Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 3 Part 3

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 3 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah ngikutin sinopsis di sini yaaa…

Merasa belum dapat baju. Kim Seol Ah mendekati tim drama yang sedang syuting. “Haloo… aku Kim Seol Ah. Pembaca berita.”

“Aku mengenalmu. Komentar penutup kemarin.”

“Syuting sudah selesai atau kamu akan pergi?”

“Aku baru selesai dan akan pergi.”

“Kalau begitu, bisa pinjamkan bajumu? Aku mengudara dalam 20 menit. Tolong bantu aku. Kelak, aku akan datang menyelamatkanmu. Hari ini, tolong selamatkan aku. Aku diberitahu akan bertemu dengan seseorang yang istimewa hari ini.”

****

Akhirnya Seol Ah mengudara dengan baju pinjaman.

***

Ibu Hakim Hong melihat foto-foto. Ia melihat anaknya menggunakan sepatu.

****

Polisi sedang mengetik pernyataan dari Cheong Ah. “Kamu berteman dengan Koo Joon Kyum musim semi ini dan pertama berkontak untuk membicarakan musik di laman My World milikmu. Apa saja lagunya?”

“Lamanku memutar lagu Piazolla. Libertango. Dan lama Joon Kyum memainkan Oblivion oleh komponis yang sama.”

“Kapan dan di mana kalian pertama bertemu?”

Kemudian Hakim datang membawa foto.

Ahjumma yang menjawab. “Kamu bilang bertemu dengannya di Hongdae. Ibu memberimu 30 dolar hari itu. Apakah itu akhir bulan mei atau awal juni? Saat kamu bilang baru makan dakgalbi.”

“Apa itu benar?” tanya polisi.

“Ya.”

Pukul berapa kamu tiba di Yangpyeong?” tanya polisi. “Kalian datang bersama?”

“Kami bertemu di Stasiun Kudun pukul 13.00.”

“Apa yang kamu lakukan saat itu? Tertulis bahwa Check in pukul 15.20.”

“Kami membeli pakaian dan berjalan di sepanjang sungai.”

“Lalu?”

****

Kilas balik.

Saat itu, dengan lakban hijau, mereka berdua melakban lubang angin.

***

Polisi tanya lagi. “Apa yang kalian lakukan antara Check in dan waktu kecelakaan? Beritahu secara beruntun.”

“tteokbokki.” Kemudian Cheong Ah menangis.

“Apa ini akan lebih lama? Kamu menempatkannya di sini selama 10 jam.” Ucap Ahjumma. Aku akan mengantarkannya pulang agar dia bisa tidur. lanjutkan penyelidikanmu. Kami akan kembali jika kamu butuh lebih darinya.”

Cheong Ah dan Ahjumma baru saja berdiri. Ibu Hakim langsung menghampirinya.

“Siapa kamu?”

“Pacarnya.” Ucap ahjumma. “Mereka sudah bertemu lama sejak musim semi. Anakmu yang memesan tempat. Bukan putriku.”

“Lihat ini.” Ibu Hakim memperlihatkan foto. “Dia melompat karena terlalu panas? Bukankah kamu bilang dia tenggelam saat bersenang-senang? Dengan sepatu dan jam di tangannya? Sepatu ini hadiah dari Hyungnya. Aku memberikannya jam tangan hadiah ultah. Dan dia berenang dengan semua ini? apa yang terjadi pada putraku? Apa yang kamu lakukan padanya? Berhentilah berbohong.”

“Dia melompat untuk menyelamatkan putriku. Begitulah kejadiannya.” Ahjumma mengarang.

“Apa?”

“Hanya putriku yang pergi berenang. Dia mulai kesulitan karena kakinya kram, putramu melihat itu dan melompat untuk menyelamatkannya. Dia datang terlambat untuk menyelamatkan Cheong Ah.”

“Lalu dia mati berusaha menyelamatkanmu?” tanya polisi.

“Benarkah?” tanya hakim.

Cheong Ah mengangguk.

****

Adik Cheong Ah sedang bermain gelembung sabun. Ayah, Ibu dan Cheong Ah pulang. Ia menyapa dengan riang tapi dicuekki.

Cheong Ah malah duduk di luar pagar. Adiknya menemani sambil meniup balon.

***

Ibu Hakim pergi ke penginapan.

“ada berapa kamera pengawas di luar? Aku ingin melihat rekaman saat mereka masuk.”

“Itu dasar penyelidikan. Kami sudah memeriksannya.”

“Lalu?”

“Tidak ada di kamera. Tidak ada satu pun.”

“Bagaimana dengan ponsel mereka?”

“Kami mencari di tepi sungai.”

“Cari di air juga. Gadis itu bukan pacar putraku. Aku akan tahu jika dia punya pacar.”

Lanjut ke bagian 4 klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat