Sinopsis Drama Beautiful World Episode 1 Part 1

Sinopsis Drama Beautiful World Episode 1 Part 1

Haeeeeehhhhhhhhhhhh…… saya bikin sinopsis lagi yaaaa… nggak tahu drama ini bagus apa nggak. Karena nontonnya murni sambil buat sinopsis. Jadi yukkk mari sajaaahhh.

Pada malam hari. Saat bulan purnama. Nampak lembaran kertas berterbangan. Tidak hanya lembaran tas. Namun seorang anak SMA napak sedang melayang-layang. Anak itu pun jatuh, tak kuasa melawan grafitasi. Ia adalah Sun Ho.

Terdengar suara penyiar radio; tengah malam nanti, kita akan melihat gerhana bulan total saat bayangan Bumi menghalangi bulan sepenuhnya. Yang paling spesial tentang gerhana bulan ini….

Di dalam mobil yang diputar radionya. Terdapat sepasang suami istri. Sang istri, bernama Kang In Ha sedang berkomunikasi lewat telpon. “Kami akan segera tiba…. Oppa bagaimana? Sungguh? Berhentilah melihat ponselmu. Baiklah. Telpon pun ditutup.

Kang In Ha bicara pada suaminya, Park Moo Jin. “Sun Ho masih belum pulang.”

“Pasti dia akan segera pulang.” Jawab suaminya.

“Kelasnya selesai pukul 20.30. seharusnya dia sudah tiba sekarang.” In Ha pun mulai menelpon.

“Jangan terlalu mengaturnya. Dia sudah kelas sembilan.”

“Justru karena itulah dia harus lebih diatur. Kamu tidak tahu sikap ibu-ibu lainnya. Kita terlalu memanjakannya.”

Sayangnya, hanya mesin yang menjawab saat In Ha menelpon, ia mengeluh. “Dia tidak menjawab panggilanku. Astagaa… dulu ia tidak begini. Lalu nilai-nilainya mulai menurun. Nilai matematikanya jelek.”

Karena suaminya sibuk memandang bulan penuh mobil hampir menanbrak. Dan istrinya berteriak “Yeobo…”

Di saat yang sama Sun Ha benar-benar jatuh di lantai. Ia terjatuh dengan kertas yang masih berterbangan seperti bulu.

Dan anehnya, di atas gedung terdapat sepasang sepatu putih. Kemudian seseorang nampak menutup pintu untuk turun dari atap.

Judul untuk episode 1 adalah…. Bayangan yang Menelan Bulan.

In Ha sudah berada di rumah dan terus menelpon tapi tidak aktif. “Ada apa sebenarnya?”

Suaminya sibuk dengan teleskopnya. “dia masih belum menjawab?”

“Ponselnya tidak aktif.”

“Mungkin baterainya habis.”

“Ada apa dengannya? Pukul berapa ini?”

“Mungkin dia bersama Joon Seok.” Ucap ayah.

“Aku sudah menelponnya tadi. Tapi dia tidak menjawab.

Ayah bertanya pada putrinya. “Soo Hoo, apa kakakmu bilang pergi ke mana?”

Soo Hoo sibuk dengan ponselnya. “Tidak.

Ibu masih menelpon Ibu anak yang lainnya.Ibu dari Young Chul. “Yung Chul Omma….”

“Dia masih belum pulang? Young Chul sudah pulang. ya… aku belum bisa keluar sebelum pukul 23.00. karena pemagang di sini datang terlambat. Baik tunggu sebentar.” Emak Young Chul sedang bekerja di mini market kemudian memanggil Young Chul yang sedang makan. “Young Chul Ah… kamu pulang dengan Sun Ho dari tempat les?”

Young Chul hanya menggeleng.

Emak Young Chul berkata. “Dia bilang tidak.”

“Apa Sun Ho bilang mau ke mana?” Tanya Emak Young Chul pada putranya.

“Tidak. Kenapa?” Jawab Young Chul.

***

“Joon Seok sudah pulang?”

“Ya. aku menjemputnya dari tempat les.” Ucap Ibu yang ada di sebrang telpon. “Kenapa?”

“Sun Ho belum pulang. dia tidak pernah pulang terlambat. Aku bisa bicara dengan Joon Soek?”

“Jonn Seok sedang mandi.”

“Sampaikan kepadanya untuk menelponku jika sudah….”ahhh maaaf Eun Joo, aku ada panggilan masuk. Dahhh.

Ayah yang memperhatikan bertanya. “Dari Sun Ho?”

“nomor tidak dikenal.” Kemudian Ibu pun mengangkat. “Halo…”

***

Adegan beralih ke rumah sakit.

Sun Ho sudah berada di ranjang dan akan segera ditindak dokter. orang tuanya pun berlarian.

Ada suara perempuan…. seorang Ibu dari Sun Ho.

“hari itu berlalu seperti hari-hari sebelumnya. tidak ada pertanda buruk atau perasaan gelisah. Pagi itu adalah pagi yang biasa saja.” nampak Ibu bekerja di toko roti.

“Kamu tahu kita harus kirim kue untuk Mari di Insa-dong? Almon, kakao, keping coklat, 30 buah, sebelum pukul 13.00.”

“Aku ingin bisa tidur semalaman.” Ucap Kang Joon Ha.

“Terlalu pagi untuk mengeluh. Sudah ada pelanggan yang datang pukul 5.00 pagi.”

“Baiklahhhh yeee yeee…pulanglah makan dari beri makan Hoho.” Ucap adik In Ha.

“Kacang kenari. Cek semuanya sebelum dibawa kembali. Jangan bawa yang rusak seperti waktu itu.”

“Aku hanya sekali membuat kesalahan. Unnie, anak-anak bisa terlambat. Pulanglah….”

“Satu kesalhan cukup untuk merusak kredibilitas kita. Pelanggan komplain karena roti kenarinya masih bertepung dan tidak ada kenarinya.”

In Ha pun didorong pergi oleh adiknya. Sudah keluar pintu, In Ha muncul lagi. “Pesanlah kardus keik.” Kemudian In Ha memberikan kode love kecil.

Joon Ha pun membuat love kecil di jarinya. “Unnie pikir aku suka itu? memang suka.”

****

In Ha pun pergi dengan sepedanya. Ia nampak senang.

Saat sampai di rumah. In Ha langsung berteriak. “HOHO, cepat keluar dan sarapan.”

“ada yang bosan masak roti isi.” Ucap ayah.

“Soo Hoo?” Tanya Ibu.

“Rahasia.” Jawab ayah.

“anak itu manja sekali.” Ucap Ibu.

Soo Hoo pun keluar dari kamarnya. “Cobalah makan roti isi setiap hari dan lihat seperti apa rasanya.”

Ibu menjawab. “Tidak setiap hari. Terkadang Ibu memasak nasi.”

“Terkadang aku tidak ingin makan roti.” Ucap Soo Ho yang sudah duduk di meja makan.

“Makan apa pun yang ada…. sudah Ibu bilang untuk tidak pakai riasan.” Ucap Ibu mengomel.

“Aku akan menghapusnya sebelum tiba di sekolah.” Jawab Soo Ho.

“Kamu kelihatan aneh.”

“Nanti kuhapus.”

“Apa murid lain juga begitu?”

“Anak-anak SMA lebih parah lagi.” Jawab ayah.

“Menurutku itu aneh sekali. Kenapa kamu memakai riasan jika kulit wajahmu sudah cantik?” Ibu mulai kepo.

“Hei… aku tidak memakai riasan wajah.” Jawab Soo Hoo.

“Lalu apa yang ada di bibirmu?”

Tak lama. Sun Ho membuka pintu kamarnya.

“Kamu sudah bosan dengan roti isi?” Tanya Ibu pada putranya.

“Tidak. Roti isi ibu yang terbaik.”

“Jawabanmu manis sekali… ayo duduk.”

“Dasar penjilat.” Ucap Soo Ho.

“Aku serius.” Jawab Sun Ho.

“Sudah Ibu bilang jangan bicara itu di rumah.”

Yaaaa begitulahhh nampak sekali keluarga yang bahagia.

Ayah pun bicara. “Nanti malam ada gerhana bulan total.”

“Gerhana bulan total?” Tanya Sun Ho.

“Ya. bulan masuk ke dalam bayangan bumi, jadi, tidak kelihatan.”

“Pukul berapa?” Tanya Soo Ho.

“Sekitar pukul 1.00 atau 2.00? mau melihatnya?” Tanya ayah.

Sun Ho menjawab. “Ya.”

“Mereka harus tidur.” Jawab Ibu.

“Aku akan tidur di kelas.” Jawab Soo Ho.

“Jika gerhana malam ini terlewat, kapan ada gerhana lagi?” Tanya Sun Ho.

“Biasanya tiap tiga tahun sekali. Berarti kamu sudah SMA.”

“Kalau begitu, aku harus melihatnya malam ini. mungkin aku akan sangat sibuk untuk melihat gerhana berikutnya.” Jawab Sun Ho.

“Sikapmu bagus sekali… sangat bijak. Omma sangat suka.”

“Nanti kita lihat sama-sama.”

Kilas balik selesai.

***

Adegan kembali ke rumah sakit. Saat Sun Ho yang penuh dengan darah dibawa ke ruang bedah.

***

Ehhh balik lagi ke adegan pas pagi. Hadeeehhh.

Sun Ho masuk lagi ke kamarnya.

“Ada yang tertinggal?” Tanya Ibu.

“Ya.” Sun Ho pun membawa masuk buku ke dalam tas.

***

Kembali ke rumah sakit lagi. Saat di lorong menuju ruang bedah.

***

Kembali ke pagi hari lagi. “Kamu butuh sepatu baru.” Ucap Ibu saat melihat Sun Ho memakai sepatu.

“Sepatu ini masih bagus.”

“Cepatlah… nanti kamu akan terlambat.”

“Biarkan saja kamarku begitu. akan kurapikan sendiri nanti.”

“Kamu mirip siapa semanis ini?”

“Sampai nanti.”

Lanjut ke bagian 2. klik di sini.

Komentarnya diujung episode aja yaahh. ffff

Advertisements

Satu tanggapan untuk “Sinopsis Drama Beautiful World Episode 1 Part 1

  • 08/04/2019 pada 8:25 AM
    Permalink

    Ommo ommo… ada dedek Nam Da Reum yg sudah beranjak Oppa…
    duh harus ditonton inih mah…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat