Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 12 Part 1

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 12 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca di tulisan yang ini.

Ji Hun keluar dari ruangan dan mendengar Woo Kyung bicara sendirian.

“Aku masih penasaran tentang siapa kamu sebanarnya. Siapa kamu?”

Ji Hun langsung menyela. “Dia kelelahan karena kedinginan dan lapar. Dia tidak lagi dalam kondisi kritis. Dan seseorang dari pusat kesejahteraan akan datang untuknya.”

“Bagaimana dengan ayah anak itu?”

“Kami sedang mencari, jadi dia akan segera ditangkap. Kamu berhasil Woo Kyung,  kamu menyelamatkan seorang anak. Kamu melakukannya.”

###

Woo Kyung diantar pulang oleh Ji Hun. Ji Hun pun bertanya. “Kamu masih melihatnya bukan? Kamu melihatnya di rumah sakit. Benar? Apakah kamu pergi ke dokter?”

“Ini khayalan. Ini disebabkan stress. Dia mengatakan bahwa aku akan baik-baik saja ketika aku minum obat.”

“Jadi apakah kamu meminum obatmu?”

“Aku baik-baik saja dengan melihatnya sekarang.”

“Kamu tidak seharusnya baik-baik saja dengan itu.”

“Hana yang malang, dan anak itu hari ini. bagaimana kita bisa menemukannya? Aku hanya akan menjadi wanita gila.”

“Kamu tidak gila. Kamu baik-baik saja. kamu tidak bisa menyelesaikan apa pun jika kamu tetap bertahan. Kamu harus mencari tahu segalanya. Cari tahu siapa anak itu dan mengapa dia terus datang.”

“Apakah kamu ingin tahu?”

“Kamu sudah benar selama ini. awalnya aku tidak percaya padamu, tapi kamu benar. Entah itu kebetulan atau bukan. Itu sebabnya aku ingin tahu siapa dia. aku sungguh-sungguh. Haruskah kita membuat montase?”

“aku akan memikirkannya.”

“Jika kamu butuh bantuan. Kamu bisa menghubungi aku.”

“Terima kasih. Kamu telah banyak membantu.”

***

Soo Young membawa motornya. Pergi ke klub. Mabuk. Kemudian tiba-tiba Soo Young tidur di sel. Ji Hun pun membebaskan Soo Young.

“Apakah kamu banyak minum?”

“Aku minum banyak.”

“Tidak ada yang perlu dibanggakan.”

***

Mereka berdua akhirnya makan sup.

“Bukankah kamu punya keluarga?” Tanya Ji Hun. “Mengapa kamu memintaku datang.”

“Tidak ada. teman kepolisianmu memeriksa ponselku. Dia pasti menelpon yang ada di daftar panggilan terkahirku. Aku tidak pernah menyebut namamu.”

“Jadi. Kamu tidak perlu minta maaf? Kenapa kamu memukul seorang pria.”

“Dia meraba-raba tubuhku.”

“Mengapa kamu tidak melaporkannya atas pelecehan seksual?”

“Aku memukulnya, jadi tidak perlu.”

“Kamu bangga dengan diri sendiri bukan?”

“Kamu marah padaku. Aku harap tidak begitu lagi.” Ucap Soo Young.

“Apa?”

“Kapten Hong memerintahkanku untuk tidak melaporkan tentang istri An Seok Won, aku tidak punya pilihan selain mengikuti perintahnya.”

“Apakah kamu mengatakan bahwa kamu tidak tahu malu dengan apapun? Kamu tahu AnSeok Won merobek kertas parkir. Kamu tahu itu bukti penting untuk pembunuhan. Namun, kamu menurut dan tidak melaporkannya padaku. Apakah kamu tidak bersalah?”

“Aku bersalah.”

Wkwkwkkw dua orang ini keknya kencan aja deh biar nggak marahan terus.

***

“Dia ramah dan positif. Dia akan menyesuaikan diri dengan cepat.” Ucap Woo Kyung pada ahjumma yang akan mengurus Hana.

“anak-anakku sangat senang memiliki saudara perempuan.”

“Hana, Ibu pergi….” Hana pun langsung memeluk Woo Kyung.

****

Seseorang menelpon Woo Kyung. “Aku dengar anda membunuh anakku. Aku baru saja mendengar berita itu, dan aku terkejut. Apa yang sebenarnya terjadi?”

Woo Kyung belum menjawab. Namun perempuan yang menelpinnya marah-marah karena teman-temannya sangat berisik.

“Ahjumma, aku pikir kita harus bertemu.”

***

Ibu Seok Woo (Anak yang ditabrak) sedang menulis pesan sedang tidak punya uang via chat. Kemudian Woo Kyung pun datang.

“Apakah Anda Ibu dari Seok Woo?”

“Ada apa denganmu ahjumma? Kamu mempermalukanku. Apakah kamu harus memanggilku begitu? kamu menemukan Hee Soo bukan?”

“Dia ditinggalkan di rumah.”

“Si tolol bodoh itu. aku mengutuk mantan suamiku.”

“Kamu memiliki bayi di usia muda. Itu pasti sulit.”

“Aku tidak bisa apa-apa.”

“Apakah kamu bertemu dengan Hee Soo?”

“Kenapa harus aku? Aku tidak membesarkannya. Para dokter harus memberikannya perawatan yang dibutuhkan.”

“Dia melarikan diri dari panti asuhan Anseong ke Seoul. Begitulah cara dia mendapatkan kecelakaan. Aku pikir dia ingin pulang ke rumah.”

“Mungkin dia ingin menemui Hee Soo. Dia sangat menyayanginya. Ahhh dia seharusnya mengirim mereka berdua ke panti asuhan bersama, si brengsek yang menyebut dirinya ayah tapi lambat secara mental.”

“Seperti apa Seok Woo?”

“Dia cukup pintar untuk bertahan dengan dirinya sendiri. orangtuanya bodoh dan tidak berguna. Aku tidak tahu bagaimana anak seperti itu dilahirkan. Kami benar-benar terkejut. Aku tidak percaya anak itu meninggal. Sayang sekali.”

Ibu Seok Woo dikejar kreditur lewat telpon. Woo Kyung pun memberikannya gambar.

“Ini gambar yang Seok Woo gambar.”

“Jadi berapa uang yang akan kamu berikan kepadaku? Kamu tidak akan bertindak bodoh usai membunuhnya bukan?”

“Begitu kita menemukan ayahnya. Kita akan mendiskusikannya.”

“Lupakan saja dia. dia mungkin berjudi seperti zombie lagi. Jadi mari kita akhiri dengan cepat. Bagaimana kalau 10,000 dolar?”

“Aku pikir itu bukan sesuatu yang bisa kita putuskan sekarang.”

Kreditur melelpon lagi. “aku sedang baik hati. Baiklah. Sebenarnya, aku akan terbunuh di Seoul, karena hutang kartu kredit. Ak butuh 5000 dolar.” Perempuan muda itu menulis rekening di tisu. “Oh iya, aku punya acara di internet. Kamu bisa memberitahu orang-orang di sekitarmu. Aku harus pergi syuting. Aku pergi dulu.”

***

Rekaman CCTV saat pembelian arang akhirnya di curigai lagi apakah itu adalah Tuan Ahn. Juga uang 3000 dolar di samping jenazah Tuan Ahn itu adalah uang asuransi ganti rugi karena istrinya terluka karena ia pukuli. Gilaaakkkk… mukuli istri biar asuransi cair.

Jadi, Ji Hun mulai menurigai ahjumma. Tak hanya itu, Soo Young juga mengatakan bahwa semua kasus selalu ada Cha Woo Kyung.

***

Woo Kyung kembali menemui wanita muda itu kembali.

“Aku punya sesuatu untuk diberikan kepadamu. Di sinilah tempat Seok Woo berada. Dia pasti sangat merindukan ibunya.”

“Aku meragukan itu. dia membenciku.”

Sebuah kertas kecil diberikan. “Aku berjanji kepadanya kalau aku akan membawa keluarganya padanya. Jadi tolong, bisakah kamu pergi mengunjunginya sekali saja?”

“Ahjumma, aku tidak ingin pergi ke tempat yang mengerikan.”

“Kamu ibunya. Kamu tidak merasa kasihan padanya?”

“Hidung dan mata berair. Aku membenci mereka semua.”

“Tidak peduli semuda apa dirimu. Kamu seorang Ibu. Dia putramu, dia anakmu!!!”

“Ahjumma, apakah kamu punya hak mengatakan ini kepadaku? Akulah yang kehilangan seorang anak. Dan kamu yang membunuhnya.” Perempuan itu pun pergi.

Woo Kyung membawa mobilnya, dia sangat kesal. Woo Kyung bahkan hendak menabrak wanita muda itu namun ia tahan. Ia hanya menangis dan kesal di dalam mobilnya.

Di saat inilah gadis dengan gaun hijau membelai dan memeluk dirinya. Kokk saya jadi pengen nangis juga yaaa….

klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat