Sinopsis Drama Korea Encounter Episode 1 Part 2

Sinopsis Drama Korea Encounter Episode 1 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini yaaa..

“Hotel Donghwa, perusahaan rekaan hotel havana. Adalah merk asia pertama yang menjangkau amerika tengah dan amerika selatan. Mari kita sambut, Presdir Cha Soo Hyun.

Soo Hyun ngomong english. “Wajar sekali kalian memilih Donghwa sebagai mitra untuk membangun hotel di havana. Alasannya adalah karena kami, DongHwa menyadari kalau keindahan historis adalah nilai terbaik Havana. Sangat menarik bahwa kita berbagi nilai ini.”

Seseorang menyalami Soo Hyun. “Tadi luar biasa.”

“Terima kasih presdir.”

“Kamu sudah pernah melihat matahari terbenam di Pantai Melecon?”

“Tidak, belum.”

“Kamu benar-benar harus melihatnya. Warna matahari terbenam berbeda setiap harinya. Aku juga melamar istriku di sana.”

***

Di sisi lain, seorang gadis kecil mengajak Jin Hyuk yang tadinya terdiam saja membaca buku.

***

Cha Soo Hyun masih di dalam mobil usai pertemuannya.

“kamu sudah selesaikan urusan kamera pria itu?”

“Ya aku sudah memberikan kartu namaku. Dia bilang akan menghubungiku begitu kembali ke korea.”

“Berikan dia banyak uang agar tidak ada masalah nantinya.”

“Tapi itu sedikit sulit. kameranya memang terlihat sudah cukup tua, tapi dia menolak kompensasi model yang sama.”

“Kenapa?”

“Dia tidak tertarik dengan model baru. Dia bilang untuk melupakannya dan meminta kita pergi. Berlebihan sekali karena kamera antik. Dia akan menerima tawaran kita kalau nilainya 100.000 dolar. Dia pasti akan melupakan mobil kita. Bagaimana pun dia akan menerima uang kita. Tidak perlu 100.000 dolar, 1000 sudah cukup baginya.” Saat mobil berjalan. Cha Soo Hyun sedang melihat Jin Hyuk yang menari dengan senang.

“Dia tidak akan menerima uangnya.”

***

Cha Soo Hyun sudah sampai di hotel.

“Beristirahatlah.. aku akan menjadwalkan makan malammu satu jam lagi. Kurasa restoran lokal…”

“Aku mau tidur. Jadi, pergi dan makan malamlah.”

“Kamu akan minum obat tidur dan tidur lebih cepat?”

“Obat membantuku beradaptasi dengan perbedaan waktu.”

“Tapi di luar masih terang.”

“Jangan pikirkan aku, kamu pergi makanlah, Sekertaris Jang. Kamu juga perlu makan. Aku akan tidur lebih cepat dan sarapan berkualitas tinggi.”

“Baik, biar aku persiapkan.”

“Kamu mengerti apa sarapan kualitas tinggi?”

“Tentu saja.”

“Bagus. Sampai besok.”

***

Di dalam kamar. Soo Hyun menemukan foto matahari terbenam. Ia pun menelpon Sekertaris Jang.

“Sekertaris Jang. Kamu sedang apa?”

“Sedang mengerjakan sesuatu.”

“Aku tahu. Katakan saja.”

“Aku pergi untuk minum bir.”

“Sudah?”

“Aku sedikit haus.”

“Sendirian”

“Tidak. Aku sengan menjemput seorang pria sekarang.”

“Kamu sudah pergi ke Pantai Malecon?”

“Belum.”

“Bagaimana kalau ke sana denganku?”

“Bu Cha, pergilah ke sana dengan kekasihmu. Kenapa pergi denganku?”

“Sekertaris macam apa kamu ini?”

“Aku memang sekertatismu, tapi aku tidak perlu habiskan waktu denganmu usai bekerja, bukan?”

“Sepertinya kamu senang sendirian, padahal aku bosan sekali.”

“Tidak masalah merasa bosan satu hari saja.”

“Jadi, tidak masalah kalau kamu kehilangan pekerjaanmu?”

“Astagaaa mulai lagi…. Yaaaaakkk!!! Berhenti mengancam, kamu yang terus menolak pengunduruan dirianku.”

“Aku bosan. Makanya aku mengancammu.”

“Astagaaa… kamu memang gila.”

“Jadi. Ayo senang-senang.”

“Ahh itu dia. biarkan aku bersenang-senang, Cha Soo Hyun!”

“Baiklah. Bersenang-senanglah. Besok kamu kembali ke kelas ekonomi.”

“Jangan pelit!” Soo Hyun menutup telponnya.

***

Soo Hyun meminum obatnya. Namun dia kembali melihat foto itu. akhirnya ia pun turun. Petugas menyakan apa dia membutuhkan mobil. Soo Hyun mengatakan bahwa dia akan pergi menggunakan taxi.

“Kemana?” Tanya petugas.

“Aku mau melihat matahari terbenam Pantai El Melecon.”

“Kalau begitu kamu harus pergi ke Morro Cabana. Kamu tahu? Itu tempat sempurna untuk jatuh cinta.

***

Di tengah perjalanan. Mobil taxi mengalami kemogokan.

“Maaf Bu, mobilku rusak. Kamu harus namik feri dari sana. Lebih cepat seperti itu.”

***

Jin Hyuk memotret dengan kamera rusaknya. Pada salah satu jepretannya, ia mengabadikan Soo Hyun yang sedang berjalan kaki. Kim Jin Hyuk terus memandangi Soo Hyun.

Sesuai instruksi Soo Hyun menaiki kapal feri. Ia pun menuju tempat yang akan dia datangi. Terus berjalan ke atas. sampai kakinya lecet. Saat ia meletakkan tasnya dan memeriksa kakinya. Dua penduduk lokal mencuri tas miliknya.

Soo Hyun tidak mengejar sama sekali.

***

“Bu Cha, kenapa tidak menjawab pangglanku?” Ucap Sekertaris Jang saat memasuki kamar Cha Soo Hyun. Jang memeriksa tempat obat dan dia tahu Soo Hyun sudah meminumnya. Saat kamar diperiksa, tidak ada Soo Hyun di tempat tidur.

***

Soo Hyun terus berjalan. Ia naik ke atas untuk melihat matahari terbenam. Saat duduk di tepi. Pandangannya pun kabur.

Soo Hyun hampir tertidur yang akan membuatnya jatuh. Beruntung, ada Jin Hyuk yang mendatanginya.

“Aku mengantuk.” Ucap Soo Hyun yang tidur di bahu Jin Hyuk. Hahahaha cewek cantik mah bebas.

“Hei bangunlah. Kamu tidak apa-apa? Kamu sakit?”

“Aku tidak sakit. Aku hanya mengantuk.” Sepatu Soo Hyun pun jatuh sebelah ke bawah.

***

Jang menanyakan keberadaan Soo Hyun pada petugas. “Permisi. Apakah kamu lihat tamu VIP dari Korea?”

“Ahh perempuan cantik itu? dia naik taxi untuk melihat matahari terbenam di Pantai El Malecon.”

“Ahhh Malecon???”

Belum selesai ngomong dan Jang sudah pergi. Padahal Soo Hyun ke Morro Cabana.

***

Matahari sudah terbenam. Soo Hyun masih tertidur, kemudian terbangun.

“Ada perlu apa denganku?” Tanya Soo Hyun yang baru bangun.

“Perlu apa denganmu?

“Maksudku, kenapa aku bersandar di bahumu?”

“Kamu tertidur satu jam yang lalu dan nyaris jatuh.”

“Kenapa kamu melakukannya?”

“Maksudmu?”

“Sepatuku?”

“Bukan aku yang membuangnya. Sepatumu terlepas dan terjatuh ke bawah sana. Biar kujelaskan agar kamu tidak salah sangka. Kamu nyaris terjatug dari sini saat mengantuk tadi, aku menahan kamu yang nyaris terjatuh. Kamu bisa tenang. Aku permisi dulu.”

“Bantu aku. Bisakah kamu mengambil sepatuku?”

“Ini berbahaya. Jadi tunggulah di sini.”

“Ahhh aku rasa ini bukan penipuan.” Mendengar Soo Hyun. Jin Hyuk berbalik lagi. Sebuah momen matahari terbenam. “Cantik sekali.”

“Sepatumu…”

“Lebih indah daripada kartu pos yang ada di hotel bukan? Ahh hotelmu mungkin tidak memilikinya.”

Jin Hyuk mengeluarkan ponselnya. “Matahari terbenam di Pantao Melecon lebih menyentuh jika kamu menyaksikannya sambil mendengarkan musik.” Sebuah lagu pun diputar. “omara”.

Soo Hyun mengingat masa lalunya saat ayahnya mencalonkan diri. Saat dia menikah kemudian bercerai. Ia pun berkaca-kaca. Semenatara orang-orang dibelakangnya menari dan memainkan musik.

Di bawah, Jin Hyuk sudah mengambilkan sepatu. Ia pun tersenyum.

“Dia sepertinya tidak asing. Mungkinkah dia seorang artis?

***

Jang sudah sampai di tempat yang dimaksud.

“Hei… apakah ini pantai Malecon?”

“Ya…”

***

Jin Hyuk kembali ke atas dan memberikan sepatu.

“Aku mau membalasmu.” Ucap Soo Hyun.

“Perbuatanku tidaklah berarti.”

“Aku masih berhutang padamu.”

“Tidak masalah. Bahuku juga beruntung. Aku akan mengingatnya sebagai peristiwwa menenangkan yang terjadi pada malam terakhirku di kuba. Kalau begitu, aku pergi dulu.”

“Tunggu. Kamu punya uang?”

Jin Hyuk tersenyum. “Berapa banyak yang kamu butuhkan?”

“Cukup untuk sebotol bir.”

“Jin Huk malah tertawa. “Kenapa kamu tertawa? Aku serius.”

“Hanya saja.. maksudku, bir untuk saat ini tampaknya…manis. tolong tunggu di sini. aku akan kembali.”

Yaaahhh aku akan kembali ke bagian 3. wkwkwkw klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat