Sinopsis Drama Korea Hide and Seek Episode 43 Part 1

Sinopsis Drama Korea Hide and Seek Episode 43 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca tulisan yang ini.

“Tidak… Tidak mungkin. Bahkan jika orang lain berpikir benar, aku tidak akan pernah menerimanya. Kamu tidak pantas menjadi Ibu seseorang.”

“Behentilah bicara hal bodoh dan jawab aku. Di mana Cha Eun Hyuk sekarang?”

“Jangan berani-benarinya menyebut namanya. kamu orang jahat. Aku tidak bisa percaya selama ini kamu melihatku tanpa ekspesi saat aku menangis setiap hari. Aku tidak bisa memercayainya. Kamu seharusnya tidak ketahuan sampai akhir. Kenapa kini membiarkanku tahu siapa kamu sebenarnya? Kenapa aku harus tahu? Aku bisa memaafkanmu karena menelantarkanku di masa lalu. Namun aku tidak bsa memaafkanmu untuk berada di sisiku selama ini. kamu bukan… kamu bahkan bukan manusia. Kamu bukan seorang ibu. Tunggu dan lihat saja. kamu akan melihat bagaimana aku akan mengutukmu dan merendahkanmu.”

Min Chae Rin pun pergi. Kim Siljang pun berkaca-kaca.

***

Eun Hyuk sudah disekap. Kim Siljang berkata padanya.

“Kamu sudah sadar? Kamu memberitahu Chae Rin tentangku? Itu keputusan buruk. Akan lebih baik jika kamu tetap diam.”

“Maka kamu akan kehilangan peluang untuk dimaafkan atau dipahami.”

“Aku tidak akan memulai semua ini jika aku menginginkan itu.”

“Apa kamu tahu tentang perasaan dendam yang dimiliki anakmu seumur hidupnya?”

“Itu bukan urusanmu. Kamu tidak tahu apa-apa. Chae Rin bisa bahagia jika menjadi Pemilik Makepacific. Jika dia menjadi pemiliknya, semuanya tidak penting bagiku.”

“Itu tidak ada artinya meski Chae Rin memiliki perusahaan seperti itu.”

“Itu cukup berarti. Perusahaan itu adalah impiannya. Pimpinan Moon akan mewujudkan impiannya. Di sisi lain, kamu harus menghilang.”

Kim Siljang memberi perintah pada orang suruhannya. “Awasi dia dan singkirkan dia jika waktunya tiba.”

***

“Jika Sun Hye masih hidup. apa artinya itu? tidak mungkin. Dia bahkan tidak bisa bergerak setelah kecelakaan mobil itu.”

“Ibu tidak melihatnya mati.”

“Apa maksudmu? Ibu melihatnya sendiri.”

“Apa ibu ada di sana saat kecelakaan itu terjadi?”

“Tidak… itu salah. Bagaimana pun kenapa kamu tiba-tiba membicarakannya? Kamu benar-benar menemuinya?”

“Ya.”

“Apa kamu tidak salah orang?mustahil dia bisa selamat. Jangan pernah menyebut namanya lagi. Sikap tidak masuk akalmu membuat Ibu gelisah.”

***

Ahjumma mempersiapkan makanan untuk Yeon Joo. Ahjumma masih bersikap baik pada Yeon Joo.

“Aku bisa saja menjalani hidup lebih baik di rumah ini selama ini. lalu aku tidak akan membuat kesalahan-kesalahan bodoh itu atau mendengar kata-kata penuh kebencian saat membiasakan diri di sana.”

“Apa? Kamu bilang ada yang  membencimu? Siapa itu? apa keluarga di rumah itu mengatakan sesuatu padamu? Ada apa? Beri tahu padaku.”

“Aku melakukan sesuatu yang buruk, Omma. Bukan hanya sekali. Aku sdah membuat kesalahan lain di waktu lalu.”

“Astagaaa… aku tidak tahu apa tepatnya kesalahanmu itu, tapi semua orang membuat kesalahan saat mencoba melakukan hal baru. Kamu tidak bsa bagus dari awal. Orang-orang bodoh itu. anakku sangat berbakat. Mereka tidak tahu pintarnya kamu. kamu mau aku ke sana dan berlutut untuk memaafkanmu?”

Yeon Joo pun memeluk ahjumma.

***

“Sudah aku bilang aku tidak mau bicara denganmu.” Ucap Chae Rin pada Kim Siljang,

“Aku tidak memanggilm ke sini untuk mendengarkanmu. Dengarkan perkataanku. Grup Taesan adalah perusahaan terbaik di negeri ini. dan Moon Sajang punya kuasa di dalam perusahaan itu. jika dia menjadi pimpinan, dia akan dapat mengusai ekonomi negara ini sesukanya.kamu harus ingat bagaimana kamu diperlakukan saat menjadi istrinya meski kalian menikah karena kemudahan. Kamu selama ini diperlakukan seperti ibu negara.”

“Itu tidak membuatku bahagia. Jadi, apa inti pembicaraanmu?”

“Kamu bilang kamu ingin membalas dendam kepadaku. Kamu mengatakan ingin balas dendam karena caramu diperlakukan. Maka milikilah kuasa dulu. manfaatkan Presdir Moon. Manfaatkan dia dan lalukan keinginanmu itu.”

“Jadi, itu sebabnya kam bertahan di sisi Nenek? Karena kamu bisa memanfaatkannya?”

“benar. Itu sebabnya aku melakukan semuanya untuk meraih kepercayaannnya sampai sekarang. apa yang salah dengan itu? tidak banyak orang yang benar-benar tahu keinginan mereka dalam hidup ini. namun kita tahu dengan amat baik. Kita diberkati karena tahu ambisi kita dan setia dengan hasrat kita.”

“Tidak. Keinginanmu tidak akan terwujud.aku pikir hidupku ada di dalam kendaliku, tapi ternyata selama ini kamu berada di balik ini. memikirkannya saja membuatku gila. Apa kamu benar-benar berpikir aku akan mendengarkanmu? Aku tidak akan pernah melakukan itu.”

Kim Siljang memperlihatkan video Eun Hyuk yang disekap. “Apa kamu akan mengabaikan ini?kembalilah ke Moon Sajang. Menjadi bagian dari keluarga Grup Tesan lagi, dapatkan kendali dari perusahaan Na Hae Geum dan hiduplah dengan layak. Kamu hanya harus merelakan Cha Euan Hyuk.”

“Tidak. Aku tidak tertarik dalam impianmu.”

“Kurasa kamu tidak masalah jika dia bisa saja mati.”

***

Min Chae Rin mengingat ucapan Eun Hyuk.

“Sesuatu bisa saja terjadi padaku. Moon Jae Sang atau Kim Siljang  jelas akan melakukan sesuatu. Mereka mau menyingkirkanku dari sisimu.  Aku memasang alat pelacak di sepeda motor untuk berjaga-jaga. Jika terjadi sesuatu padaku, hubungi temanku, Kyung Sik, segera dan pergilah bersama. Jangan pernah pergi sendirian. Apa itu jelas?

***

Min Chae Rin lanjut bicara. “Lalukan sesukamu. Aku tidak takut kepadamu.”

“Baiklah. Kita lihat seberapa kama kamu bisa bertahan.”

Setelah Kim Siljang pergi. Chae Rin menghubungi Kyung Sik.

***

Saat Eun Hyuk akan dibawa pergi. Kyung Suk dan Chae Rin datang menyelmatkan Eun Hyuk. Kyung Sik pun datang dengan senjata.

Terjadi baku hantam. Namun sirine polisi langsung terdengar dan membuat para penyekap kabur. Misi gagal. Kim Siljang pun diberi tahu.

***

“Aku tidak bisa bayangkan tidak bisa menemuimu lagi.” Ucap Chae Rin di rumah pada Eun Hyuk. “Kenapa mereka melakukan ini kepadamu? Aku tidak tahan lagi.”

Chae Rin akan pergi lagi. Namun langsung ditenangkan oleh Eun Hyuk.

“Kim Siljang diadopsi dari rumahmu saat dia masih kecil karena keinginan nenekmu. Bagi orang lain seperti adopsi normal.”

“Apa sebenarnya maksudmu? Itu tidak mungkin.”

“Ya. dia juga diadopsi sebagai pengganti untuk menerima kesialan.”

***

Nenek menemui Cenayang Choi.

“Pertanyaan Hae Ran tentang Sun Hye, masih menghantuiku. Kenapa dia membicarakan seseorang yang sudah lama mati?”

“pernahkah kamu mendengar tentang menyingkirkan karma burukmu? Secara harfiah berarti kamu harus memperbaiki kesalahanmu. Bawa Chae Rin kembali ke rumah. Rumah dan perusahaanmu keduanya membutuhkan Chae Rin.”

“Ada apa denganmu? Kamu sudah memakai semua kekuatanmu? Kenapa kamu bicara omong kosong?”

“Tidak bisakah kamu tetap melihatnya? Nona Soo A tidak cocok untuk posisi itu. jika dia memimpin, perusahaan tinggal menunggu waktu untuk jatuh.”

“Apa katamu? Jangan katakan itu tentang Soo A.”

“Badai akan segera datang. kamu tidak akan bisa mencegahnya.”

“Lalu apa? Apa kamu mau memberitahuku membawa Chae Rin kembali, alih-alih keluargaku? Aku melalui banyak hal untuk mengembangkan perusahaan itu. aku tidak akan pernah menuruti ucapanmu bahkan jika itu berarti kematianku.”

***

Kim Siljang pulang. ia bertemu dengan Park Hae Ran.

“Nyonya Na pasti keluar. Aku tidak melihat mobilnya.”

“Dia menemui Cenayang Choi. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Dia meyakini ucapan sekadar cenayang. Setelah aku pikirkan, semua yang terjadi di rumah ini melibatkan Cenayang Choi.”

“Harus aku akui itu cukup bagus untuk menghibur Nyonya Na. Kenapa kamu dipulangkan dari rumah sakit begitu cepat?”

“Kamu ingin aku berada di rumah sakit dan bertingkah seperti orang gila bukan?”

“Kamu terdengar sangat gelisah. Akan aku ambilkan obat penenangmu.”

“Apa yang maksudmu ini?” Hae Ran memegang obatnya. “Aku dibohongi selama 20 tahun terkahir dan meminum ini dengan mengira ini adalah obat penenang. Kamu… apa yang kamu lakukan pada putriku? Apa kamu menculik Soo A?”

“Tentu saja tidak. Menumlah obatmu dan tidurlah.”

“Kim Sun Hye. Kenapa kamu kembali ke rumah kami? Apa rencanamu?”

Park Hae Ran menelpon suaminya. “Yeobo… pulanglah sekarang juga. Aku harus bicara denganmu.”

Kim Siljang langsung mengambil ponselnya. Hae Ran berteriak meminta tolong pada ahjumma pembantu.

Berlanjut ke bagian 2 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat