Sinopsis Drama Beautiful World Episode 1 Part 7

Sinopsis Drama Beautiful World Episode 1 Part 7

Episode sebelumnya kamu bisa cari tahu di sini yaaaaaaa…

Pak Lee keluar dari ruangan. Ia dengan marah melepas dasinya. “Dasar kumpulan bajingan!!!!” ia pun kemudian berkaca. “Yak!!! Pikirmu kamu ada bedanya? Ahhh brengsek! Aku tidak mau ke sekolah.

***

Di rumah, In Ha tidur sambil memangis dengan putrinya.

Ayah hanya diam memandang teleskopnya. Mengingat janjinya dengan Sun Ho… ia pun menangis juga.

***

Di sekolah, ahjussi akhirnya membersihkan darah bekas Sun Ho terjatuh.

***

Dan ini adalah percakapan para siswi di toilet.

“Kamu sudah dengar?”

“Soal apa?”

“Sepertinya Kak Sun Ho, ingin bunuh diri karena nilai pelajarannya.”

“Kudengar ayahnya berselingkuh.”

“Benarkah?”

“Dan kudengar Ibunya itu psikopat.”

“Sungguh?”

“Ibuku yang bilang.”

“Daebak.”

Kemudian Soo Ho keluar dari toilet. Soo Ho nampak marah dan langsung menjambak temannya yang berkata demikian.

Perkelahian yang sulit dilerai. Hingga murid lain malah menonton.

***

Guru perempuan bicara pada Pak Lee. “Kudengar mereka menyimpulkannya sebagai bunuh diri.”

“Siapa yang bilang?” Tanya Lee.

“Bu Shin. Kamu belum dengar?”’

Tak lama, seorang anak perempuan memanggil Bu Guru yang berbincang dengan Pak Lee untuk mengikutinya.

Sementara itu Pak Lee malah menelpon. “Haloo… aku wali kelas Sun Ho.”

Diseberang menjawab. “Sebenarnya aku ingin mendatangimu. Setelah menemui orangtua Sun Ho. Yaaa… tapi tidak ada kejadian janggal tentang insiden itu. dan aku tidak bisa menemukan sesuatu yang mencurigakan.”

“Begitu ya??? Omong-omong. Kamu sudah mengecek aktivitas telepon di ponsel Sun Ho?”

***

In Ha nampak kaget atas apa yang ia dengar. “Kamu ingin menutup kasus ini sebagai percobaan bunuh diri?”

Detektif menjawab. “Aku tidak bisa menemukan kejanggalan dari kasus ini. kamu akan melakukan investigasi ulang jika kami memperoleh bukti tidak langsung atau keterangan. Tapi saat ini. kami menyimpulkan sebagai percobaan bunuh diri.”

Ayah Sun Ho berkata. “Meski itu benar, jika Sun Ho merasa… jika dia merasa sangat putus asa hingga ingin mati. Pasti ada alasannya. Bisakah kamu mencari tahu penyebabnya?”

“Sepertinya anda merasa dia dirisak di sekolahnya. Tapi menurut teman-teman dan gurunya, dia memiliki kehidupan sekolah yang bersahabat. Tidak ada yang membuatku curiga dia telah dirisak.”

“Jadi, dia ingin mati tanpa alasan?kamu benar-benar terima hasil itu begitu saja?”

“Aku yakin ada alasannya. Berat bagiku untuk mengatakan ini kepada kalian. Tapi menurut salah satu temannya, Sun Ho sangat stres karena nilai-nilai pelajarannya.”

“Dia stres karena nilai pelajaran?” In Ha tak percaya atas apa yang ia dengar.

Ayah Sun Ho berkata. “Nilai-nilainya tidak sejelek itu sampai membuat dia stres. Dan kami tidak pernah memaksa dia karena nilai-nilainya.”

“Kudengar kalian pindah ke area ini karena Sun Ho.”

“Menurutmu itu alasannya?”

“Sepertinya dia merasa tertekankarena kalian pindah gara-gara dia.”

“Tidak mungkin itu alasannya. Aku sangat yakin kemungkinan besarnya dia telah dirisak.” Ucap Ayah Sun Ho.

“Jika kalian tidak terima hasil investigasi ini. kalian harus membuat permintaan investigasi ulang. Tapi kalian harus menyertakan dengan bukti. Jika ingin investigasi ulang, kalian harus sanggup membuktikan bahwa kekerasan di sekolah adalah penyebabnya.”

“Kamu sudah cek aktivitas dari ponsel Sun Ho?” Tanya In Ha.

“Untuk bisa mengeceknya. Aku perlu surat pemeriksaan.”

“Kamu mengakhiri investigasi ini sebagai kasus bunuh diri tanpa memeriksa aktivitas ponselnya?” In Ha mulai meninggikan suaranya.

“Untuk mendapatkan surat pemeriksaan, aku harus punya bukti bahwa ada yang ingin menyakitinya atau dia memang korban kekerasan di sekolah. UU perlindungan informasi personal melarang kami untuk melacak informasi orang lain.”

“Sulit dipercaya…. aku tidak percaya ini!!!”

Polisi kemudian memberikan satu kotak kardus. “Ini barang-barang Sun Ho yang diamankan dari lokasi TKP. Kuharap putra kalian bisa pulih dengan cepat.”

Ayah Sun Ho berkata. “Jika…jika hal yang sama terjadi pada putramu, kamu juga akan mengakhiri investigasi seperti ini?”

“Yang kulakukan ini hanya memenuhi peraturan.” Kemudian polisi pun pergi.

Dengan gemetar, In Ha memegang kardus tersebut. Ia membukanya dengan beruraian air mata.

***

Polisi berjalan sambil merokok. Kemudian satpam berkata. “Dilarang merokok di sini.” polisi pun mematikan rokoknya.

Kemudian… In Ha berteriak….. “Pak Park…. Detektif Park!!!!dengar. keadaan saat itu kacau dan aku tidak memperhatikan apa pun. Tapi di hari Sun Ho mengalami kejadian itu…”

In Ha, karena kalap.Hanya menggunakan satu sandal saja.

***

Malam hari itu…. seorang perempuan dengan sepatu hak tinggi dan punya potongan rambut kayak syahrini lewat. Untung saja punggungnya nggak bolong.

Tak tok tak tok… suara sepatu bukan kuda.

Dan Sun Ho terjatuh. Tepat di hadapan perempuan itu. langkah kakinya nampak mendekati Sun Ho. Ia berteriak.

Bersambung ke episode 2…

Komentareeeeeeee….

jadi gini guysss… saya kan lihat-lihat drakor yang on going. Cek sinopsis ini belum ada. yaudaahhh cobalah buat. Dan sambil jalan aja nontonnya. Eehhh guys, ada lapak lain yang buat juga. Akhirnya saya selesaikan cukup di episode 1 saja yaaa..

mianhae. Bukannya males. Tapi emang biarkan yang lain saja. karena memang lebih gerak cepat dibanding saya yang slowww aseloleeee…

jadi di komentar ini saya mau curhat as mimin dulu yaaa.. dari kemarin-kemarin mau buat sinopsis keduluan yang lain. wkwkwk… yang lebih cepat yang jelas. Akhirnya, di besokpagi.com saya mulai nulis sinopsis drama yang jarang tersentuh karena episodenya bejibun. Yaa walaupun dramanya selalu ratingnya kece di korea sono. Monggo nanti cek aja di besokpagi.com.

curhat tentang dramanya…

saya nggak suka cinematografinya. Wkwkwkw.

Gini lho, pengambilan gambar selalu dari jauh. Kalau dari deket suka nyempil-nyempil gitu. Kadang saya ngerasa pengambilanan gambarnya dibawah ketek para pemain yang lagi diajak dialog sama wajah pemain yang kesorot.

Pelit baget ini pengambilan gambarnya close up gitu. Wajah ganteng pemainnya dari jauh melulu.

Ehhh daripada kebanyakan komentarnya saya tulis di kesan pertama aja yaaaahhh… *membekap mulut sendiri.

Jadi,sekian.saya buat sinopsisnya sampai di mari sajaaahhh…

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat