Sinopsis Drama Korea Hide and Seek Episode 45 Part 2

Sinopsis Drama Korea Hide and Seek Episode 45 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Tuan Moon dan anaknya masuk ke ruang brankas. Sedangkan Min Chae Rin sedang membantu memasak.

“Bagaimana jika menunggu sebentar untuk mencari apa tujuan dia kemari?”

“Ya. lakukan itu, aku punya firasat. Tapi ingin memastikannya.” Ucap Jae Sang.

Min Chae Rin tiba-tiba masuk dan memberikan berondong pada Pimpinan. Min Chae Rin bahkan masuk ke dekat brankas dan mengambil kaset untuk meditasi Pimpinan. Dan saat Chae Rin memutar salah satu kaset. Pimpinan marah karena kaset yang diputar adalah yang paling ia tidak sukai.

Disisi lain, Eun Hyuk mengkhatirkan Chae Rin sambil mengerjakan laporan keuangan.

****

Makan malam usai *nggak ada syutingnya. Langsung ke bagian obrolan di ruang Pimpinan. Chae Rin pun mencoba memperhatikan pulpen di atas meja pimpinan.

“Melihat kalian bersama mengingatkan pada masa lalu. Ini mengharukan.” Ucap Pimpinan.

“Apa yang kamu lihat? Kamu sedang mencari sesuatu?” Tanya Jae Sang.

“Tidak. Aku akan membawa makanan penutup.” Chae Rin pun keluar ruangan.

Chae Rin mencoba mencari di setiap laci yang ada. ia mencoba satu buah pulpen. Namun Jae Sang memergokinya.

“Apa yang kamu cari? Aku yakin kamu mencari sesuatu.”

“Aku rasa salah satu antingku lepas.”

“Keduanya ada di telingamu.”

“Aneh. Tadi sepertinya hilang. Ayo minum bersama.”

***

Jae Sang mengantar Chae Rin pulang. di depan apartemen, ada Eun Hyuk.

“Kita bertemu kembali? Kenapa aku tidak berpikir kalian tinggal bersama? Yaa… sekarang dia pacarmu.”

Saat Eun Hyuk menggandeng Chae Rin. Jae Sang langsung menarik Chae Rin. “Aku sangat bermurah hati dan menghormati hubungan kalian. Aku tidak memintamu meminta segera mengakhiri semuanya. Tapi tetap saja. ini salah. Tidak bisakah kamu lebih menghormatiku? Kenapa kamu tidak melepasnya?”

“Kulepaskan jika Anda melakukannya.” Ucap Eun Hyuk.

“Lihat dirimu Eun Hyuk. Kamu merasa hebat sekarang.” Jae Sang melepaskan Chae Rin. “Puas? Lepaskan sekarang. lepaskan bedebah.”

Karena Eun Hyuk terus menggenggam Chae Rin. Jae Sang menarik kerah Eun Hyuk. “Kuperingatkan. Jika kulihat kamu memunggungiku sambil memegang tangannya lagi, aku akan membunuhmu. Chae Rin, kamu juga sebaiknya berhati-hati jika ingin melindunginya.”

Chae Rin melepaskan tangan Eun Hyuk.

***

Jae Sang pergi minum dengan Eun Hyuk.

“Sayang sekali. Aku terlalu dimanjakan saat tumbuh dewasa, tapi aku cepat paham. jika Chae Rin berpura-pura berpaling darimu, aku tidak akan memercayainya. Jadi, kamu terus menemuinya dan katakan yang kamu ingin mengambil alih Makepacific. Itu rencana kalian berdua bukan? Kamu  tertangkap basah. Lalu kamu tahu kenapa aku membuka kartuku? Apa pun rencananya, dia datang menemiku dengan karangan bunga dan memasak untukku di hari ulang tahunku. Luar biasa melihatnya duduk di dekat Pimpinan Moon.aku menyadari seperti itulah kebahagiaan. Chae Rin tidak pernah memasak di hari ulangtahunmu bukan? Memang pernikahan palsu, tapi bukan berarti kami tidak melakukan apapun selama menikah.”

“Diam.”

“Lihat. Kamu juga tidak tahan mendengarnya, maka jangan berlagak lagi.”

“Kubilang tutup mulutmu.”

“Cintai dia sebisa mungkin.tapi wanita zaman sekarang akhirnya mengjar hal praktis. Uang mengalahkan cinta.”

“Itu hanya keinginanmu. Min Chae Rin berbeda.dia akhirnya akan berada di sisiku.” Eun Hyuk pun pergi.

Jae Sang berbicara seorang diri. “Jangan mimpi. Lihat saja nanti. Siapa yang akhirnya akan tertawa.”

***

Park Hae Ran akan pergi dan ia terburu-buru.

“Kamu mau ke mana?” Tanya Nenek.

“Pergi mencari Soo A.”

“Kamu tidak tahu di mana dia. di bahkan tidak menjawab telponmu. Kenapa perlu repot begini? Khawatirkan perusahaan saja.”

“Bagiku Soo A lebih penting daripada perusahaan.”

Hae Ran pergi. Ahjumma pun pamit pergi. Nenek ketakutan karena hanya sendirian di dalam rumah. Dan tiba-tiba ada Kim Siljang datang menemui Nenek.

“Kenapa terkejut begitu?”

“Kenapa kamu ke sini? keluar dari rumahku sekarang juga.”

“kenapa? anda takut kepadaku? Benar… anda menyadari perbuatan anda.”

“Astagaa… kesalahan apa yang aku perbuat?” nenek lari ke ruangannya dan mengunci pintu. Nenek berteriak meminta Kim Siljang untuk pergi.

Sayangnya Kim Siljang punya kunci dan bisa masuk.

“Bukan aku yang jahat. Tapi anda. Na Hae Geum. Anda tidak bisa berlagak tidak tahu soal perbuatan Anda.”

“Kamu yang membawa anakmu ke rumah ini.”

“Aku terpaksa melakukannya. Anda tergila-gila dengan hubungan darahmu. Hanya itu cara untuk membuat anda membiarkan orang lain masuk. Aku sudah tahu bagaimana putriku akan diperlakkan oleh anda, tapi aku tidak punya pilihan lain. aku harus melakukannya untuk merebut perusahaan yang sangat anda cintai.”

“Pada akhirnya, kamulaj yang mencurinya dari putrimu. Hanya karena balas dendammu, kamu ingin menyerahkan perusahaanku untuk putrimu? Jangan mimpi. Selama aku, Na Hae Geum masih hidup kamu tidak bisa melakukannya.”

“Kalau begitu mati saja. meski aku mati, aku akan menjadikan Chae Rin pemiliknya. Karena Anda tidak ingin melakukannya, kita berdua harus mati dan lihat siapa yang akan mengambil alih perusahaan.”

“Aku tidak gila, kenapa aku harus mati?”

“ayo mati bersama.” Teriak Kim Siljang.

“kamu yang pendosa, bukan aku. Berani-beraninya kamu mengajakku mati denganmu.”

“Andalah yang memulai semuanya. Jika bukan karena Anda, semua masalah tidak akan terjadi.”

“Tamatlah riwayatmu. Aku sudah menelpon polisi. Mereka akan segera datang.”

“Aku akan mengakhiri semuanya setelah membunuh Anda.”

Nenek dicekik. Namun sirine polisi pun terdengar. Saat polisi masuk. Kim Siljang kabur.

***

Chae Rin ada di dalam kantor Jae Sang. Ia mencari pena. Namun Jae Sang tak lama langsung datang.

“Sedang apa kamu di sini?”

“Kamu terlambat. Aku berniat meninggalkan pesan.”

“Memangnya kita punya janji hari ini?”

“Aku hanya mampir untuk menyapa. Aku akan kembali nanti.”

“Tunggu.” Jae Sang memegang dagu Chae Rin. “Chae Rin apa yang kamu lakukan? Ini tidak seperti kamu yang biasanya.”

Bersambung…. klik di sini kelanjutannya.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat