Sinopsis Drama Korea Encounter Episode 1 Part 1

Sinopsis Drama Korea Encounter Episode 1 Part 1

Latar hitam dan putih. Nampak seseorang sedang membagikan selebaran.

“Cha Jong Hyun adalah pria yang menepati janjinya. Pilihlah diaaa…..” Suara para pendukung.

“Putri kandidat Cha Jong Hyun, Cha Soo Hyun… dia menjadi terkenal karenna sangat cantik. Dis setenar artis.” Suara reporter.

“Dia memenangkan pilihan. Cha Jong Hyunm Wali kota Seoul, baru saja memasuki Balai Kota Seoul.” Suara reporter lagi.

“Pernikahan Cha Soo Hyun dan Presdir Jung Woo Suk, Pimpinan Jung dari Taekyung…mereka menjadi besan.”

Berita berlanjut lagi… gambar masih hitam putih dan pasangan ini terlihat dari arah belakang saja. “Politikus dan Konglomerat, Soo Hyun hidup sebagai menantu Chaebol.”

Berita masih dibacakan dengan jeda waktu yang tidak dijelaskan.

“Soo Hyun mengantarkan ayah mertuanya.”

“Terdapat banyak rumor mengenainya dan Presdir Jung Woo Suk.”

“Pernikahan mereka berakhir dalam dua tahun.”

***

Masih gambar hitam putih. Seorang perempuan berjalan dan gambar mulai berwarna.

Soo Hyun memandang sebuah lukisan di depan galeri. Gambar animasi pun bermunculan. Drama pun dimulai.

***

“Seluruh ruangannya sudah dipesan di hari pembukaan kita. Semoga berjalan sukses, mengingat ini bukan musim liburan. Para pelanggan pasti suka fakta bahwa fasilitas dan perabot kita, semuanya berkualitas tinggi.” Seorang pegawai melaporkannya pada Soo Hyun.

“Pemandangannya sangat indah.” Ucap Soo Hyun yang masih memandang ke arah jendela.

Pegawai perempuan pun bicara, “Bu Cha, kamu harus berangkat sekarang.”

***

“Hotel Donghwa berencana buka di Sokcho” Soo Hyun membaca berita lewat ponsel saat dalam perjalanan di dalam mobil. Pegawai perempuannya pun menguap.

“Bagaimana jika kita beristirahat di area peristirahatan?” Ucap Soo Hyun.

Supir menjawab. “Ibu mau secangkir teh?jika itu karena aku, tidak perlu.”

“Aku tidak mau melihat Sekertaris Jang berusaha menahan kantuk.” Jawab Cha Soo Hyun.

Mobil akhirnya diparkirkan. “Bu Cha, aku akan membeli sebotol air dingin.” Ucap Sekertaris Jang.

“Bagaimana dengan ramen? Alih-alih air?”

“Apa? Ramen?”

“Kenapa? apa itu tidak pantas?”

“Bukan… sama seperti bencana restoran sashimi saat itu, bisa merepotkan jika seseorang mengambil fotomu. Tapi jika kamu memaksa, aku akan menemanimu.”

“Aku hanya becanda.”

“Aku juga akan tetap di sini.” Ucap Supir.

“Tidak apa-apa. Kamu bisa pergi.”

“Baik Bu.” Supir dan Sekertaris Jang pun pergi keluar mobil.

Cha Soo Hyun berkata sendirian. “Ramen di area peristitahatan sangat enak.”

***

Perjalanan sudah sampai di hotel DongHwa.

“Bu Cha, kamu mau ke hotel?”

“Tidak. Ke kantor saja.”

Soo Hyun datang ke kantor dengan para pegawai yang membungkuk memberi hormat khas korea.

***

“Ini semua pakaian dar Hannam Dong.” Seseorang menunjukkan pakaian.

“seleranya terhadap pakaian tidak pernah berubah.”

“Tapi tetap saja, kancingnya kali ini cukup bagus.”

Soo Hyun melepas jasnya. “Menurutmu, berapa lama aku harus melakukan ini? menurutmu, aku akan seperti ini bahkan setelah usiaku 60 tahun?”

“Jika usiamu beranjak 60 tahun, usia Bu Ketua Kim beranjak 100 tahun. semua makanan enak di dunia ini tidak akan membuatnya tetap sehat.”

“Itulah yang dia sukai. Hal yang mengejutkan orang lain seperti permainan baginya”

“Bagiku itu menyebalkan.”

Soo Hyun menjawab. “Kamu sungguh tidak sopan, tapi melegakan mendengarkannya.”

“Kamu seharusnya tidak boleh menyetujui persyaratan tersebut. Menghadiri pesta ulang tahun mantan ibu mertuamu sangat tidak masuk akal, meski itu bagian dari kesepakatan.”

“Jika tidak menyetujuinya, aku tidak akan pernah bisa bercerai.” Ucap Soo Hyun yang sudah berganti pakaian.

“Benar. Aku pikir semua akan berakhir begitu ketua jung tiada,  tapi ibu mertua kejam itu mengambil posisinya. Ini sungguh kekacauan besar.”

***

Cha Soo Hyun sudah sampai. Di pintu gerbang banyak para reporter yang memotretnya. Layaknya seorang artis.

Soo Hyun masuk ke dalam ruangan yang sangat mewah. Ia menyapa mantan ibu mertuanya.

“Selamat ulang tahun.”

“Ahh kamu datang. bagaimana keadaan ayahmu? Baik-baik saja?”

“Ya.”

“Dia pasti sangat sibuk sebagai perwakilan partai.”

“Kurasa begitu.”

“Pakaian yang kamu kenakan sangat bagus. Walaupun tasnya sedikit berlebihan.”

***

Dan kini mantan suaminya yang menyapa Soo Hyun. “Kamu datang? menyenangkan menemuimu setelah sekian lama.”

“Aku ragu hal itu benar di antara kita.” Ucap Soo Hyun.

Woo Suk tertawa, “Saat kam meminta hotel yang akan bangkrut menjadi tunjangan, kupikir kamu sangat bodoh. Lalu aku membaca artikel bahwa hotel itu jadi yang terbaik. Kudengar kamu membuka cabang di kuba.”

“Terima kasih. Bukankah kamu sebaiknya menikah lagi?”

“kamu tertarik pada kehidupanku? Aku berterima kasih.”

“Begitu mendapat menantu baru, ibumu akan berhenti mengundangku.”

“Sebenarnya Ibuku akan menyandingkan kalian. Kamu tahu bagaimana ibuku.”

“Itu tidak pantas dijadikan lelucon, bukan? Aku lebih suka kamu meyelesaikan hal ini.”

“Jika aku lakukan, kamu akan senang menemuiku mulai sekarang?” Woo Suk tertawa kembali. “Ahhh kamu dan pesonamu yang tidak berakhir. Berwajah masam.”

“Kamu mengajukan perceraian setelah bertemu wanita impianmu, jadi omong kosong apa ini?”

“Omong-omong… mari makan. Ibuku menyiapkan banyak makanan.”

“Menyngkirlah, kamu membuatku tidak nyaman.”

“Bagaian mana dari rumah ini yang akan nyaman bagimu? Aku hanya berusaha menjadi teman.” Woo Suk kemudian pergi.

***

Cha Soo Hyun terdiam di dalam mobilnya. Sementara itu tentang kehadirannya yang datang ke pesta ulang tahun mertuanya sudah ada di internet. Kemudian mobil berjalan pulang.

“Kamu tidak masuk ke Terowongan Namsan?” Tanya Sekertaris Jang.

“Terowongan itu meyesakkan.” Ucap Supir.

“Hanya butuh waktu sesaat, tapi kamu memilih mengitarinya?” Tanya Sekertaris Jung.

“Pak Nam, kamu pernah ke Menara Seoul Namsan?”

“Aku pernah ke sana dengan Anggota Parlemen Cha dahulu.”

“Dengan ayahku?”

“Kami sebenarnya harus berada di perpustakaan, tapi dia bersikeras keluar karena merasa menyesakkan. Tapi kubilang padanya kami harus belajar. Orang bilang kini terlihat lebih bagus. Kamu pernah ke sana?”

“Belum.”

“Lalu, bagaimana jika kita ke sana dan mencari udara segar?”

“Tidak. Fotoku sudah cukup diambil satu hari ini.”

“Apakah reporternya masih ada?”

Sekertaris Jang menjawab. “Berita tersebar lebih cepa di media sosial saat ini, Pak Nam.”

“Boleh aku buka jendelanya?”

“Udaranya dingin malam ini. kamu akan pergi jauh besok, akan lebih baik jika tidak terkena flu.”

“Pukul berapa penerbangannya?”

“Pesawatnya akan berangkat pukul 9 malam.”

***

Cha Soo Hyun sudah ada di dalam pesawat.

***

Kim Jin Hyuk (Park Bo Gum) sedang melancong. Ia nampak menikmati apa yang ia lihat sambil mengabadikannya di dalam foto.

Saat berjalan. Ada gerbang besar yang terbuka. Jin Hyuk pun masuk ke dalamnya. Gilaaa keren banget bangunannya.

“Sangat indah bukan?” Ucap Pak Bule.

“Ya. indah sekali.”

“Ini hanya kebun tua.”

“Kebun ini sepertinya dicintai oleh seserang di masa lalu.”

“Itu masa yang indah. Dahulu, semua itu ada di sini.”

“Semua masih terlihat sama seperti dahulu.” Ucap Jin Hyuk.

“Sangat sulit menjaganya tetap utuh. Dahulu, kebun ini milik istriku. Cintanya bermula, dan diselesaikan di sini.”

Kim Jin Hyuk tersenyum. Ia melihat pemandangan yang sangat indah.

Jin Hyuk kemudian pergi ke resto yang terletak di pinggir jalan. ia menikmati colanya sambil memotret.

***

Di sisi lain, Soo Hyun sudah tiba di kuba. Ia bersama dengan Sekertaris Jang. Di dalam mobil, ia membaca lewat tabletnya. “Konsep dan desain Hotel Donghwa”

Supir bule mengetik ponselnya saat membawa kendaraan.

“Sangat berbahaya mengirim pesan saat mengemudi.” Ucap Sekertaris Jang. Sang Supir malah telponan dengan bahasa asing.

Sekertaris Jang mengatakan pada Cha Soo Hyun, “Maafkan aku, aku diberi tahu sopirnya lancar berbahasa inggris.”

“Kita akan kembali dengan sopir lain setelah acara selesai bukan?”

“Akan aku periksa dengan teliti mulai sekarang.”

Dan karena kelalaian. Mobil menabrak meja. Di meja itu ada Kim Jin Hyuk yang sedang menikmati minumannya.

Kecelakaan membuat kamera dari Jin Hyuk pecah.

“Ahh kameranya rusak.” Ucap Jin Hyuk.

Sekertaris Jang keluar dari mobil. “Ahh kamu orang korea?”

“Ya.”

“Maaf. Pengemudiku melakukan kesalahan. Kamu terluka?”

“Sepertinya kameraku yang terluka.”

“Maaf. Beritahu aku modelnya, akan kami ganti dengan yang baru.”

“Tidak perlu. Pergilah.”

“Tolong pikirkan posisi kami juga. Mungkin akan menjadi rumit nanti, tolong berikan nomor ponselmu. Kami akan mengirimkan kamera baru.”

“Kamera ini hadiah saat aku lahir. Kenangan tidak mungkin dibeli bukan?”

“Kami benar-benar minta maaf tapi kami tidak bisa diam seperti ini. kameramu sepertinya sudah tua, bagaimana kalau kamu ganti…”

“Seperinya ini membuat kemacetan. Aku tidak terluka, kalian boleh pergi.”

“Ini kartu namaku, tolong beri nomor ponsel dan namamu, nanti aku hubungi.”

“Biar nanti aku yang hubungi.” Jin Hyuk mengantongi kartu namanya.

“Kami harus segera pergi. Tolong hubungi aku.”

Berlanjut ke bagian 2. klik di sini.

***

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *