and Seek Episode 46 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

“Sudah aku bilang, aku hanya mampir. Kalau pun harus punya alasan, aku hanya penasaran kapan aku menjadi presdir dan mampir menanyakannya.” Jawab Chae Rin.

“Itu tergantung sebagus apa dirimu.”

“Benar. Tergantung aku. Sampai nanti.” Chae Rin pun pergi. Moon Jae sang makin penasaran tentang apa yang sedang Chae Rin cari.

***

“CFO.” Panggil para karyawan saat Chae Rin ke Makepacific.

“Jangan panggil dia CFO. Kamu tidak ingin Min Soo A mengamuk lagi bukan?” Jawab salah satu pegawai juga.

“Itu yang kamu khawatirkan? Kamu tidak tahu siapa yang menngacaukan perusahaan ini? CFO… Grup Taesan benar-benar akan mengambil alih perusahaan kita?”

“Beredar rumor Grup Taesan mengambil alih, memecat semua karyawan, dan menggantinya dengan orang-orang mereka.”

“Mereka bahkan tidak punya ahli kosmetik… bagaimana mereka bisa menggantikan?” para karyawan sangatt khawatir.

“Itu tidak akan terjadi. Jangan khawatir. Kembalilah bekerja. aku berjanji itu tidak akan terjadi.” Ucap Chae Rin. “Aku akan melindungi semua karyawan di perusahaan ini.”

***

Kini Chae Rin di kantor Tuan Min bersama dengan Do Hoon.

“Maaf karena memintamu datang ketika sibuk. Perusahaan dalam keadaan darurat, kami tidak punya pilihan selain memintamu datang. Moon Sajang meminta kami mengadakan rapat direksi. Aku yakin mereka akan mengumumkan akuisisi.” Ucap Do Hoon.

“Bagaimana dengan Soo A, bagaimana keadaannya?” Tanya Chae Rin.

Tuan Min menjawab, “Dia tidak ada di kantornya, entah dia terlalu malu atau berencana datang  setelah semuanya beres karena tidak bisa memikirkan solusi. Dia bilang ingin keluar mencari udara segar. Chae Rin, kami harus bagaimana?”

“Aku akan mencoba menghentikannya dahulu.”

***

Park Hae Ran datang ke rumah ahjumma. Ahjumma yang melihatnya langsung berlutut.

Sinopsis Drama Korea Hide and Seek Episode 46

“Samunim. Aku sangat menyesal. Aku bukan apa-apa selain pendosa yang memalukan, aku seharusnya sudah lama meninggalkan lingkungan ini.”

“Aku datang bukan untuk mendengar itu,  Soo A hilang dan aku tidak bisa menemukannya.”

“Samunim tidak bisa menemukannya?”

“Dia meninggalkan rumah dan aku tidak bisa menghubunginya sama sekali.”

Geum Joo datang. “Unnie meninggalkan rumah? Kenapa dia melakukan itu? dia tidak akan melakukannya tanpa alasan yang jelas.” Dua adiknya yang datang ikut cemas.

“Ada masalah di kantor. Dia membuat kesalahan besar dan mendapat teguran.”

***

Soo A berada di pinggir jalan. Di tepi sungai. Tak berselang lama. Kim Siljang datang.

“Kim Siljang Nim. Kenapa kamu di sini?”

“Bagaimana dengan Soo A agasshi?”

“Aku merasa sedikit kecewa.”

“Rasanya seperti dewa memberiku kesempatan terakhir. Aku bertemu dengan agasshi.”

Mereka berdua akhirnya pergi bersama.

“Kapan kamu menyewa mobil?” Tanya Soo A. “tolong turunkan aku di hotel terdekat. Kamu terlihat berantakan. Ada masalah apa? Jangan bilang kamu berencana melompat dari jembatan itu.”

“Bagaimana dengan nona?”

“Itu bukan berarti tidak terlintas dalam pikiranku juga.”

“Kalau begitu mau mati bersama? Jika tidak ingin hidup, kamu harus mati. Tidak ada solusi lain.” Kim Siljang mempercepat mobilnya. Soo A berusaha kabur saat mobil menepi *kayak Soo A dan Eun Hyuk beberapa episode lalu.

“Kamu sudah gila??? Kalau mau mati, mati saja sendiri!!!”

“Min Soo A, dengarkan perkataanku. Aku mencoba membunuh nenekmu, Na Hae Geum. Beberapa saat lalu. Tapi aku gagal. Dahulu, saat masih kecil. Dia membawaku masuk ke rumah itu sebagai pengganti ibumu untuk menerima nasib buruknya. Pengganti penerima nasib buruknya untuk menyelamatkan pewaris sakit. Itulah tugasku. Aku dikubur hidup-hidup. tubuhku terus menerus sakit karena nasib buruk. Lalu, saat aku tidak lagi dibutuhkan, mereka membuangku.”

“Tidak mungkin.”

“Itu sebabnya mereka mengambil Chae Rin juga. Dia pengganti nasib sialmu. Aku yang merencanakan penculikanmu. Kamu harus pergi agar Chae Rin bisa menggantikanmu. Dia dijual ke Grup Taesan demi perusahaan kalian. Nenekmu menguncinya di rumah sakit jiwa. Masih ada lagi. Lihat….” Kim Siljang memperlihatkan bekas luka di tubuhnya. “Selama ritual pengganti, aku bangun dan melarikan diri. Saat nenekmu mengejarku, aku mengalami kecelakaan. Aku mengalami kecelakaan tabrak lari, tapi dia menutup matanya. Dia tahu jelas aku akan mati. Aku nyaris tidak selamat, tapi aku terbaring di tempat tidur selama beberapa tahun. seperti itulah wajah asli nenekmu.”

“Maafkan aku.” Soo A menangis.

“Terserah. Aku tidak di sini untuk meminta permintaan maafmu. Aku tidak pernah memaafkan nenekmu, karena itu, kamu juga tidak boleh memaafkanku. Pergi…”

“Kim Siljang mau kemana?”

“Ke mana pun. Bukan urusanmu. Aku bersekongkol dengan mengatur penculikanmu. Kamu sudah lupa? Pergilah.”

“Kamu Ibunya Chae Rin?” Kim Siljang langsung pergi dengan mobilnya.

***

Soo A menelpon Chae Rin.

“Min Chae Rin. Ibumu sedang tidak keruan. Maksudku Kim Siljang. Siapa lagi? Kurasa dia akan bunuh diri. Hubungi rental mobil dan lacak dia. akan aku kirimkan nomor pelatnya.”

Bergegas. Chae Rin dan Eun Hyuk mencari mobil yang dimaksud Soo A. Mobil rentalan langsung ditemukan. Namun keberadaan Kim Siljang terus dicari.

Kim Siljang akan masuk ke danau. Chae Rin berlari mengikuti Kim Siljang. Chae Rin membawa Kim Siljang kembali ke darat.

“Kenapa?  kamu melakukan ini terhadapku berarti kamu ingin hidup!!! aku tahu kamu ingin hidup. kenapa kamu menyiksaku? Apapun yang dahulu nenek lakukan kepadamu atau apapun penyebabnya, semua itu tidak menjadi alasan untuk menyerah dan bunuh diri. Pengganti nasib buruk? Takdir? Hanya itu arti hidupmu? Sungguh? Beraninya kamu mencoba bunuh diri!!! Ini tidak akan mengubah apapun. Kamu bilang kamu putus asa membalasakan dendammu. Seharusnya kamu melakukannya dengan lebih baik. Kamu seharusnya menunjukkan semua kemampuanmu! Aku tidak bisa menerimamu sebagai ibuku. Tidak, aku tidak akan menerimamu. Meski aku pengganti penerima nasib buruk seperti kamu, aku akan membuktikan aku berbeda dengan dirimu. Lihat saja. aku akan mengatasi nasib buruk yang kamu takdirkan untukku. Akan aku tunjukkan sebahagia apa hidupku. Kamu akan melihatnya sendiri.”

“Chae Rin…”

***

Chae Rin pergi kembali bersama dengan Eun Hyuk.

“Tidak apa-apa. Menangsilah. Tidak perlu menahannya. Jangan berpura-pura semuanya baik-baik saja. setidaknya jangan di depanku.”

Min Chae Rin memangis di pelukan Eun Hyuk.

***

“Di rapat dewan presidensial nanti, aku akan mengumumkan kamu berhasil mengambil alih makepacific. Pak Hwang mencari masalah terkait pemilikan. Kita harus memberi peringatan awal untuk membuat nyalinya ciut dan tahu di mana posisinya.”

“Bagaimana jika kita mengadakan rapat tanpa Pak Jwang dan anak buahnya sebelum rapat dewan presdiensial resmi diadakan?”

“Itu juga ide bagus. Kita bisa mengundang mereka ke rumah dan membangun rasa solidaritas kuat.”

“Aku akan menghubungi mereka dan mengaturnya.”

“Itu harus berjalan lancar. Ada yang kamu khawatirkan belakangan ini?” Tanya Pimpinan. “Apa maksud perkataanmu tempo hari? Kamu sempat bilang mantan istrimu meninggalkan sesuatu.”

“Ya. tapi aku tidak mengetahui apa tepatnya.”

***

Pil Doo kembali ke rumah Eun Hyuk kembali. Dari ucapan Eun Hyuk yang bingung mencari sesuatu di dalam rumahnya. Kini Pil Doo tahu bahwa ada bukti yang akan menghancurkan Taesan. Tentu saja, mendengarnya Pil Doo gembira. Jika menemukannya maka itu akan bernilai uang yang besar.

Pil Doo langsung saja menghubungi Jae Sang. Mereka pun bertemu di rumah Eun Hyuk. Eun Hyuk sepertinya sengaja mengatakan tentang bukti pada Pil Doo. Di luar, Eun Hyuk tahu Jae Sang sudah masuk ke dalam permainannya.

Pil Doo mengacak-acak rumah Eun Hyuk. Jae Sang ikut mencari barang yang dimaksud.

“Kamu yakin tidak salah dengar?” Tanya Jae Sang.

“Aku mendengarnya dengan jelas dengan telingaku sendiri.”

“jangan-jangan Eun Hyuk punya…”

***

Eun Hyuk kembali ke apartemen Chae Rin.

“Dia datang sendiri untuk memeriksanya. Artinya Moon Jae Sang belum menemukan bukti itu.”

“Kalau begitu. benda itu ada di rumah pimpinan.”

***

Chae Rin kembali ke rumah Pimpinan. Ia mengatakan pada ahjumma bahwa tempo hari ada barangnya yang tertinggal. Sementara itu ahjumma sedang menulis pembukuan *keknya pulpennya yang dipakai ahjumma deh.

Chae Rin bertanya pada Ahjumma. “Tentang mantan istrinya, Seo Kyung Ju. Dari harian hangang. Kamu bisa ceritakan apa yang terjadi tepat sebelum dia meninggal? Hari itu ada yang aneh?”

“Tentu saja ada. ada keributan besar dengan pimpinan. Aku tidak tahu tentang apa, tapi dia benar-benar menyerangnya. Aku belum pernah melihat keributan seperti itu. menyedihkan melihat seseorang bisa meninggal semudah itu.”

Chae Rin melihat pulpen yang dipakai ahjumma.

“Ahjumma… dari mana kamu mendapatkan pena ini? ini milik Kyung Ju?”

“Ya. itu penanya.”

***

Di rumah, file pulpen mulai dibuka. Namun kosong. Tidak ada apa-apa. Kemudian Chae Rin mengingat bahwa mungkin saja ada di salah satu kaset menditasi yang sering digunakan Pimpinan.

Lagi-lagi Chae Rin ke rumah Pimpinan.

Chae Rin datang. Jae Sang berkata pada Pimpinan. “Aku kan memperkenalkanya ke dewan presidensial. Akan memakan waktu sampai mereka datang sampai ke sini. bagaimana jika kita melanjutkan diskusi di lantai atas?”

***

Saat Jae Sang dan Pimpianan ke lantai atas. Chae Rin mengambil kaset dengan judul keadilan retributif. Sesuai yang dikatakan ahjumma atas teriakan yang dikatakan oleh mantan istri Jae Sang.

Sayangnya. Dari luar… ada yang menggebrak dan menutup pintu besi. Dia adalah Jae Sang.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *