Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 3 Part 2

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 3 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti ya.

Ibu dan Ayah Cheong Ah datang. Ayah langsung memukuli Cheong Ah. “Ayah tidak bisa memaafkanmu. Appa tidak akan memaafkanmu!!! Kim Cheong Ah, mulai saat ini, kamu bukan putriku. Seharusnya kamu tidak melakukan itu!!!”

“Tutup mulutnya Yeobo.” Ucap Ahjumma.  “Keluar sekarang.”

****

Ahjumma bicara di luar. “Kamu mau membuat putrimu dituntut karena membantu bunuh diri? Perjalananya masih panjang. Kamu tidak mau mencapnya mau bunuh diri seumur hidupnya.”

“Bagaimana dengan orangtua anak itu? Mereka harus tahu keberanan soal kematian putra mereka.”

“Tidak ada kebenaran di dunia ini yang penting adalah nyawa putri kita. Dia sudah mati. Tapi anak kita masih hidup. Hari ini, besok, dan lusa. Putri kita akan terus hidup. Jika kamu tidak mau mengorbankannya ke para penggosip dan membiarkan mereka mencapnya karena membantu bunuh diri atau ikut perjanjian bunuh diri, tutup mulutmu. Tidak… jangan masuk dan tetaplah di sini. Aku akan mengurusnya.”

****

Ibu Hakim melihat putranya. “Bangun, Joon Kyum. Kenapa kamu berbaring disini? Buka matamu. Buka matamu. Sekarang… kamu harus sekolah. Kamu harus mandi…..”

*suara biola sedih mengalun. Ibu Hakim menangis. Tangisnya menempel pada pipi anaknya.

Dalam bayangan…..  Ibunya sibuk membereskan kamar Ahjussi Tentara. Anaknya terus memanggil Ommaa… Omma… Ommaa…. hingga mengatakan I Love You, Sarange.

Nangis lagi di episode ini. pilu banget.

*****

Ibu Cheong Ah memberikan anaknya makan.  “Di mana Appa?”

“Di luar. Jangan membuatnya menunggu di bawah terik matahari. Mari selesaikan pertanyaanmu dan pulang. Gula darah Ibu turun. Ibu gemetar seolah-olah akan tenggelam.”

“Ibu saja yang makan.”

“Ibu tidak bisa makan saat kamu tidak makan.”

****

Polisi di luar dan mengeluh kenapa ibu Joon Kyum harus hakim. Ayah yang ada di luar pun mendengar polisi mengeluh.

Ibu Hakim pun datang. “Aku Detektif Kim Bong Kyun dari kantor polisi Yangpyeong. Aku turut berduka cita, Hakim Hong Yu Ra.”

“Sebelum aku memberi pernyataan. Bisakah aku melihat foto TKP?”

“Tentu saja. akan segera kusampaikan. Anda ibunya.”

“Mengenai gadis yang bersama dengan putraku. Dia sudah menyelesaikan pernyataannya?”

“Belum. Dia masih syok. Namanya Kim Cheong Ah dari SMA Putri Migang. Apa anda mengenalnya? Kurasa anda akan tahu begitu masuk dan menemuinya. Anda pasti kepanasan. Ayo masuk.”

****

Ibu Hakim melihat Ahjumma dan Cheong Ah sedang makan.

“Bagaimana kamu bisa makan sekarang? Putraku Joon Kyum baru saja mati. Putraku meninggal. Dia sudah mati!” hakim mengamuk dan melempar makanan Cheong Ah.

Ahjumma berlutut. “Maafkan aku. Aku sungguh minta maaf. Karena hanya memedulikan anakku. Aku hanya memedulikan putriku. Putramu sudah mati, tapi aku hanya berpikir untuk memberi makan anakku. Karena dia hidup…. aku hanya bersyukur…bahwa putriku tidak mati. Aku merasa sangat lega. Hanya itu yang kupikirkan. Maafkan aku…..”

***

Kim Seol Ah dapat teguran. “Maafkan aku. “

“Apa yang kamu lakukan kemarin. Apa itu hanya pertunjukkan atau rasa keadilan? Kamu melakukan itu untuk menjadi terkenal bukan? Bukan untuk meninggalkan industri.”

“Kalau begitu…anggap saja aku melakukannya agar terkenal.”

“Jangan lakukan itu lagi. Nanti akan kukeluarkan dari pembaca berita,”

****

Di ruang ganti, sunbae dari Seol Ah menggunakan setelan yang akan ia pakai. rekan itu mengejek. “Kudengar kamu ikut anggota kebugaran di cheondangdom. Dan gereja di apgujeong dong. Kenapa kamu hidup seperti itu? Karena ikan lumpur yang serakah sepertimu, semua pembaca berita dikritik secara merata.”

“Kamu tidak bisa memakai merk itu mulai sekarang. Ikan lumpur serakah ini akan memakai merk mewah luar negeri alih-alih merk dalam negri.”

“Apa? Merk mewah apanya? Kudengar orangtuamu mengelola restoran ayam. Seperti toko keluarga. Kamu berusaha bangkit dari keluarga sederhana.”

“Benar. Aku ingin bangkiy dari latar belakang yang sederhana. Siapa tahu? Aku mungkin akan menjadi sukses. Aku harus mencari pakaian lebih baik darimu mulai sekarang.”

“Kamu kira semua orang dapat sponsor merek luar negeri?”

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat