Sinopsis Drama Beautiful World Episode 1 Part 2

Sinopsis Drama Beautiful World Episode 1 Part 2

Episode sebelumnya ada di tulisan ini yaaaaa cuyyyy…

Sun Ho akhirnya masuk ke ruang operasi. Semuanya nampak khawatir. Termasuk bibinya. Joon Ha menangis sambil berlari. Kemudian ada ahjumma yang berpapasan dengannya. “Joon Ha, ada apa? Apa yang terjadi?”

Namun Joon Ha hanya diam dan langsung ke rumah kakaknya. Di dalam sudah ada Soo Ho yang menangis. ahjumma yang menanyakan adalah ajumma yang ditlpon dan kerja di minimarket di part 1 ya.

“aku mau pergi. Aku mau ke rumah sakit.”

“Imo akan mengajakmu ke sana besok.” Ucap Joon Ha. Gusti…. ini drama belum apa-apa udah sendih.

Soo Ho mengamuk. “Aku mau pergi sekarang!”

“Soo Ho yaa… dia akan baik-baik saja. mereka akan menelpon setelah operasinya selesai.”

“Tidak!!! Aku mau sekarang.”

“So Hoo, kakakmu akan baik-baik saja. oppamu akan baik-baik saja.” keduanya pun menangis.

***

“Aku langsung datang begitu mendengar ini. aku tidak tahu kejadian persisnya.” Ucap lelaki yang baru datang pada orangtua Sun Ho. Mian. Sinematografinya ini gelap guys. Belum lagi pengambilan gambarnya dari jauh melulu.

Kemudian ada ahjussi yang datang lagi. “Kalian orangtua Park Sun Ho?”

“Benar.”

“Aku datang untuk memastikan keadaannya. Aku diberi tahu kalian ada di sini. aku Park Seung Man dari unit jatanras kepolisian Kangho.” Polisi itu pen menunjukan kartu identitasnya.

***

Seorang remaja. Nampak mondar madir di dalam kamarnya sambil melihat ponselnya. Ia pun mengambil sebungkus rokok dan korek api dari laci.

remaja ini adalah yang di part 1 ada di minimarket. yang bilang nggak tahu di mana Sun Ho.

***

Adegan beralih pada ruangan yang penuh dengan piagam penghargaan pertanda pemiliknya sangat berprestasi. Ada lelaki remaja yang terbaring dengan membuka mata. hanya ada ponsel di sampingnya yang penuh dengan notifikasi. Nampak galau. Mungkin kecewa nggak dapat flashsale. Eeehhh nggak. Itu sih mimin.

***

Polisi lanjut bicara. “Aku belum bisa memastikan ini kasus kejahatan atau kecelakaan. Aku akan menyelidiki dengan semua kemungkinan yang ada. mungkinkah putra kalian cenderung untuk bunuh diri?”

Ibu Sun Ho menjawab. “Bunuh diri? Jadi, maksudmu Sun Ho melompat dari ketinggian itu?”

“Tidak. Bukan begitu maksudku. Semua kemungkinan itu…” Polisi belum selesai menjawab.

“Untuk apa? Untuk apa putraku melompat? Tidak mungkin dia akan… dia tidak begitu… Yeobo.”

“Sun Ho tidak akan berbuat seperti itu. dia bilang ingin melihat gerhana bulan total. Dia sangat ingin melihatnya. Pasti ada alasan lain.” Ucap ayah Sun Ho.

“Aku mengerti penjelasan kalian. Sayangnya, CCTV sekolah tidak berfungsi. Aku tidak bisa melihat apa pun, tapi si pelapor bilang Sun Ho sendirian saat ditemukan. Juga di tepian atap dia terjatuh, mereka menemukan sepatu Sun Ho.” Btw guys… saat Sun Ho jatuh. Dia aslinya masih pakai sepatu. Sepatu itu rekayasa, yang ada di atap.

Ibu menangis dengan menutup mulutnya.

***

Ahjumma yang tadi menabrak Joon Ha membuka pintu kamar anaknya. “Ke mana dia semalaman ini?” ahjuma melihat kamar anaknya yang kosong dan hanya ada ponsel anaknya di meja yang selalu bunyi notifikasinya.

***

Dokter di ruang bedah pun masih mengoperasi.

In Ha hanya berkata sambil lemas. “Ini mimpi, bukan? Ini tidak nyata bukan? Aku sedang bermimpu buruk bukan? Apa yang akan terjadi pada Sun Ho?” Ibu pun terus memangis. “Tuhan, biarkan Putraku tetap hidup. kita harus bagaimana? Apa yang terjadi pada Sun Ho? Tolong selamatkan dia, Tuhan. Biarkan dia hidup.”

Tidak ada adegan paling memilukan selain doa seorang Ibu yang minta anaknya hidup ya guys…

Gerhana bulan pun terjadi. Sun Ho masih ada di meja operasi. Berjuang. Tetes darahnya, menjelma bulan penuh yang berwarna merah.

***

Ahjumma yang melihat ponsel anaknya penuh notifikasi. Melihat ponsel anaknya. di dalamnya, ia nampak melihat sesuatu yang mengejutkan. Ahjumma menutup mulutnya seakan-akan tidak percaya.

Video dalam ponsel memperdengarkan…. “Hentikan dia!! hentikan!!! Tolong hentikan!!!” ahjumma sudah tidak kuat lagi dan mematikan video. Ia pun duduk di tempat tidur anaknya.

Anaknya pun masuk, melihat Ibunya “Omma…” Ini anak yang di part 1 tadi. Yang Ibunya kerja di minimarket itu. yang ditelpon In Ha.

“Apa ini?” Tanya Ahjumma.

Joo Young Chul malah marah. “Itu bukan apa-apa.”

“Mana mungkin bukan apa-apa. Apa kalian sering merisak Sun Ho sampai sekarang?”

“Ibu salah paham.”

Ahjumma pun teriak. “Jangan bohongi Ibu!!! Kamu sudah gila??? Kamu sudah tidak waras? Kenapa kamu melakukan ini pada Sun Ho?”

“Ini hanya permainan!! Kami hanya bercanda!!!”

“Kamu bilang ini bercanda??? Bercanda dari mana?? Kamu masih bisa bilang bercanda saat dia sekarat gara-gara kalian?kamu tahu betapa beratnya Ibu berjuang? Omma sudah benar-benar membesarkan kamu meskipun kamu tidak punya ayah. Kenapa kamu jadi seperti ini?”

“Apa Sun Ho mati? Dia menyalahkan kami?”

“Kamu sungguh-sungguh…” Mendengarnya Ahjumma pun lemas.

“Kami hanya bercanda.”

***

Dokter memberitahu hasil operasi. Saat itu, Soo Ho dan Bibinya datang.

“Kami berhasil mengoperasi beberapa bagian yang retak karena terbentur saat jatuh. Mungkin ini karena dia jatuh mengenai punggungya dahulu, tapi pendarahan otaknya tidak separah yang kami duga. Tapi pernapasan dan tanda vitalnya sangat tidak stabil. Yang terpenting, dia mengalami hemothoraks yang parah, jadi, dia harus melakukan CPR selama 20 menit. tapi karena hipoksia, kemungkinan otaknya akan mengalami kerusakan.”

“Kerusakan otak?” Tanya ayah.

“Kita masih harus melihat perkembangannya, tapi kemungkinan dia akan mengalami koma atau mati otak.”

“Tapi, dia masih bisa sadar bukan?” Tanya ayah.

“Saat ini, kita hanya bisa melihat perkembangannya saja. ini akan butuh waktu yang sangat lama.” Dokter pun pergi.

***

Masih di malam yang sama, Bibi Joon Ha bersama dengan Soo Ho di taman rumah sakit.

“Kamu benar-benar tidak ingin melihat oppamu? Kamu tidak mau menemuinya?”

“Begitu dia siuman… aku akan menemuinya, saat dia siuman.”

“Soo Ho yaaa…”

“Aku akan menemuinya begitu dia siuman.”

***

Ibu dan Ayahlah yang melihat Sun Ho. “Aku tidak percaya. Ibu tidak percaya ini, Sun Ho!!! Putra Ibu yang baik.

In Ha masih menangis dengan memilukan.

Lanjut ke bagian 3 ya. klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat