Sinopsis Drama Korea Hide and Seek Episode 44 Part 2

Sinopsis Drama Korea Hide and Seek Episode 44 Part 2 – Episode sebelumnya kamu bisa baca di sini. Untuk selengkapnya ada di tulisan yang ini.

Do Hoon, Tuan Min dan Nenek ada di Makepacific. Nenek membaca dokumennya.

“Aigoo… bagaimana dia bisa menandatangani ini? ini tidak bisa disebut kontrak. Aigoo… kepalaku.”

“Tenanglah Nyonya. Soo A pasti juga dibodohi oleh Presdir Moon.”

“Ini bukan sesuatu yang dilakukan orang punya naluri. Apa isi kepalanya sampai begini? Bahkan anak berusia tiga tahun tidak akan melakukan itu.”

***

Ahjumma menelpon Yeon Joo.

“Yeon Joo. Jelaksan dengan baik kepada para tetua. Beritahu  mereka kamu menginap di rumah temanmu.jangan beritahu mereka kamu ke sini, mengerti? Jangan lupa makan juga.”

“Baik.”

“Apapun yang dikatakan orang lain. aku yakin kamu akan berkerja baik. Kamu cerdas dan teliti, jadi jangan terintimidasi.”

***

Yeon Joo sampai di pintu. Ia mendengar perkataan nenek di dalam ruangan.

“Bagaimana dia bisa sebodoh ini? dia tidak tahu ini akan membuat perusahaan jatuh? Ada tingkat ketidakmampuan. Aku paham dia tidak terdidik dan tidak berpengalaman, tapi bagaimana dia bisa sebodoh dan seceroboh ini? dia lebih seperti musuh yang datang menghancurkan keluarga kita.”

“Tenanglah Ibu Mertua.”

“Soo A dibohongi tanpa tahu apa pun.”

Nenek masih marah. “Itu sebabnya aku mengatakan ini. presdir Moon pasti menganggapnya sebagai sasaran empuk dan berniat menipunya karena dia tampak sangat bodoh dan mudah dipengaruhi. Aku tidak bisa memercayai keturunanku sebodoh ini. jika perusahaan bermasalah, aku tidak akan menemui Soo A. Tidak ada alasan bagiku untuk menemuinya. Setelah semua yang aku lakukan untuk melindungi perusahaan ini…itu lebih baik tanpa dia dibandingkan saat ini. dia kembali setelah 20 tahun dan menyebabkan masalah besar ini.”

***

Soo A kembali menemui Jae Sang.

“Apa yang kamu sarankan terakhir kali…ayo segera lakukan.”

“Aigoo… apa yang aku sarankan terakhir kali?”

“kamu ingin aku mengirimkan sahamku atas namamu.”

“Ah itu.”

“Akan aku biarkan kamu memimpin perusahaan kami. Kamu mengatakan akan mengembangkannya menggantikanku.”

“Aku pernah membuat saran itu, tapi aku tidak pernah tahu itu akan benar-benar terjadi.”

***

Nenek lagi-lagi datang ke Cenayang Choi.

“Aku harus memercayai siapa sekarang? bahkan perusahaanku akan diambil alih.”

“Apa yang aku beritahu padamu? Aku jelas memberitahumu seharusnya tidak membiarkan Soo A memimpin perusahaan.”

“Dia satu-satunya keturunanku. Bagaimana situasinya menjadi seperti ini?”

“Masih belum terlambat bagimu membawa Chae Rin kembali dan..”

“Kamu mulai lagi. Sudah aku beritahu kepadamu itu tidak akan terjadi. Bahkan jika dunia berakhir… apa kamu tahu siapa ibu kandungnya? Wanita itu membohongiku dan melakukan hal-hal buruk padaku selama bertahun-tahun ini.”

“Semua datang dari wasiatmu. Jika dilihat dari awalnya, kamu yang memulainya pertama kali. kecuali jika kamu menyelesaikannya, tidak ada yang bisa. Selesaikanlah sebelum terlambat. Karma buruk disebabkan oleh tindakan kejahatanmu akan mengancam hidupmu suatu hari. Tidakkah kamu melihat roh-roh jahat berkumpul di belakangmu? Mereka semua datang dari dosa-dosamu.”

“Omong kosong. Aku tidak melakukan dosa apa pun. Aku tidak melakukan kesalahan. Aku contoh umum dari orang yang lurus. Aku masuk akal dan dermawan. Aku tidak memercayaimu dan ramalan-ramalan konyolmu. Aku tidak akan datang ke sini lagi. Dasar peramal rendahan.”

“Dasar wanita tua celaka. Kamu wanita tua pikun yang akan dilempar ke lubang api karena tidak menyadari dosa-dosamu sampai akhir. Itulah kamu Na Hae Geum.”

“Apa kamu sudah gila? Kamu berani?”

Cenayang Choi disiram air oleh Nenek (sama aja yaa kepribadiannya kayak Soo A).

Ahjumma Choi malah meleparinya dengaan biji-bijian. “Pergilah… dasar arwah jahat dalam bentuk manusia. Dosa-dosa masa lalumu jelas akan menjatuhkanmu. Tunggu dan lihat saja. jika kamu berharap hidup, terlututlah di depan Chae Rin dan mintalah pengampunan. Itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan kehidupan menyedihkanmu.”

***

Tuan Min nemerima telpon dengan kaget.

“Apa? Apa maksdu anda presdir Moon? Soo A telah mengirimkan saham kepada Anda?”

Sertifikast sudah di tangan Jae Sang. “Aku tahu. Aku mau menanyakan padamu ini tentang apa.”

***

Nenek kali ini gemetar membaca dokumen.

“Ini… ini…Aigooo…. apa kamu sudah gila? Apa yang kamu lakukan? Kamu sudah membuat kekacauan dengan kontraknya. Kulihat kamu bersikeras merusak keluarga dan perusahaan kita.”

“Mungkin karena aku bodoh dan dungu.”

“Apa?”

“Aku hidup 20 tahun seperti itu, jadi aku tidak bisa membiarkan sisi murahan dan rendahanku pergi dariku.”

“Ada apa denganmu?” Tanya Hae Ran mendengar jawaban Soo A. “Situasi di dalam keluarga sudah kacau. Apa yang kamu lakukan setelah menginap tanpa pemberitahuan?”

“Dia tidak mungkin keturunanku. Dia payah sekali.”

“Aku merasa jijik menjadi keturunan Nenek. Aku seharusnya tidak kembali bukan? Aku lebih baik jika seperti itu. nenek mengatakan bahwa lebih baik jika nenek tidak pernah menemukanku.”

“Apa? Ibu benar-benar mengatakan itu? Omma!!!”

***

Min Chae Rin ditelpon Do Hoon.

“Ohh… Do Hoon Oppa. Jae Sang pasti sengaja membuat Soo A kesal, karena kontrak itu. dia lebih mampu untuk itu. kamu harus membantu Tuan Min di sisinya.” Chae Rin menutup telponnya.

“sepertinya ini lebih buruk dari dugaan kita.” Ucap Eun Hyuk.

“Kurasa perusahaan kita akan diserahkan kepada Grup Taesan.”

“Apa?”

Kemudian ada bunyi bel. Eun Hyuk membukanya dan Nenek langsung masuk.

“Aku melihat bahwa putra penculik dan putrinya yang mendlanginya menghabiskan waktu menyenangkan bersama.”

“Kenapa anda ke sini?”

“Bangkitkan perusahaan kembali. Kamu harus membayar dosa-dosa Ibumu.”

“Apa gunanya membangkitkan perusahaan jika itu menjadi milik Soo A?”

“Jangan beritahu aku kamu merencanakan ini dengan Ibumu?”

“Keluarlah dari sisni jika Anda terus meracau seperti ini.”

“Kim Siljang… ah bukan. Maksudku ibumu. Pikirmu aku akan tinggal diam?”

“Sebelum itu, minta maaflah dahulu baik kepadaku atau Kim Silajng.”

“Untuk apa aku minta maaf? Aku tidak melakukan kesalahan apa pun.”

“Apa yang telah nenek lakukan dengan anak-anak malang yang merindukan cinta dan kasih sayang itu? dan bukan satu kali saja, tapi dua kali. bisa-bisanya anda membawa mereka masuk sebagai keturunan pengganti untuk menerima kesialan dari keturunanmu? Bagaimana perasaanmu disudutkan keturunanmu sendiri? Soo A telah memberi Anda pelajaran bagus.”

Nenek akan menampar Chae Rin namun dihalau oleh Eun Hyuk.

“Dasar sampah. Lepaskan tanganmu.”

“Jangan berani-beraninya menyentuh semaumu.”

“Dasar makhluk kotor.”

“Aku sudah selesai dengan perusahaan dan keluarga Anda, jadi pergilah. Dan jangan pernah menemuiku lagi.”

Nenek mengingat dia meminta maaf pada Pimpinan Moon.

“Maafkan aku pimpinan. Soo A melakukan kesalahn tanpa tahu apa-apa., jadi jika kamu membiarkan ini sekali saja…akan aku turuti apa pun ucapanmu.”

“Kamu akan melakukan apapun?”

“Ya. pimpinan.”

“Kalau begitu berlututlah di depan Min Chae Rin jika kamu harus dan kirim dia kembali ke rumah kami sebagai istri Jae Sang.”

Nenek belum bergi dari apartemen Chae Rin.

Nenek berlutut.

“Nenek sedang apa?”

“Tolong aku. Selamatkan perusahaan sekali saja. kumohon kepadamu Chae Rin.”

Bersambung,…. klik di sini kelanjutannya.

Komentar  Sinopsis Drama Korea Hide and Seek Episode 44

Kepribadian Soo A sangat pemarah. Dia ngambek…. hahahah… tapi akhirnya dia jadi salag=h satu kunci menuju episode akhir.

Sangat disayangkan saja sih… Kim Siljang yang sangatberani tiba-tiba kok jadi pengecut yang ngacir pergi begitu saja. apa kek gitu.

Dan nenek tetap menjadi sumber dari segala sumber masalah yang ada. nggak tahu malu banget emang kalau lagi ada maunya aja.

Masih belum jelas bagaimana ke depan. Tapi kayaknya Eun Hyuk punya senjata untuk menghancurkan Taesan. Bau-baunya sih happy ending yaa… minggu depan adalah endingnya. Jadi, nantikan saja dan jangan lupa baca review akhirnya yaa nanti.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!