Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 20 Part 2

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 20 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa… Joon Hwi langsung menemui pegawai yang kemarin ia temui di sungai.

“Kenapa kamu datang ke sungai Han kemarin?”

“Apa?”

“Kamu mengikutiku? Atau Kim Cheong Ah? Atau kami berdua?”

“Aku? Tidak….”

“Aku akan melaporkanmu pada polisi atas dugaan memotret tanpa izin. Berikan ponselmu.”

Ponsel diberikan dan ternyata memang ada foto Cheong Ah dan Joon Hwi.

“Kurasa aku melihat yang tidak seharusnya. Kamu mungkin dalam masalah besar jika Pimpinan tahu. Aku akan diam. Jadi jangan mengikuti gadis ini dan aku. Aku yakin kalian sudah menghilangkan semua CCTV saat kecelakaan.”

“Ya. Tentu saja. supir truk akan dituntut saat dia meninggalkan rumah sakit. Kamu tidak perlu khawatir.” Wkwkwkkwkw jujur bener dah.

***

Cheong Ah kembali ke kandangnya yang kotor. Kemudian ada telepon dari Joon Hwi. Belum sempat menjawab. Ada suara orang mengetuk pintu. Saat pintu dibuka. Tamunya adalah Pimpinan Hong.

“Sudah lama sekali.”

“Silakan masuk.”

Hakim Hong masuk ke kandang Cheong Ah. Bener aja bau ikan. Laahhh kamarnya nggak karuan kotornya.

Cheong Ah membersihkan barang-barang. Hakim Hong juga melihat banyak penghargaan orang berbudi.

****

Joon Hwi menelepon Cheong Ah tapi tidak diangkat juga.

***

“Tadinya aku mau pergi. Tapi aku tidak bisa menahannya.” Ucap Hakim Hong. “Aku ingin tahu apa ada yang bisa kulakukan untuk membantumu.”

“Maafkan aku.”

“Untuk apa?”

“Untuk semuanya.”

“Baiklah. Aku merasa tidak enak. Melihat kamu hidup seperti ini.”

“Maafkan aku.”

“Saat kamu pergi tanpa meninggalkan sepatah katapun. Kamu pasti sudah bertekad.” Tapi Cheong Ah mengingat ucapan Seol Ah bahwa dirinya adalah bom waktu. “Kamu seharusnya belajar di LN saat itu. Kamu tidak akan berakhir seperti ini. kenapa berhenti sekolah? Kamu yakin kamu belajar dengan giat? Apa itu? *nengok ke penghargaan. Siapa yang menyuruh kamu melakukan hal itu? Kamu pikir itu bisa dijadikan alasan? Jika kamu peduli pada Joon Kyum, kamu tidak boleh hidup seperti ini.”

“Maafkan aku.”

“Aku mengatakan ini karena merasa hidup putraku sia-sia. Bukan hanya hidup yang diberikan putraku kepadamu. Ini kehidupan dan masa depannya. Dia menyerahkan hidupnya kepadamu seperti transplantasi organ.”

“Aku tahu.” Cheong Ah menangis. “Aku tahu semua itu. Aku tahu tapi……”

Dan Hakim Hong melihat name tag Joon Kyum di tas Cheong Ah.

Merinding saya guys.

“Cheong Ah yaaa… maafkan aku…” Ucap Hakim Hong. Akhirnya Cheong Ah dipeluk. Cheong Ah makin menangis.

“Tidak apa-apa Cheong Ah. Kejadian hari ini adalah kesalahanku. Maafkan aku Cheong Ah. Mari mulai dari awal lagi. Aku akan melakukan apapun untuk membantumu. Katakan apapun yang kamu butuhkan atau inginkan. Aku akan membantu. Aku yakin itu sebabnya Joon Kyum mengirimku ke sini.”

*sumpahhh ini sedih banget.

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat