Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 24 Part 1

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 24 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa…

Cheong Ah sudah membersihkan semua barang di tempat kosnya. Tbtb hakim Hong menghubungi dan memintanya untuk makan bersama.

***

Baek Rim didatangi polisi. “Apa aku akan dituntut?”

“Kamu menyebabkan dua orang koma.”

“Kamu sudah lihat diagnosis narkolepsiku? Aku tidak bergerak karena narkolepsi sebelum kecelakaan. Mobil lain menabrak mobilku. Kamu juga harus menyelidiki kemungkinan itu.”

“Narkolepsi bisa menjadi kelalaianmu. Berhenti memohin kamu tidak bersalah. Dan berdamailah dengan keluarga korban. Jika tidak berdamai, kamu akan dipenjara.”

***

Joon Hwi menghadap pada Pimpinan Hong di kantor.

“Hentikan Bi, Jin U menyebabkan kecelakaan, jangan berusaha menyembunyikannya. Jangan menukar korban dengan pelaku.”

“Kamu punya bukti? Bahwa putraku pelakunya?”

“Apa Hyung menginginkan ini? apa menurut Imo, Hyung benar-benar ingin melakukan ini? Imo memfitnah. Imo tidak takut Jin U terluka. Tapi Imo takut Imo sendiriyang terluka.”

“Aku lebih mengenal putramu daripada kamu. Lidahmu licik. Kamu berusaha mencuri posisi ini. kamu licik.”

“Imo… pikirkan ini baik-baik.”

“Kamu lancang!!!!”

“Jangan-jangan Imo mengancam Kim Cheong Ah?”

“Untuk apa mengancamnya? Aku membayarnya untuk membelaku. Dia dipihakku sekarang. Jadi, berhentilah.”

***

Hakim Hong malah akan mencari baju sebagai hadiah untuk Cheong Ah. Ia membelikan mantel.

***

Di restoran. Cheong Ah datang menemui Hakim Hong untuk makan malam.

“Apa itu?” tanya Cheong Ah saat diberikan hadiah.

“Ada suplemen dan gingseng merah di kantong ini. dan karena udara makin dingin. Aku membelikan mantel. Ini mendadak dan membingungkan bukan? Aku penasaran apa yang kamu butuhkan. Aku merasa terburu-buru sampai hanya ini yang bisa kupikirkan. Kamu menghadapi ujian. Kamu pasti kesepian. Jangan menganggapnya terlalu serius. Aku ingin kamu tetap hangat.”

“Tentu saja. aku akan menerimanya.” Ucap Cheong Ah. “Terima kasih. Aku akan memakainya.”

***

Hakim Hong kesulitan memanggang daging. Mereka makan dan bersikap manis. Seandainya dulu, hakim hong berani membuka kasus anaknya yang menabrak orang. Membuat anaknya membayar apa yang diperbuat. Mungkin Joon Kyum nggak akan bunuh diri. *Sedih saya lihat kebersamaan mereka. Sekaligus lega. *nggak tahu deh. KBS JAGO BANGET BIKIN DRAMA KELUARGA KAYAK GINI.

“Kudengar Joon Kyum punya Hyung.”

“Hyungnya lebih suka melakukan hal-hal sendiri, dia makan, minum dan menton film sendirian. Dia merasa nyaman sendirian. Kami makan bersama dua kali sebulan. Dan aku harus membuat janji sebelumnya. Itu kesepakannya.”

“Apa? Itu konyol. Lalu kenapa tinggal bersama dengan anda? Padahal dia bahkan tidak mau makan dengan Ommanya.”

“Dia unik, bukan?”

“Sedikit.” Wkwkwkkw padahal orang yang dia taksir gimana cuyy.. eheemm. “Jadi, kalian makan setiap makan malam terpisah setiap harinya? Bahkan di akhir pekan.”

“Ya. Anakku bahkan memanggang daging sendirian. Dia bahkan membeli perlangkapannya sendiri.”

“Dia mirip siapa?” tanya Cheong Ah.

“Kurasa aku. Dia sama sepertiku. Jadi, aku tidak bisa memarahinya. Aku hanya marah dalam diam. Aku memberitahumu banyak bukan? Aku merasa senang. Tidak ada orang lain yang bisa kuajak bicara soal putraku.”

Cheong Ah tersenyum.

“Kamu tersenyum? Senang melihatmu tersenyum, Cheong Ah.”

“Aku juga senang melihatmu tersenyum.”

***

Tae Rang melihat Seol Ah makan lagi. Kali ini, Seol Ah makan dengan lahap lagi. Mereka juga terlihat akrab.

“Bagaimanapun, jangan mencoba merayuku. Kenapa kamu menyukaiku padahal tidak tahu apa pun tentangku.”

“Astaaagggg… aku tidak menyukaimu.”

“Hah. Yang benar saja.”

“Kurasa kamulah yang bisa jatuh cinta pada siapapun tanpa tahu yang sebenarnya. Beberapa orang jatuh cinta pada pandangan pertama. Beberapa juga perlahan.”

“Cinta? Kamu bilang cinta?”

“Aku bilang tidak mencintamu. Aku hanya bilang “cinta” dalam pernyataan umum.”

“Berhentilah bilang sarang-sarang-sarang.” Wkwkwkkw

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat