Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 5 Part 1

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 5 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah cari tahu drama ini di sini.

Ibu Hakim berkata pada Cheong Ah. “Sedang apa larut malam di sini? Jawab aku, kenapa kamu di sini? Kamu kemari untuk mencari sesuatu? Tidak, aku yakin kamu di sini untuk menyembunyikan sesuatu. Jadi, kamu sudah menemukannya dan menyembunyikannya? Apa yang kamu sembunyikan? Katakan kepadaku. Jika tidak, aku akan mencarinya sendiri.”

Cheong Ah digeledah.  Tapi ahjumma langsung muncul. “Apa pun masalahnya, ganggu saja aku. Meski aku, aku akan menerimanya, tampar aku jika itu yang kamu inginkan. Tapi jangan putriku. Jika kamu menyentuhnya lagi, aku tidak akan membiarkannya.”

“Sepertinya aku tidak bisa.”

“Tapi kamu orang dewasa di sini. Kamu hakim.”

“Tidak. Kubilang aku tidak bisa. Aku harus tahu kenapa dan bagaimana putraku mati. Aku orangtuanya, aku ibunya. Hanya ini yang bisa kulakukan. Jika bisa, aku tidak hanya menggeledah tangannya. Aku akan merenggut jantungnya.”

Melihat Ibu Hakim yang tidak pakai alas kaki. Ahjumma langsung memberikan alas kaki. “Kumohon pakai ini. hanya ini yang bisa kulakukan untukmu. Tetap saja, ukuran kaki kita sama. Aku senang ukurannya sama.”

Namun, Ibu Hakim meminta alas kaki pada polisi. Polisi langsung gercep memberikan. Kemudian saat Ahjumma ingin dipanggilkan taksi untuk ke Seol. Ibu Hakim mengatakan akan mengantarkan mereka.

****

Seol Ah duduk di ruang tengah. Ayahnya datang. “Kenapa kamu terjafa selarut ini? di mana ibumu? Aku pikir dia terlalu sedih.”

“Kenapa? Kenapa dia sedih?”

“Bukan apa-apa. Restorannya hanya tidak menghasilkan cukup uang belakangan ini. masalah hipotek… kamu tahu, krisis hipotek yang dimulai di NY memengaruhi toko-toko lain di sekitar sini dan banyak yang tutup. Kamu tahu Lehman Bras, bukan?”

“Omma dan Cheong Ah pergi ke kantor polisi.”

“Apa? Ke Yangpyeong selarut ini? tapi tidak punya mobil? Ibumu yang pelit itu naik taksi ke Yangpyeong?”

“Kenapa mereka pergi ke kantor polisi Yangpyeong?”

“Bukan apa-apa.”

“Appa. Ibu berjalan sesering mungkin untuk menghemat ongkos bus. Tapi dia naik taksi ke Yangpyeong di tengah malam bersama murid SMA? Apa yang terjadi? Seorang putra hakim meninggal bukan? Dia meninggalkan catatan yang mendandakan dia bunuh diri. Cheong Ah mengenalnya. Benar, bukan? Apa Cheong Ah bersamanya saat dia meninggal?”

Ayah mengangguk.

“Bagaimana dengan Cheong Ah? Jika anak-anak di sekolahnya tahu….”

“Kita akan memastikan mereka tidak pernah tahu.”

***

Hakim kembali melihat barang bukti.

“Boleh aku memeriksa barang-barang milik gadis itu juga?”

“Seperti yang anda tahu, anda butuh izinnya untuk memeriksa barang-barangnya. Haruskah aku memintanya?”

“Lupakan saja. yang perlu kulihat mungkin sudah…. kamu belum menemukan ponsel putraku? Jangan menunggu sampai kamu menemukannya dan ajukan permintaan ke penyedia layanan telepon. Pasti ada sesuatu di SMS mereka.”

“Ini akhir pekan jadi tidak bisa. Kami akan meminta kerja sama mereka pada hari senin. Tapi apa yang anda harapkan dari SMS mereka? Jika anda tahu atau mencurigai sesuatu, beritahu kami.”

“Aku ingin kamu mengautopsinya.”

****

Cheong Ah membuka suratnya di kantor polisi. Ahjumma berkata. “Kamu sudah gila? Masukkan itu kembali.”

“Kurasa aku harus mengatakannya Omma.Ibunya ingin tahu. Dia mungkin tidak tahu putranya mati. Tapi dia harus tahu penyebab kematiannya. Karena dia ibunya. Dia akan memahaminya. Dengan begitu, Joon Kyum dipahami dan bisa beristirahat dengan tenang.”

Ahjumma malah mengambil kertas dan menelannya.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat