Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 21 Part 1

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 21 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudaaahhh mau relaaa buat membagi waktu berharganya untuk membaca sinopsis di sini. Episode kali ini sampai 40 menit. Nggak tahu deehhh jadi berapa.

Cheong Ah dadah-dadah ke Joon Hwi. Joon Hwi malah bilang. “Ini akan menyebalkan.”

“Waahh daebak. Seperti menemukan oasis.”

“Aku di sini bukan karenamu, jadi, mari kita berpisah.”

“Eliza bilang hidup tidak pernah berjalan sesuai rencana. Tapi tidak mengikuti rencana rasanya menyenangkan. Artinya kita akan mengalami hal yang tidak terduga. Bagaimana kamu bisa kemari?”

“Aku meminta pacarmu… terserah… jangan ada pertanyaan lagi.” Joon Hwi malah kesal. “Jangan dekati aku. Dan jangan sentuh aku.”

“Aku tidak membawa apapun hari ini.” *takut kesiram nasi mayones lagi. “Tidak perlu khawatir.”

“Tentu saja. untuk apa aku khawatir jika kita datang terpisah? Kita masing-masing.”

“Tidak ada jejak ban. Semua sudah dihapus.”

Joon Hwi malah turun ke bawah. “Kamu cari apa? Kamu mencari pecahan atau semacamnya?” Cheong Ah pun teriak.

Cheong Ah pun ikut turun.

“Dua orang lebih bagus. Berbagi beban kerja selalu memudahkan semuanya. Kamu tidak tahu betapa menghiburnya mengetahui seseorang berbagi kecemasanku.”

Dan Joon Hwi menemukan pecahan biru. Ia langsung membawanya.

***

Obrolan Pimpinan Hong dan Seol Ah berlanjut di rumah.

“Sejak kapan kamu menyembunyikannya?” tanya Pimpinan. “Apa yang kamu rencanakan?”

“Bukan berarti aku menyembunyikannya, aku tidak bisa memberi tahu Ibu. Aku sudah mengurusnya.”

“Apa? Jangan membuatku tertawa. Aku tahu kamu sepemikiran dengannya.”

“Tidak. Itu sama sekali tidak benar. Untuk apa aku melakukan sesuatu yang bisa membahayakan Jin U? Aku tidak mendapatkan apapun jika melakukan itu.”

“Lalu bagaimana kamu akan menjelaskan adikmu yang tidak kenal takut? Kenapa dia membuat masalah? Apa yang ingin dia ketahui? Apa yang dia rencanakan dengan melakukan ini? dia aneh, mencurigakan, dan penuh kedengkian. Bukankah kamu dalang di balik tindakan adikmu? Adikmu dalah tindakan Joon Hwi, dan si bedebah itu mengambil kesempatan untuk menyingkirkan sepupunya.” *sebusuk ini kepala Pimpinan Hong.

“Itu tidak benar.”

“Jadi, kamu akan berpura-pura tidak bersalah? Panggil Cheong Ah, Pak Cha.”

“Pak Cha…. jangan ganggu adikku.” Ucap Seol Ah pada pesuruh Ibu Hong. “Tidak akan kubiarkan jika ibu menyentuh sehelai rambutnya saja.”

“Apa? Kamu mau membodohiku? Aku tahu kamu mengatakan itu kepadaku. Pak Cha…. kamu harus mencarinya atau kamu kupecat!!! Seol Ah, tidak ada yang akan mendengarkanmu. Yang kamu lakukan hanya menggesek kartu kredit. Kamu hanyalah boneka.”

“Ibu harus mendengarkan boneka ini. kita di pihak yang sama, aku, adikku, dan ibu berada di situasi yang sama.”

“Kenapa aku harus melakukan itu?”

“Ibu berbohong dengan kami dan menipu bibi selama 9 tahun. Jika ibu terus mendesakku, aku akan menemui bibi dan Cheong Ah, jika ibu tidak mau hancur bersama kami, pertahankan aku dan Cheong Ah di sisi ibu.”

Pimpinan teriak kayak kesetanan. Wkwkwkkw.

***

“Itu potongan sport mobil?” tanya Cheong Ah.

“Aku yakin, kobalt hipersonik. Ini dari mobil… ah sudahlah.”

“Wah kamu tahu mobil chaebol. Kamu iri pada mereka ya? Kamu ingin menjadi seperti mereka? Tapi aku iri padamu Koo Joon Hwi, karena kamu adalah pegawai. Tanda pegawai di lehermu bisa memberikan diskon untuk beli kopi.” Wkwkwkwkkwkwkwkwk. Pokoknya Cheong Ah cerewet banget dan Joon Hwi kesal banget sama kelakukan Cheong Ah.

Cheong Ah merasa Joon Hwi memihaknya. Sedangkan, Joon Hwi bilang ia tidak memihak siapapun, ia hanya memihak pada kebenaran. Cheong Ah pun ingat buku yang jatuh pertanda dari Joon Kyum. Ia pun mengingat masa lalu bagaimana dia berkata yang tidak sebenarnya.

Barangkali ada penyesalan di mimik wajahnya.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat