Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 7 Part 2

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 7 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti.

Kini giliran Cheong Ah yang datang di depan Pimpinan Hong dan Ibu Hakim Hong. Cheong Ah memberikan bunga di depan foto Joon Kyum. Ia menangis. Melihat ekspresi Ibu Hong melihat Cheong Ah. Pimpinan Hong pun sadar bahwa itu Cheong Ah.

Langsunglah dijambak saat Cheong Ah memberikan salam. Seperti biasa, Pimpinan Hong berlaku kasar dan menyalahkan Cheong Ah atas kematian Joon Kyum. Ibu Hakim pun mengusir Cheong Ah demi untuk menjaga ketenangan.

***

Masih belum puas. Saat Cheong Ah di aula. Pimpinan Hong menarik Cheong Ah dan mengancamnya kembali.

“Unnie selalu menghadapi semua hal sesuai hukum. Tapi aku tidak seperti dia. Aku melakukan hal-hal dengan caraku sendiri. Menurut keinginan dan perangaiku. Saat datang jauh-jauh kemari, kamu pasti sudah siap untuk ini, bukan? Berlutut…”

Cheong Ah menurut. Pimpinan mengambil galon dan menyiram Cheong Ah. Cheong Ah diminta mengatakan permintaan maaf karena telah melakukan dosa besar.

***

Joon Hwi sudah berganti setelan. Dia berdoa untuk Joon Kyum. Joon Hwi hanya memeluk Ibunya. Mereka sama-sama menangis. Tidak ada kata.

****

“kamu miskin bukan? Sepatu tidak cocok dan stoking hitam yang tidak sesuai musimnya? Kamu berdandan untuk menghibur diri? Kamu sosiopat ya?” *njirrr kebalik ini. “Apa kamu bahkan menyukai keponakanku? Kamu sungguh menyukainya?”

“Dia anak yang baik.”

“Apa? Anak baik? Kamu pergi ke penginapan dengan pria yang tidak kamu sukai? Kenapa kamu pergi ke sana? Kenapa kamu pergi padahal tidak menyukainya? Kamu pikir aku tidak tahu? Itu jelas. Tidak perlu kata-kata.”

“Maafkan aku.”

Pimpinan Hong marah dan teriak. Kemudian Do anaknya datang. “Cukup. Hentikan.”

“Kamu tahu apa yang dia….”

“Aku mendengar semuanya. Kurasa Joon Kyum tidak akan menginginkan ini. hentikan sekarang juga.”

Pimpinan pun pergi.

****

Hari sudah berganti malam. Ayah mengelap piala-pialanya sambil menyanyi.

Seol Ah ada di rumah dan memandang ayahnya sambil mengingat perkataan ahjumma yang berkata dia tidak punya peluang karena orangtuanya kelas rendahan. Namun, akhirnya, Seol Ah mau melakukan kencan buta dengan pria yang disiapkan ahjumma Mak Jomblang.

****

Si bungsu mengerjalan PR. Tertulis soal bahwa kakak sedang ulang tahun. Maka perintah soal adalah membuat kartu ucapan untuk nenek.

Nahh si bungsu malah menggambar kartu kredit. Wkwkwkwkkwkwkkwkkwk…. cerdasssss…

Karena khawatir anak bungsunya akan bodoh seperti Cheong Ah. Ayah teriak pada Seol Ah untuk mengajari adiknya.

Melihat kartu kredit yang digambarkan si bungsu. Seol Ah malah tertawa. “Unnie nampaknya menyukainya.”

“Dia tertawa karena terkejut.” Ucap ayah.

“Tidal. Karena kakak menyukainya. Kakak sangat menyukai kartu ini. saat kamu tumbuh besar dan menjadi kaya. Beri kakak kartu kredit di hari ultah kakak. Bukan kartu kertas.”

“Baiklah.”

***

Ahjumma masih di kedai ayam goreng dan anaknya belum juga pulang. Tak lama, Cheong Ah pun pulang.

“Kenapa kamu berantakan sekali?”

“Omma. Di sini tidak hujan? Di sinchon hujan deras.”

“Kamu kehujanan?”

“Ya.” Cheong Ah sama sekali tidak mengeluarkan kalimat yang membuat Ibunya khawatir. Ia bahkan mencoba tersenyum.

***

“Kenapa tidak menelepon ayah?” tanya Joon Hwi pada Ibunya.

“Untuk apa repot-repot jika pemakaman usai saat dia tiba di sini. Ayahmu sedang di argentina, bukan di london.”

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat