Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 4 Part 2

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 4 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari di tulisan yang ini ya. Masih di bagian ketika Pimpinan Hong bicara dengan putranya di kafe mihil.

“Nak… Omma tidak menyukainya. Omma membencinya.”

“Ibu hanya melihatnya sekali.”

“Lihat sekali dan kamu sudah melihat semuanya.”

“Kalau begitu, beri tahu aku 10 hal yang Ibu tahu tentang Kim Seo Ah. Jika ibu tidka bisa, aku akan menemuinya 10 kali dan memutuskan sendiri. Lihat? Ibu tidak mengenalnya, ibu bahkan tidak bisa sebutkan satu, kenapa pura-pura tahu semuanya?”

“Kim Seol Ah sangat miskin.”

“Begitukah?”

“Dia bukan hanya miskin. Dia benar-benar tidak punya uang. Dia seperti cacing pita. Seesokr anisakis.” Pimpinan teriak.

“Kalau begitu, aku harus minum obat cacing.” Wkwkkw.

“Do Jin Woo. Kamu sungguh ingin melakukan ini?”

“Omma. Aku bukan anak kecil. Omma juga bukan akan kecil. Ibu pikir aku akan mundur jika Ibu membantakku dan mengamuk di tempat umum seperti ini? ibu salah. Ibu lebay. Pikirkan Bibi Hong Yu Ra (nahh kan bibinya). Dia juga bercerai. Tapi dia tidak mencampuri urusan Joon Hwi. Dia tidak terobsesi dengannya. Mereka menjalani hidup mereka sendiri.”

“Apa katamu? Kamu bilang Bibi Yu Ra? Kenapa kamu membandingkan kami? Jika kamu sangat menyukai bibimu, tinggallah dengannya. Kamu bisa tinggal dengan Imo-mu yang keren itu.”

“Bukan itu maksudku!!!! Aku mencoba tinggal dengan Omma. Aku tidak bisa meninggalkan Omma. Aku melakukan ini guna hidup bahagia bersama Ibu bahkan setelah menikah. Apa pun kata orang. Aku menyukai Omma, sungguh. Ibu senang sekarang?”

“Beraninya kamu membentak Omma? Kamu pikir bisa membujuk Omma seperti ini?” teriak lagi.

*****

Kim Seol Ah pergi dengan rekannya lagi di kafe.

“Kamu membelinya? Pasti cukup mahal.”

“Aku tahu. Akhirnya kubeli lagi. Dengan rencana cicilan 12 bulan. Harus kupotong pergelangan tangan atau kartu kreditku.”

“Seharusnya kamu bilang. Ini sesuatu yang bisa kubelikan. Dengan rencana cicilan 3 bulan.”

“Sunbae kenapa mau melakukannya?”

“Astagaaa… jahat sekali kamu berkata begitu. Kamu tidak tahu bahwa kamu membuatku pusing?”

“Kenapa kamu ingin memacariku? Kurasa aku sudah menegaskannya.”

“Orang-orang sangat ironis. Kamu sangat menyebalkan. Tapi kamu cantik. Maksudmu bukan wajahmu, maksduku pikiran polosmu. Jika dipikir-pikir, Kim Seol Ah bukan sulit dimiliki, tapi bak rumah yang belum ditempati.”

“Apa? Rumah yang belum ditempati?”

“Aku tidak perlu memikirkan pria tidak pantas sebab sudah kamu buang. Orang-orang dari keluarga kaya tidak sebarang memasukkan orang.”

“Biarkan aku bertemu dengan satu keluarga kaya.”

“Aku sama percaya dirinya sepertimu. Sebelum mengencani pria kaya, kamu harus menemuiku. Kamu akan bertanya soal pria kaya dan aku akan bertanya soal kamu. Begitulah awalnya.”

“Aku selalu menjadi yang pertama seumur hidupku. Aku peringkat pertama di sekolahku dan satu persen teratas di negeri ini.”

“Siapa yang tidak begitu?”

“Itu maksudku. Tapi menurutmu kita ada di mana? Menurutmu, kita peringkat berapa di negara ini dalam hal gaji?”

“Jika gaji kita digabung. Kita akan berada….”

“Aku sudah berusaha keras untuk sampai sejauh ini.” Ucap Seol Ah. “Aku bisa membawakan berita siang. Dan aku berusaha keras untuk membawakan berita pukul 21.00. tapi apa yang terjadi selanjutanya?”

“Jadi, maksudmu kebahagiaanmu adalah uang?”

“Tepat sekali. Aku ingin menjalani hidup dengan uang menjadi penghalang. Aku ingin bebas dari segalanya. Bukan hidup tempat aku harus merelakan 10 hal hanya untuk mendapatkan satu hal. Aku ingin hidup di mana aku bisa pilih apa pun dan semua yang kumau. Maafkan aku sunbae.”

Seol Ah pun pergi.

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat