Sinopsis Drama Beautiful World Episode 1 Part 4

Sinopsis Drama Beautiful World Episode 1 Part 4 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini yaaa guys…

“Astagaa…. ini daebak!!! Ini serius? Dia benar-benar ingin bunuh diri?” Ucap Lee Ki Chan. “Benar dia ingin bunuh diri?”

“Sepertinya begitu.” Jawab Jo Young Chul.

“Ahhh bocah itu.”

“Apa ini karena avengers?” Tanya Young Chul.

“Yak! Tutup mulutmu.”

“Jika benar. Kita akan bagaimana?”

“Yak!!! Avengers itu tidak akan membuatmu ingin bunuh diri. Ini hanya lelucon antar teman.”

Temannya satu lagi, Han Dong Soo berkata. “Kemarin Sun Ho pergi sebelum yang lain bukan?”

“Entahlah.” Jawab Ki Chan.

“Bagaimana dengan Joon Seok? Apa dia masih mengabaikan panggilan?” Tanya Dong Soo.

“Dia tidak peduli soal pertemanan sama sekali. Yakkk, mana mungkin dia mengabaikan temannya yang ingin bunuh diri? Dialah yang memulai ide Avengers ini.” Ucap Ki Chan.

Dong Soo berkata. “Joon Seok tidak muncul di video. Ayahnya dirut sekolah ini. pasti dia diistimewakan.”

“Masa bodoh. Kita hapus dahulu semua data ini.” Ucap Ki Chan.

“Jika dihapus, lantas kenapa? Sun Ho punya salinannya di ponsel dia.” btw, ponselnya ikut jatuh juga saat dia terjatuh.

“Benar.” Ucap Young Chul. “Apa kita akan celaka?”

“Entahlah… kita hapus saja dahulu dan pikirkan soal itu nanti.” Ucap Ki Chan.

Mereka bertiga membuka galeri ponsel mereka kemudian menghapus data.

***

Di tempat lain. di minimarket. Ibu Young Chul terus memandangi kontak Ibu Hoho dengan galau. “Bagaimana ini?”

***

Ayah, Ibu dan Soo Ho berada di mobil untuk pergi ke rumah sakit.

Ibu berkata pada Soo Ho. “Kamu boleh bolos hari ini.”

“Aku mau ke sekolah.” Jawab Soo Ho.

“Kalau begitu, bolos kelas pagi saja supaya kita bisa membesuk dahulu. Kita bertiga bisa membesuk Sun Ho terlebih dahulu.”

“Sudah kubilang aku akan menemuinya jika dia sudah siuman.”

Kedua orang ini pun terdiam.

Kemudian bayangan melayang pada masa lalu saat mereka berempat nonton sepak bola. Begitu bahagia. Berbeda dengan hari itu.

***

Kini Pak Lee bicara di depan kelas. “Malam itu Sun Ho ditimpa kemalangan.”

Anak –anak saling berbisik seperti? “Benarkah dia dirisak?” “Bunuh diri?” “Menyebalkan sekali.”

“Harap tenang!!!” Ucap Pak Lee. “Sepertinya kalian mendengarnya dari rumor. Tidak ada satu rumor pun yang benar. Jangan berlebihan atau memperkeruh keadaan. Dan juga…. kalian akan diwawancara soal ini. jangan gugup. Jujurlah dan jawab apa yang kalian ketahui. Aku tahu kalian merasa sedih,  tapi kita harus tetap tenang di situasi seperti ini. aku ingin kalian mendoakan kesembuhan Sun Ho agar dia kembali.”

“Kami boleh membesuk dia?” Tanya siswi perempuan.

“Saat ini tidak. Dia  di perawatan intensif dan jam besuknya singkat. Nanti keluarganya akan repot. Kuharap kalian tidak ke rumah sakit sampai kondisinya stabil. Satu lagi… untuk sementara, ruang obrolan kelas harus dimatikan.”

Anak-anak mulai ribut. Namun ada guru lain yang masuk dan berbisik pada Pak Lee. Kemudian, Pak Lee pun pergi.

Guru yang masuk menggantikan Pak Lee bicara bernama Shin Kang Hoon. Ia bicara. “Jika kalian ketahuan sedang berkirim pesan, kalian akan mendapat poin penalti. Paham?”

“Ya…”

“Paham???”

“YAAAAAAAA…..”

“Selain itu…” belum selesai bicara, murid perempuan bernama Han Dong Hee beranjak dari tempat duduknya. “Mau ke mana?” Tanya Pak Shin.

“Mau ke toilet.” Jawab Han Dong Hee.

“Baik. Silakan.”

Ki Chan berbisik. “Si Hantu bisa bicara.”

Pak Shin mulai bicara lagi. “Apa di sini ada yang menemukan ponsel di sekolah? Jika ada yang menemukan ponsel Sun Ho. Jangan bersikap ceroboh. Segera bawa ponsel itu ke ruang guru. Mengerti?”

“YAAAA….”

Ki Chan, Young Chul, Joon Seok, dan Dong So memasang wajah cemas.

***

Dong Hee keluar untuk mengejar Pak Lee.

“Dong Hee… ada apa?”

“Sebenarnya…”

“kenapa?”

“Kabar Sun Ho ingin bunuh diri itu, apa itu benar?”

“Kami masih belum tahu. Apa kamu dan Sun Ho akrab?”

Dong Hee malah pergi begitu saja.

Dongg Hoo hanya memandang camilan miliknya. Dalam hati berkata. “Itu tidak mungkin.”

***

“Aku bisa bayangkan bertapa syoknya kalian berdua. Sebagai guru pun, aku merasa syok dan sedih.” Ucap guru yang sudah putih rambutnya.kayaknya dia kepsek guys. Mian… Pak Bae, mungkin dia wakilnya.

“Sun Ho akan segera siuman.” Ucap Ibu In Ha.

“Tentu saja. aku pun yakin.”

“Aku dengar para murid akan diwawancara hari ini.” Tanya In Ha.

“Ya. detektif meminta untuk bicara dengan mereka….”

Ehh Pak Baek nyamber. “Kami akan bekerja sama dengan sebaik-baiknya.”

“Apa kami juga bisa menghadiri wawancara itu?”

“Itu akan sulit. suami anda adalah guru. Aku yakin dia mengerti.”

Ayah Sun Ho berkata. “Benar. Jika kami hadir, anak-anak tidak akan bebas bicara.”

“Benar. Mereka masih di bawah umur. wawancara ini bukan interogasi. Bahkan para guru pun tidak hadir.” Jawab Pak Bae.

“Aku mengerti.”

“Kami merasa alasan Sun Ho melakukan sesuatu yang drastis di sekolah…”

“Pak Bae…”

“Ya silakan Bu.”

“Kami rasa Sun Ho tidak akan melakukan hal seperti itu. dia tidak punya alasan untuk itu. aku sudah berpikir keras. Tapi tidak mendapat jawabannya.”

“Itu karena….”

“Jika memang… jika memang Sun Ho melakukan langkah sedrastis itu, pasti dia punya masalah di sekolah.”

“Bu Kang…”

“Jangan mengambil kesimpulan sendiri! anda harus percaya kepada polisi dan tunggu kabar dari mereka.” Jawab Pak Myeong.

“Sun Ho berada di ICU. Pulihnya dia adalah prioritas kami dan harapan kami. Selama dalam pemulihan, aku tidak mau ada masalah. Apa pun masalahnya, kurasa aku sanggup memaafkan.” Ucap ayah Sun Ho yang keknya kok anu bgt. “Aku juga seorang guru. Jadi, aku tahu bahwa situasi dan insiden ini bisa berdampak seperti apa terhadap sekolah dan staf. Itu sebabnya, aku meminta agar kami bisa mengerti dan menerima hasilnya. Silakan lakukan yang terbaik tanpa menambah atau mengurangi faktanya. Agar kebenaran bisa terungkap, sebagai guru dan pendidik. Kumohon.”

“Aku berjanji kepada kalian.” Jawab Pak Bae.

Kemudian disapalah Pak Lee yang sebenarnya sudah lama masuk.

“Pak Lee. Apa satpam itu masih di sini?” Tanya Pak Myeong.

“Satpam yang menemukan Sun Ho kemarin adalah mantan polisi. Dia menelpon polisi untuk mencegah hal buruk. Dia bekerja sif malam pekan ini, tapi untuk pulang ke rumahnya saja tidak bisa.” Terang Pak Bae.

***

Soo Ho melihat TKP kakaknya terjatuh. Ia pun menangis. Lhaaa drama ini musiknya banyak guys…

Saat berbalik. Ada ahjussi yang muncul. “Kamu tidak boleh berada di sini. apa gurumu tidak bilang? Kamu temannya? Kamu teman Sun Ho?”

“Dongsaengi.”

Polisi pun melihat papan nama bertuliskan Park Soo Ho. “Ahjussi yang menemukan kakakku? Terima kasih.”

“Tidak perlu berterima kasih.”

“Tapi, seandainya dia ditemukan lebih awal, ahh sepertinya, kondisi dia tidak akan buruk jika dia dibawa ke rumah sakit lebih awal.”

“Maafkan aku.”

“Bukan begitu maksudku. Aku tidak bilang ini kesalahan ahjussi. Aku hanya… aku minta maaf.”

“Tidak apa-apa.”

“Terima kasih.”

Dari jauh… Dong Hoo melihat kejadian ini.

Lanjut ke bagian 5. klik di sini yaaa…

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat