Sinopsis Drama Korea Hide and Seek Episode 42 Part 1

Sinopsis Drama Korea Hide and Seek Episode 42 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya ada di tulisan yang ini.

Tuan Min marah besar. “Kamu mengerti kontrak ini ketika mendandatanganinya? Kamu membacanya atau tidak?”

“Tentu saja. ayah pikir aku tidak membacanya? Aku sudah membacanya dan mengevaluasinya.”

“Dan kamu masih menandatanganinya? Kamu sudah gila? Atau kamu memihak Taesan? Kamu ke sini untuk menimbulkan masalah?”

“Appa… kenapa bicara seperti itu?”

“Ahjusssi it agak…” Ucap Do Hoon.

“Kalau bukan begitu, kamu dipermainkan Presdir Moon. Kamu mengerti?”

“Kamu pasti tidak tahu karena ini adalah kontrak cina. Tapi kita tidak memiliki hak yang sama untuk bisnis bailing. Sebelumnya bukan masalah, tapi karena kontrak sudah direvisi, perusahaan kita mungkin di posisi yang lebih tinggi, tapi hak untuk managemen dan pemanggilan dewan direksi berada di bawah nama Bailing.” Do Hoon menjelaskan.

“Apa?”

“Kontrak ini tidak masuk akal. Perusahaan kita bisa bangkrut.”

“Benarkah?” Soo A masih tidak percaya.

“Tidak hanya Bailing.tapi Taesan. Perusahaan delegasi, memiliki hak yang sama juga. Aku curiga mereka sudah bersepakat.”

***

Dan ahjumma masih membersihkan foto Yeon Joo. Ahjumma masih belum bisa melepaskan Yeon Joo. Bahkan saat foto Yeon Joo tertendang adiknya. Ahjumma sangat resah.

***

Eun Hyuk mengikuti pembawa motor yang berhenti di suatu tempat.

***

Min Chae Rin pergi ke rumah nenek. Di gerbang, ia bertemu dengan Kim Siljang.

“Aku baru bertemu dengan Samunim.”

“Begitu? aku baru mau ke rumah sakit.”

“Samunim menceritakan teman masa kecilnya. Namanya Kim Sun Hye.”

***

Di sisi lain Eun Hyuk yang melihat pengendara motor sudah pergi dari tempat tujuannya. Keluar dari mobil dan masuk ke tempat yang dimaksdu. Tempat itu adalah tempat Cenayang Choi.

“Sepertinya kamu tidak membuat reservasi.”

“Aku harus memeriksa sesuatu. Ini tentang Kim Sun Hye yang merencanakan penculikan Min Soo A. Dia mengubah namanya menjadi Kim Sook Young dan saat ini bekerja sebagai asisten Na Hae Geum. Ada yang aku tanyakan tentang dia.”

“Kamu siapa?”

“Aku Jo Sung Min. Anak Jo Pil Doo.”

***

Ke Chae Rin lagi.

“Di mana anak yang nenek ambil dari panti asuhan itu?”

“Astagaaa… kamu benar-benar tidak punya pekerjaan ya?”

“Samunum tahu namanya. Kim Sun Hye. Bagaimana namanya persis dengan di guci palsu? Jawab aku.”

***

Ke Eun Hyuk lagi.

“Kalian tidak hanya merusak kehidupan Min Soo A dan Chae Rin, tapi hidupku juga. Bagaimana kamu dengan lancang bisa mengubah nasib orang lain, dan merencakan penculikan itu? bagaimana bisa ada yang berpikir menyeret anaknya sendiri dalam tindakan konyol seperti itu saat tahu mereka akan menderita? Aku tidak akan memaafkanmu. Tidak… aku akan melaporkanmu karena menghasut penculikan Min Soo A.”

“Karena itulah satu-satnya cara. Wanita itu terobsesi pada garis keterunannya. Ini satu-satunya cara untuk menghukumnya.” Choi menjawab dengan santai.

“Kenapa kamu harus sampai sejauh ini? bisa-bisanya balas dendam hanya karena adopsi diputus?”

“Sun Hye tidak hanya sekedar anak adopsi. Sama seperti Chae Rin, dia dibawa ke sana sebagai pengganti untuk menerima nasib buruk.”

Kilas balik.

Seorang anak perempuan di bawa seorang perempuan dewasa. Kemudian diserahkan kepada Nyonya Na.

“Halo. Namaku Kim Sun Hye. Waaahh… aku menyukai rumah Anda. Terima kasih telah membawaku ke tempat cantik ini.”

“Selamat datang. semoga kamu dan putriku, Hae Ran akrab sebagai teman dan saudari.”

“Namanya Hae Ran? Nama yang cantik.”

“Namamu juga cantik. Kim Sun Hye.”

“Benarkah. Nyonya yang pertama mengatakannya. Aku mulai menyukai Samunim.”

“Mulai saat ini panggil aku Omma.”

Kilas balik berakhir.

Cenayang Choi melanjutkan, “Na He Geum, wanita jahat itu. dia berbohong pada dunia dan orang-orang di sekitarnya. Dia bertindak seolah akan merawat Sun Hye seperti putrinya sendiri, tapi bukan itu yang dia lakukan. Putrinya, Park Hae Ran. Tidak butuh teman. Tapi pengganti untuk menerima nasib buruknya. Begitu Sun Hye tahu dia dibawa ke rumah itu karena ahli waris yang sakit itu, dia melarikan diri, dan Na Hae Geum mengejarnya. Saat melarikan diri, Sun Hye mengalami kecelakaan tabrak lari. Baik pengemudi dan Na Hae Geum menonton anak malang itu meregang nyawa dan pergi. Kebetulan aku lewat di sana dan menyelamatkan hidupnya.”

“Bisa-bisanya dia setega itu. bagaimana dia bisa melakukannya dua kali? bagaimana dia bisa membawa anak-anak tanpa orang tua ke rumahnya?”

“Begitulah sifat aslinya. Dia akan melakukan apa saja untuk garis keturunannya. Ajaibnya, Sun Hye selamat, tapi hidupnya sangat berantakan. Tubuh dan jiwanya diracuni. Dia melahirkan Chae Rin sebagai Ibu tunggal, kemudian dia mulai merencanakan balas dendamnya kepada Na Hae Geum.”

“Tetap saja, bagaimana dia membuat putrinya melali kemalangan yang sama dengan yang dialaminya? Dia lebih tahu dari siapapun apa artinya menjadi pengganti.”

“Dia melakukannya bukan hanya untuk balas dendam. Kamu tidak berpikir kalau dia juga ingin anaknya sendiri berada di sisinya?”

“Tetap saja itu tidak bisa dimengerti.”

“Siapa yang bisa mengerti? Siapa yang bisa mengerti bahwa hanya itu caranya agar Chae Rin ada di sisinya? Untuk membawa Chae Rin ke rumah itu dan menjadikannya pemilik Makepacific, dia tidak punya pilihan lain. lalu saat itu, Soo A jatuh sakit dan Sun Hye mendapatkan kesempatan.”

***

Ke Chae Rin lagi.

Chae Rin mengeluarkan obat. “Jangan bilang kamu tidak tahu obat ini. jika dikonsumsi untuk jangka waktu yang lama, obat ini akan membuatmu gila dan melumpuhkan saraf pusatmu. Samunim percaya ini adalah obat penenang. Aku yakin dia tidak punya pilihan karena kamu menukar botolnya. Aku rasa aku akhirnya mengerti alasan dibalik kegilaannya.”

“Lalu? Kamu akan mengungkapnya?”

“Sekarang kamu takut? Sekarang kam takut sifat aslimu akan terungkap?”

“Memang apa yang akan kamu dapatkan setelahnya?”

“Setidaknya aku bisa menyakiti seseorang.”

“Kamu mengancamku?”

“Tidak bisa aku bilang tidak.”

“Jika kamu mengungkapnya, pada Nyonya atau Samunim. Kamu tahu apa yang akan terjadi pada Cha Eun Hyuk. Kamu sudah lupa? Kamu tidak bisa mengendalikanku. Sekarang kamu mengerti sebesar apa halangan Eun Hyuk bagimu?”

***

Kim Siljang mengunggui Park Hae Ran.

“Kamu ingat Sun Hye. Kamu hanya menghabiskan waktu yang singkat dengannya. Seharusnya kamu melupakannya. Seharusnya kamu bilang ke Chae Rin kamu tidak mengenal Sun Hye. Akhir masalah ini di depan mata. sayang sekali Chae Rin sudah mengetahui kebenarannya. Hae Ran… Sun Hye selalu berada di sisimu. Bahkan sekarang. kalau saja Ibumu tidak membatku mengalami ini semua, aku juga tidak akan mengusik putrimu. Dosa hanya mendatangkan lebih banyak dosa. Beristirahatlah.”

Kim Silang pun pergi.

Dan ternyata Park Hae Ran tidak tidur.

berlanjut ke bagian 2 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *