Advertisements

Sinopsis Drama Korea Hide and Seek Episode 39

Sinopsis Drama Korea Hide and Seek Episode 39 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. Untuk selengkapnya bisa kamu cari tahu di sini.

“Kamu mengenal ibuku?”

“Sangat kenal.”

“Siapa dia?”

“Temui Nyonya Na dahulu dan batalkan pemutusan adopsinya, pengacara Baek bilang masih mungkin untuk membatalkannya jika kamu membuat keputusan.”

“Aku bertanya siapa dia.”

“Hentikan pemutusan lebih dahulu. Apakah kamu tidak lelah berpura-pura bodoh? Mana bisa kamu mengambil hakmu jika sudah tidak berhubungan secara hukum?”

“Maksudmu warisan dari nenek?”

“Pikirkan kembali waktu yang kamu habiskan di rumah ini. kamu tidak tahu betapa menyedihkannya kamu saat ini, bukan?”

“Kekhawatiran macam itu bukan sesuatu yang dimiliki seorang Ibu bagi putrinya. Aku lebih baik mendengar itu dari ibuku sendiri. di mana dia sekarang?”

“Jika ingin tahu, turuti perintahku dan hentikan omong kosong tentang cintamu.”

***

Min Chae Rin pulang ke rumah Eun Hyuk. Ia nampak terdiam. Dan Chae Rin bercerita bahwa Kim Siljang tahu Ibu Chae Rin. Eun Hyuk pun bercerita bahwa orang misterius dengan motor yang memberikan rahasia nenek bertemu dengan Kim Siljang di jalan.

***

Di rumah Nenek, seperti biasanya Kim Siljang merawat nenek dan nenek merasa beruntung memiliki Kim Siljang.

Saat Park Hae Ran datang. Kim Siljang memberikan Hae Ran obat yang sudah dikonsumsinya selama 20 tahun.

***

Nenek bertemu dengan Dukun Choi. Sementara Kim Siljang ke gereja.

Choi pun mengucapkan selamat karena nenek sudah mendapatkan apa yang dia inginkan.

***

Min Chae Rin yang masih bingung. Akhirnya pergi ke rumah nenek. Di pintu gerbang, ia bertemu dengan Kim Siljang yang melarangnya untuk masuk.

Chae Rin juga menanyakan perihal apakah Kim Siljanglah yang membantu Chae Rin untuk tidak dipecat dengan artikel skandal nenek.

Nenek pun datang. ia langsung mengusir Chae Rin bergitu melihatnya.

“Ini tentang pembocoran teknologi baru kosmetik Nari. Nenek tidak mau tahu bagaimana itu bisa jatuh ke tanganku?”

“Ikut aku ke dalam.”

***

“Siapa yang menyuruh Nenek membawaku sebagai pengganti penerima kesialan? Beritahu aku agar aku bisa memberitahu nenek apa yang ingin nenek ketahui.”

“Choi, dia adalah seorang cenayang. Dia mengatakan Soo A, akan mati jika dibiarkan seperti itu. itu sebabnya aku membawamu dari panti asuhan yang disponsori Kim Siljang. Jadi, siapa di balik Kosmetik Nari? Orang jahat itu pantas mati.”

“Dia orang yang nenek kenal dengan baik. Dia sangat dekat dengan nenek.”

“Jadi siapa dia?”

Kim Siljang mengirim pesan teks pada Chae Rin. Isinya adalah nama ibumu adalah Kim Sun Hye. Jika kamu memberi tahu Nyonya Na tentangku kamu tidak akan pernah tahu di mana ibumu.

Dan Chae Rin mendadak pergi dari hadapan nenek.

***

Saat keluar, Kim Siljang mendekati Chae Rin dan marah.

“Katakan di mana Ibuku?”

“Permintaan Ibumu adalah untuk menjadikanmu pemilik dari Makepacific.”

“Siapa kamu? Kim Siljang?”

“Aku hanya seseorang yang mengenal Ibumu dengan baik. Satu-satunya orang yang tahu di mana Kim Sun Hye. Jika kamu berusaha mengancamku di depan Nyonya Na lagi, ingat saja kamu tidak akan bertemu dengan Ibumu.”

***

Pihak dari pengendara motor misterius mulai tahu bahwa ia diikuti Eun Hyuk dan melaporkan pada Kim Siljang. Di rumah Nenek, Park Hae Ran merasa sangat pusing setelah meminum obat, Kim Siljang pun meminta Park Hae Ran untuk tidur siang.

***

Chae Rin dan Eun Hyuk di rumah. Chae Rin menceritakan bahwa dia sudah tahu nama ibunya dari Kim Siljang. Chae Rin banyak menangis dan Eun Hyuk berusaha menenangkannya.

Karena sangat penasaran. Chae Rin ditemani Eun Hyuk datang ke panti.

Petugas hanya memberikan selembar tulisan dalam selimut saat Chae Rin dititipkan. “Nama Kim Chae Rin, tanggal lahir 1 desember 1991. Selain itu tidak ada lagi petunjuk lainnya.

pengurus tiba-tiba mendapatkan telpon dari seseorang dan membenarkan bahwa Chae Rin ada di panti namun tidak lama lagi dia akan pergi.

Saat masih di luar panti, Eun Hyuk dan Chae Rin melihat Kim Siljang yang datang ke panti dengan membawa banyak sekali tas. Tak berlangsung lama, Kim Siljang pun masuk kembali ke taxi dan diikuti oleh Chae Rin.

Kim Siljang pergi ke rumah abu. Di rumah abu ada nama Kim Sun Hye. Min Chae Rin dan Eun Hyuk diam-diam melihatnya.

“Selamat tinggal Sun Hye. Putrimu, Chae Rin, tumbuh dengan baik. Jangan khawatirkan dia. aku akan segera kembali.” Kim Siljang pun pergi.

Chae Rin yang mendekati abu Kim Sun Hye.

“Aku kira dia meminta Kim Siljang agar aku diadopsi oleh keluarga kaya. itu sebabnya Kim Siljang membawaku ke sana dan membiarkan aku hidup melewati kesulitan.”

Eun Hyuk hanya memeluk Min Chae Rin.

***

Dengan koneksinya, Eun Hyuk mencoba mencari nama Kim Sun Hye.

Saat Chae Rin masuk ke rumah. Ada Jo Pil Doo di dalam rumah Eun Hyuk. Chae Rin langsung mengusir Pil Doo. Pil Doo hampir menampar Chae Rin namun ada Eun Hyuk yang masuk. Akhirnya Pil Doo pun diusir oleh Eun Hyuk.

***

Merasa tidak aman. Eun Hyuk mengirimkan Chae Rin ke tempat yang baru dan lebih layak untuk ditinggali.

***

Soo A mengingat kalimat Jae Sang yang memanas-manasi bahwa Tuan Min sengaja memojokkan Soo A. Dan dengan gegabah, Soo A meminta pekerja di gudang untuk membuang semua kelebihan bahan yang ada.

“Lagi pula tidak ada gunanya menyimpan ini.” Ucap Soo A.

“Tapi ini di luar kuasa Anda. Kepala bagian Min Chae Rin melalui banyak kesulitan mendapatkan ini. dia berusaha keras memperoleh bahan mentah dari pemasok yang dia kenal karena seleksi ketat.”

“Jadi. Maksudmu kamu tidak bisa melakukannya? Kamu berani membalas ucapanku? Kenapa kalian tidak bergerak?”

Soo A mengamuk dan minta staf membuang bahan.

Kemudian Chae Rin datang (ia datang karena diberitahu oleh Do Hoon).

“Kamu sudah gila? Kenapa membang bahan mentah?”

“Kenapa kamu di sini? aku manager di sini.”

“Kamu harus menemukan solusi untuk memecahkan masalah. Menyingkirkannya dari pandanganmu tidak akan membuat semuanya beres. Apa kamu tahu ini bahan mentah apa?”

Chae Rin meminta para pegawai kembali pergi. Namun Soo A marah dan melarangnya.

Chae Rin melanjutkan bicara, “Semua ini bahan dasar untuk produk-produk kita. Bisakah kalian menyingkirkan dengan tangan yang menciptakan produk kita? Kalian yakin bisa melakukannya?”

“Aku putri Pimpinan. Min Joon Sik. Dan kepala bagian keuangan. Aku akan menjadi pemilik perusahaan ini. Min Chae Rin di sini adalah penjual keliling. Kalian putuskanlah. Kalian mendengarkan siapa.”

“Kami masih tidak bisa membuang bahan-bahan ini dengan tangan kami sendiri.”

Soo A akhirnya mengamuk. Ia merusak bahan baku yang ada di pabrik dengan menjatuhkan tong-tong bahan baku. Chae Rin mencegahnya dan Do Hoon datang memisahkan Chae Rin dan Soo A.

“Pikirmu kamu siapa? ini bukan urusanmu!!” Teriak Soo A.

“Hentikan. Ada solusi untuk masalah ini. semua ini masih bisa dipakai. Ini masih bisa dipakai untuk detergen dan sabun. Ini bisa dipakai di mana pun, ini tidak perlu dibuang.”

***

Ada percakan antara Pimpinan Moon dan Jae Sang.

“Jadi, si Putri Kandung tidak becus bekerja dan itu akan mempermudah kita.”

“Aku mengatakan sesuatu yang akan membuatnya segera menyerah. Dia juga mudah marah. melihat bagaimana dia langsung bereaksi saat aku memancingnya.”

“Itu kabar bagus. Bayangkan apa yang terjadi jika ada orang seperti Min Chae Rin di sana. Situasinya tidak akan sama. bagus bagi kita di sudah tidak ada.”

***

Chae Rin bekerja dengan patnernya sesama penjual keliling.

“Sayang sekali untuk memberikan ini sebagai caontoh. Aromanya enak dan kualitasnya juga sangat bagus. Aku mendapatkan banyak panggilan menanyakan apa ini dijual terpisah. Aigooo… contoh-contoh ini jelas meningkatkan penjualan.”

“Senang mendengar ini terjual dengan baik.”

“Ini ide siapa? ini ide cemerlang. Orang itu pasti genius,”

***

Kali ini Min Soo A dipuji, “Bagaimana kamu bisa terpikirka ide itu? bagaimana kamu bisa berpikir untuk memakainya pada detergen dan sabun dan menyerahkannya sebagai contoh?” Tanya Tuan Min.

“Aku putri ayah, tentu saja aku tahu.”

Do Hoon yang tahu hanya diam saja.

“Itu gerakan yang bagus. Akan lebih baik kita mengubahnya menjadi produk asli, tapi ini cukup bagus.”

“Aku tahu. Bahan-bahan mentah itu terlalu berharga bagiku. Aku tidak bisa membuangnya begitu saja.”

“Tentu saja. ayah senang mendengar itu.”

***

Do Hoon pun keluar. Ia berbicara pada Soo A.

“Kamu harus memberitahu yang sebenarnya. Itu ide Chae Rin.”

“Kamu tidak suka aku mendapatkan pujian dari ayah? Apa kam harus selalu seperti ini?”

“Kamu tidak perlu berbohong untuk mendapatkan pengakuan. Jika kamu belajar secara profesional dan menjadi dapat diandalkan…”

“Itu membutuhkan waktu yang lama, membuuhkan waktu bertahun-tahun mempelajari semua tanggung jawab. Apa ayah akan menungguku selagi aku belajar? Dia sudah menghukumku untuk satu kesalahan yang aku buat. Jika tidak aku lakukan, kepercayaannya tidak bisa aku dapatkan kembali. Aku tidak mau kehilangan kepercayaan dia selamanya.”

“Apa maksudmu?” Tiba-tiba Tuan Min muncul.

Bersambung,,,, klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *