Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 5 Part 2

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 5 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membaca yaaa… “Omma baik-baik saja selama kamu baik-baik saja. Omma tidak akan pernah kehilanganmu.”

Kemudian hakim datang. Ia menajak mereka masuk mobil.

****

“Aku memutuskan untuk mengautopsinya.” Ucap Hakim di mobil.

“Jangan…” Ucap Cheong Ah dan Ahjumma berbarengan.

Mobil dihentikan. “Kenapa jangan? Bisakah kamu melepas anakmu tanpa tahu kenapa dia mati? Apa kamu akan melakukan hal yang sama jika putrimu, bukan putraku, yang mengalami kecelakaan? Autopsi tidak akan diperlukan jika kalian berkata jujur. Aku juga ingin melepaskannya dengan tenang. Katakan apa yang kamu sembunyikan. Aku tidak akan memberi tahu polisi.”

“Tidak ada apapun.” Ucap ahjumma. “Kami tidak menyembunyikan apapun. Putramu meninggal saat berusaha menyelamatkan putriku. Aku sangat menyesal, tapi itu kebenarannya, jadi, jangan lakukan autopsi.”

“Apa kalian mengatakannya demi putraku?”

“Lakukan apapun yang kamu mau. Entag itu demi anakmu atau putramu sendiri.” Ucap ahjumma. “Kuharap kamu memikirkannya sekali lagi.”

*****

Seol Ah membuka pintu saat ada mobil hakim parkir, ia menguping. Ahjumma mengucapkan terima kasih.

“aku dan Joon Kyum pergi ke NY. Pada hari kamu bilang kali pertamamu bertemu dengannya.” Hakim pun masuk ke dalam mobil. Kemudian pergi.

***

“Rahasiakan ini dari kakakmu. Saat kita mengkhawatirkan satu hal, dia mengkhawatirkan 10 hal sendirian. Dan dia pintar. Jaga mulut dan ekspresi wajahmu.” Ucap ahjumma pada Cheong Ah.

Padahal Seol Ah menguping dang berkata.

“Setiap ada sesuatu, mereka selalu mencoba menyembunyikannya dariku. Tapi selalu ketahuan.”

****

Hari sudah pagi. Ahjumma sibuk dengan membuat jus. Sedangkan suaminya bermalasan dan tidak bangun-bangun. Suaminya pengangguran.

Ahjumma juga mengatakan pada suaminya untuk merahasiakan dari Seol Ah tentang Cheong Ah. Ayah tentu saja langsung berkata pada Cheong Ah agar dia pura-pura tidak tahu.

****

Ayah kembali berulah dengan merebut es krim milik si bungsu dan es krimnya menempel di lidah dan susah dikeluarkan. Ayah pun disiram air oleh ahjumma. Wkwkwkkwkwkwkwkwk

****

“Siapa yang meninggal?” tanya Pimpinan Hong di telepon. “Katakan lagi. Lalu kenapa Joon Kyum meninggal? Kenapa? Aku tidak percaya ini. aku akan segera ke sana.” Pimpinan menutup teleponnya.

“ada apa?” tanya sang anak. “Joon Kyum meninggal?”

“Dia meninggal. Semalam.”

“Apa yang terjadi?”

“Dia mencoba menyelamatkan nyawa seorang gadis dan tenggelam di sungai.”

****

Kini keduanya sudah di kediaman Ibu Hakim Hong.

“Kudengar kamu belum makan apapun.”

“Aku sudah minum jus. Jusnya manis, Hwa Young. Kakak benci karena merasakan manis. Mulut kakak kering, jadi, kakak ingin minum lebih banyak. Tapi kakak merasa tidak boleh menghabiskannya. Jadi, kakak menyisakannya. Joon Kyum mungkin bisa melihat semuanya sekarang. Kakak merasa dia menyaksikan semuanya. Omma…. Ommaaaaa…. Ommaaa….. aku merasa dia mengikutiku, menyaksikan semua yang aku lakukan. Aku merindukannya. Seharusnya aku mengirimnya belajar di LN dengan Joon Hwi. Jika aku melakukannya. Ini tidak akan terjadi.” Ibu Hakim Hong menangis lagi.

“Aku dan Jin Woo akan mengurus pemakamannya. Jaga diri unnie baik-baik. Makan dengan benar. Unnie harus mengantar kepergiannya dengan tenang.” Ucap Pimpinan Hong.

“Aku akan mengadakan pemakaman setelah penyidikan.”

“Penyedikian? Dia tenggelam demi menyelamatkan gadis. Apa yang perlu diselidiki?”

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat