Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 7 Part 3

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 7 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini. Masih di percakapan antara Joon Hwi dan Ibunya. “Lupakan soal Appa. Bagaimana dengan autopsi? Omma ingin melakukannya.”

“Mau duduk sebentar?”

****

Mereka pun akhirnya mengobrol kembali. “Ibu bersikeras karena mencurigai sesuatu. Ibu tahu seperti apa autopsi.”

“Itu karena Ibu tidak percaya dia sudah pergi. Ibu tidak bisa menerimanya.”

“Ibu tahu Joon Kyum punya pacar?”

“Ya. Ibu tahu. Dia sudah memberitahuku.”

“Namanya Kim Cheong Ah?”

“Bagaimana kamu tahu?”

“Tandanya di sini.” Joon Hwi melihat nametag di kotak barang Joon Kyum. “Seperti apa dia?”

“Ibu penasaran. Seperti apa dia? Omma juga penasaran tentang dia.”

****

Di kedai. Seol Ah dan Ibu minum bir. Cheong Ah hanya minum soda.

“Anak yang mati itu punya latar belakang keluarga luar biasa.” Ucap Seol Ah.

“Ibunya seorang hakim.”

“Ibu tidak lihat berita bukan? Dia generasi ketiga Chaebol. Grup intermarket.”

“Aku tahu hari ini di pemakaman.” Ucap Cheong Ah.

“Sayang sekali. Sulit sekali menemukan pria kaya. Aku bahkan tidak punya 170 dolar di rekeningku. Ibunya membayar pajak warisan sebesa 170 juta. Bisa bayangkan itu?”

“Kamu tidak punya 170 dolar? Apa kamu sudah gila?” teriak Ibu dan Seol Ah. “Kamu digaji tiap bulan dan tidak punya 170? Kamu bilang ingin menikah. Kamu harus menabung untuk pernikahan. Omma harus menyekolahkan Cheong Ah dan Yeon Ah. Jika ibu menyekolahkan Yeon Ah, kamu harus membayar pernikahaanmu sendiri.”

“Aku tahu. Aku akan mengurusnya sendiri.”

“Bagimana? Kamu mau menikah tapi tidak punya uang?”

“Aku akan menikahi pria kaya yang hanya menyukaiku.”

“Aigoooo… kamu pikir pria kaya seperti kotoran burung dara? Kamu bilang sendiri mereka sulit ditemukan.”

“Akan selalu ada cara jika kita punya keinginan. Tunggu dan lihat saja. akan kubawakan menantu kaya.”

“Apa uang menjamin kebahagiaan?” tanya Cheong Ah. “ Joon Kyum tidak akan mati jika begitu.”

“Bunuh diri lebih umum di anatara orang miskin. Setidaknya di korea. Ini hanya diantara kita, tapi kenapa dia bunuh diri? Kudengar dia pandai di sekolah. Kamu tahu sesuatu? Kalian berteman.”

***

“Temui dia.” Joon Hwi memberikan nametag pada Ibu Hakim.

“Untuk apa?”

“Aku akan menemuinya jika punya waktu. tapi harus kembali ke pangkalan. Aku tidak mengerti. Punya pacar sedekat itu sebelum masuk ujian universitas. Dan berpergian saat sekolah. Ini sangat tidak seperti Joon Kyum.”

“Ibu yakin gadis itu mengundangnya. Anak-anak zaman sekarang tidak seperti Joon Kyum.”

Ibu melihat kertas dari kotak. Di dalamnya ada ttd kremasi atas nama Park Kket Eun. Ibu langsung kaget.

“Kenapa?” tanya Joon Hwi.

“Tidak apa-apa.”

“Tidak terlihat seperti apa-apa. Itu kwitansi milik rumah sakit. Milik siapa? Coba lihat.”

Ibu Hakim teriak. “Ibu bilang bukan apa-apa.”

****

Seol Ah kembali mencoba baju mahal di butik. Penjaga mengatakan bahwa Seol Ah bisa memintam apapun yang dia mau.

Kemudian ada Pimpinan Hong menyindir. “Apakah pakaian itu untuk orang jalanan? Jika kalian akan mensponsori pakaian untuk sampah di jalanan. Aku harus berhenti memakai merk ini. kalian mengotori citra diri. Nona Yoon…. kamu tahu kenapa aku merasa orang miskin menyebalkan? Mereka pikir mereka punya harga diri meski suka barang gratisan. Walau satu barang harga 10 dolar, mereka yang punya harga diri akan membelinya dengan uang mereka sendiri. Seperti berhadapan dengan pengemis…. “bolehkan aku meminjam sepatu dan tas tangan juga? Setidaknya untuk hari ini…” apa ada jaminan? Apa kartu kreditmu ada di sini?” Pimpinan Hong terang-terangan.

“Aib bagi orang miskin memohon untuk hal gratis. Tapi juga buruk melihat mereka yang memiliki hak istimewa menyalagunakannya. Bisakah kamu menyuruh klienmu mengurus urusannya sendiri?”

“Apa? Mereka yang punya hak istimewa? Penyalah gunaan kekuasaan? Yaaak!!!!! Kim Seol Ah…. langkahi dulu mayatku jika mau menikahi putraku. Aku bisa terima semua pembawa berita di korea, kecuali kamu. X X GANDA!!!”

“Dia kenapa?” Seol Ah pun bingung.

“Anda baik-baik saja?” tanya pelayan.

“Sebenarnya dia siapa?”

“Dia Pimpinan Intermarket. Hong Hwa Young.”

“Apa? Intermarket?”

****

Mak Jomblang bertanya mempertemukan Kim Seol Ah dengan Do. Tapi, yang dikatakan bukan bertemu dengan anak pimpinan Intermarket.

“Kim Seol Ah sangat beruntung.”

“Apa dia akan menyukai ini?”

“Tentu saja. dia bahkan tidak keberatan menemui pria yang sudah bercerai.”

***

Seol Ah pun datang untuk kencan buta. Ia menemui Do.

Ia pun kaget melihat Do.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat