Sinopsis Drama Korea Hide and Seek Episode 29 Part 1

Sinopsis Drama Korea Hide and Seek Episode 29 Part 1 – Untuk episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. selengkapnya bisa kamu cari tahu di tulisan yang ini.

Yeon Joo tahu ahjumma memanggil namanya. Dan Park Hae Ran langsung memeluk Soo A.

Keduanya sama-sama menangis. Saat Hae Ran lemas, Chae Rin langsung mendekati Hae Ran.

“Omma,,, Omma tidak apa-apa?”

“Ommaaa…” Ucap Yeon Joo.

“Jika sangat mencemaskannya, kenapa kamu tidak pergi dahulu. Berhenti mengejutkan Ibuku.” Chae Rin malah memarahi Soo A. Chae Rin bahkan mendorong Soo A. “Aku akan mengurusnya.

“Aku akan mengurus Ibuku.” Ucap Soo A. Park Hae Ran pun melepaskan tangan Min Chae Rin.

“Ayo masuk Soo A.”

Yeon Joo masuk. Chae Rin menangis, begitu pula ahjumma.

“Anakku, Yeon Joo.” Mendengarnya, Hae Ran langsung menemui ahjumma.

“Apa katamu? Anakku? Aku tanya apa kamu menyebutnya anakku?” Hae Ran meninggikan suaranya. “Beraninya kamu menyebutnya anakku.”

“Uriee… Yeon Joo.” Hae Ran langsung memukul ahjumma begitu ahjumma berkata demikian.

“Kamu tidak mengembalikan anakku. Apa kamu pantas disebut manusia? Jika bukan karena kamu, Soo A akan bahagia di lingkungan yang baik. Dia tidak perlu melalui banyak penderitaan.” Ahjumma pun terduduk lemas. “Aku tidak akan pernah memaafkanmu. Tunggu pembalasanku. Aku akan membuat hidupmu menderita. Hidupmu akan sangat menderita sampa-sampai kamu berharap bahwa kamu lebih baik mati.”

Park Hae Ran kembali masuk bersama dengan Soo A.

***

“Apa yang dilakukan nona ini di sini?” Tanya nenek saat melihat Soo A. “Kenapa kamu membawanya masuk? Sepertinya aku sudah melarangmu ke mari. Aku tidak suka orang masuk ke rumahku padahal mereka tidak punya hubungan darah denganku.”

“Hentikan.” Ucap Hae Ran.

“Kamu masih muda. Seberapa jahat dirimu kelak? Aku menyuruhmu berhenti menipu Hae Ran dengan mendekatinya.”

“Aku bilang berhenti.” Hae Ran mulai marah. “Jangan lakukan itu pada Soo A.”

“Kamu pasti gila lagi. Minum obatmu sebelum kegilaanmu menjadi-jadi.”

“Ibulah yang memerlukan obat itu. ibu tidak bisa lihat? Ibu tidak bisa lihat dari wajahnya?”

“Kendalikan dirimu, bodoh. Kenapa kamu masih di sini? pergilah. Aku harus menyeretmu? Kemari…” nenek mengambil Soo A namun Hae Ran mendorong nenek hingga terjatuh.

“Jangan menyentuh Soo A.”

Soo A pun dimasukkan ke dalam kamar Hae Ran.

***

Min Chae Rin mengemudi dengan terburu-buru. Ia sampai di sutu tempat dan mengingat kejadian yang baru saja ia saksikan.

***

“Bagaimana kamu tahu? Bahwa aku Ibumu?”

“Aku tahu saja. aku tahu saja.”

“Aku mengajarkanmu lagu itu. saat kamu berusia delapan tahun. apa kamu ingat?”

Soo A mengangguk, “Tapi, aku belum bisa mengingat hal lainnya. Pasti terjadi sesuatu. Kenangan masa kecilku, samar-samar.”

“Tidak apa-apa, tidak perlu terburu-buru. Kamu melalui hal-hal mengerikan seperti itu di usia yang masih muda. Ibu yakin kamu terguncang. Wajar saja kamu tidak bisa mengingatnya.” Hae Ran pun menangis sambil memeluk Soo A.

***

Eun Hyuk berada di lantai atas sebuah gedung. Ia melihat perban di tangannya. Eun Hyuk kali ini mengingat bagaimana Moon Jae Sang membuatnya menjadi cemburu. Ia mengingat ucapannya pada Min Chae Rin.

“Lihat apa yang kamu kenakan. Kamu bahkan memakai kalung pemberian Moon Jae Sang. Sempurna.”

“Kenapa kamu diam saja? kenapa kamu diam saja saat dia memelukku? Jika ingin berpura-pura tidak tahu, teruslah berpura-pura. Jangan menjadi pengecut.”

“Kamu terlihat sarasi di samping Moon Jae Sang.”

“Lebih serasi denganmu.” Min Chae Rin pun pergi. Kilas balik berakhir.

***

Eun Hyuk pun menelpon Min Chae Rin.

“Keluarlah. Ada yang ingin aku katakan. Kenapa kamu diam saja? kamu sibuk? Katakan kamu di mana? Aku akan datang.”

“Aku sedang tidak ingin bicara sekarang.”

“Ada apa? Jika sedang tidak mau bicara, dengarkan aku saja. aku akan bicara. Keluarlah.”

Eun Hyuk keluar gedung dan saat itu Moon Jae Sang melihatnya.

***

Eun Hyuk dan Chae Rin bertemu di tempat biasa.

“Katakanlah, ada apa?” Ucap Chae Rin. (saat kamu tahu Ha Yeon Joo adalah Min Soo A, kamu akan menderita sama seperti aku. Bagaimana mungkin aku sanggup melihat itu terjadi? Bagaimana aku harus mengatakan ini padamu? Ucap Chae Rin dalam hati).

“Aku khawatir kamu akan mendapatkan masalah lagi karena Jae Sang. Tapi aku yakin kamu bisa menjaga dirimu dengan sangat baik.”

“Bukan itu. katakan apa yang sebenarnya ingin kamu katakan.”

“Ini yang ingin aku katakan.”

“Benar itu yang ingin aku dengar. Apa sulitnya mengatakan kamu akan meninggalkan Taesan dan bersamaku?” Chae Rin marah dan menangis. “Aku rasa begitu. terima kasih banyak sudah mengkhawatirkan aku.” Chae Rin pun pergi.

***

Jae Sang memberikan kontrak eskpor kepada ayahnya.

“kamu tahu kamu harus mempercepatnya, bukan?”

“Mereka tidak akan bertahan lama. Jika kita pakai cara kotor tanpa sepengetahuan Kosmetik Bailing, Makepacific tidak akan punya pilihan lain. begitulah cara kita menebus kesalahan waktu itu. aku putra ayah. Ini bagian dari diriku.”

“Tentu saja. tidak mudah berurusan dengan Min Chae Rin. Ayah yakin kamu tahu itu karena kamu juga mengalaminya. Meski semuanya akan berantakan jika yang asli kembali…”

“Apa maksdu Ayah?”

Taesan memberikan tabletnya. “Putri kandung mereka masih hilang, jika kita menemukan pelaku dan memukulnya, kita akan tahu. Dia orang terakahir yang melihat putri kandung mereka, jadi dia akan tahu keberadaannya.”

“Jika mereka tahu siapa putri kandungnya…”

“Yang palsu akan diabaikan layaknya seonggok sampah. Kemungkinan Na Hae Geum akan melakukan itu. jika Min Chae Rin hilang, merebut Makepacific akan sangat mudah. Meski harus melakukan cara itu, ayah akan membalas perempuan tua itu atas perbuatannya kepada ayah.”

***

Yeon Joo tertidur.  Kim Siljang memeriksa suhu tubuhnya.

Sementara itu Hae Ran sedang bicara pada nenek.

“Mana mungkin membiarkan anakku pergi lagi, padahal sudah ditemukan?”

“Siapa anakmu? Bagaimna bisa kamu tidak mengenali putrimu?”

“Aku mengenal dia. aku mengenal dia karena ku Ibunya.”

“Jika kamu terus bersikap begini, Ibu harus membawamu ke rumah sakit.”

“Ini semua karena Ibu. Jika Ibu tidak membawanya ke rumah Do Hoon, di hari itu 20 tahun lalu, ini tidak akan terjadi. Apa yang terjadi di rumah saat Ibu menyuruh Joon Sik dan aku pergi ke pabrik di Cheongju? Katakan! Apa yang Ibu perbuat pada Chae Rin dan Soo A?”

Dan jawabannya adalah seperti episode 1 di mana nenek melakukan upacara arwah dengan dukun Choi. Namun nenek hanya diam.

***

Kim Siljang datang. dia melaporkan pada Hae Ran bahwa Soo A sakit. Hae Ran langsung menemui Soo A.

“Sepertinya dia sangat terkejut. Demamnya sangat tinggi. kurasa kita harus memanggil Dokter Jung.”

“Kamu harus melakukannya sekarang tanpa sepengetahuan siapapun.” Ucap nenek pada Kim Siljang.

“Apa maksud Anda?”

“Tes DNA.”

***

Soo A mendapatkan perawatan dan Hae Ran menjaganya. Soo A memanggil nama Ibunya saat dia demam tinggi. dalam mimpinya, Yeon Joo memimpikan ahjumma.”

Ahjumma pun di rumahnya menyesali bahwa ia sebaiknya meninggalkan Soo A saat dulu. Ahjumma bahkan berhalusinasi saat melihat kedua putrinya dan memohon ampun atas perbuatannya dulu yang mengambil Soo A.

Ahjumma hanya berkata Yeon Joo adalah putrinya dan ia memang pantas dihukum.

Berlanjut ke bagian 2

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat