Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 22 Part 1

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 22 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaa… hueeehhhh…

Tim kerja dari Joon Hwi pergi makan ke tempat Tae Rang, bahkan ada Joon Hwi juga. Joon Hwi selalu saja disindir anak pintar dari Inggris oleh rekan kerjanya. Joon Hwi nggak jadi makan di situ. Dia pergi ke kantornya dan makan gimbap.

Kemudian salah satu dari mereka berkata. “Istri wakil pimpinan mengunggah foto di akun media sosialnya. Apa itu rumor palsu bahwa dia berselingkuh dengan sekretarisnya?” Tae Rang mendengarnya. “Betapa cantiknya Kim Seol Ah. Aku terlalu takut dengan istriku untuk tinggal dengannya,” wkwkkw halu nih. “aku akan membuat pulai untuk kami berdua.”

“Ahhh bukannya ini ruang kerja pimpinan? Bukankah dia sudah gila ke kantor hanya untuk berfoto.” Ucap yang perempuan.

Kemudian Tae Rang keceplosan. “Dia memang sudah gila!!! Tidak waras.”

****

Pimpinan datang ke tempat Joon Hwi yang sedang makan gimbap.

“Ada apa bibi kemari?”

“Kamu mengganggu bibi. Kim Cheong Ah, jangan temui dia. Ini bukan permintaan pribadi. Ini perintah dari perusahaan. Jangan temui dia lagi.”

“alasannya?”

“Itu rahasia.”

“Apa? Rahasia?”

“Tidak bisa diungkapkan. Itu informasi rahasia perusahaan. Jangan temui dia dan ikut campur apa yang terjadi. Sembunyikan identitasmu sampai akhir pada Cheong Ah.”

“Kenapa identitasku sangat penting mengenai insiden ini?”

“Karena kamu dan Joon…. Joon Hwi…. kamu Joon Hwi yang memegang saham inter market.”

“Bagaimana kalau aku tidak bisa?”

“kamu akan berurusan denganku!!! Mengerti?”

***

Ibu Kim Seol Ah menghubungi Tae Rang lewat telepon. Tae Rang sedang bekerja dan pergi ke tangga untuk bicara. Tae Rang berkata bahwa Kim Seol Ah tidak memakannya. Karena merasa bersalah. Tae Rang akan mencobanya kembali.

Ahjumma akan memberikan makanan itu ke Tae Rang lewat kurir karena Tae Rang kerja di lingkungan intermarket.

***

Cheong Ah menemui ibunya. Ia diberikan sejumlah uang. “Untuk apa uang ini?” tanya Cheong Ah. “Kenapa ibu memberikannya kepadaku?”

“Taruh di tasmu sebelum ayahmu dan Yeon Ah pulang. Kamu harus bepergian. Pergilah berwisata. Anak-anak lain ke gunung dan laut bahkan ke LN. Bersenang-senanglah. Mereka yang pergi ke tempat lain berkata bahwa pikirannya lebih terbuka. Lakukan ini untuk Omma.”

“Omma….”

“Menjauhlah dari semuanya.” Omma melihat ransel Cheong Ah. “Kamu melepaskan namanya? Itu bagus!!!! Ibu senang kamu melakukannya!!! Semua sertifikat penghargaan di studiomu….ibu khawatir. Terima kasih….  cheong Ah. Betapa sulitnya kamu menjalani hidup. Omma akan selalu ada. kerja bagus Cheong Ah.”

Cheong Ah hanya diam melihat ibunya yang senang.

***

Di dalam rapat, Joon Hwi ingin memberikan kontrak pada Kim Yeon Ah sebagai atlet tenis.  Rekannya menenang dan menyindir apakah perusahaan adalah milik Joon Hwi?

“Apa susahnya kamu tetap diam dan menerima gajimu setiap bulan. Apa susahnya?”

Dan Joon Hwi malah mengangkat telepon dan pergi ke luar.

***

Joon Hwi mengangkat telepon untuk janjian bertemu dengan seseorang yang katanya tahu kasus adiknya dulu.

***

Pimpinan Hong menemui Cheong Ah. Awalnya Cheong Ah tidak mau ikut dibawa Pak Cha. Tapi akhirnya ikut juga saat membawa nama Seol Ah.

Cheong Ah diberikan tas kertas yang membuatnya mangap sangat di mobil. Di saat yang sama Cheong Ah menyalakan rekaman di ponselnya.

Pak Cha memberikan uang lagi di tas kertas lainnya.

“Buat Baek Rim sebagai penabaknya.”

Cheong Ah membawa dua tas kertas itu dan pergi.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat