Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 19 Part 1

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 19 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti sinopsisnyaaaa yaaa….

“Kamu mengenaliku?” Tanya Hakim Hong.

“Ya.”

“Kenapa kamu ke rumah sakit? Kamu sakit?”

“Tidak… aku ada janji temu dan kini akan pulang.”

“Keponakanku dirawat di ICU. Jika kamu punya waktu, bisakah kita minum kopi?”

“Ahh tidak… sepertinya aku tidak punya waktu.”

“Kalau begitu, mari bicara sebentar di sana.”

****

Joon Hwi akhirnya menemui Kim Cheong Ah.

“Kamu menemukanmu dengan mudah.” Ucap Cheong Ah. “Bukankah kamu yang mengeluh karena tidak bisa menemukanku?”

“Tidak bisakah kita bertemu di kedai kopi?”

“Aku mau menghirup udara segar. Aku senang Oktober ada. bisa bayangkan kepanikan melompat ke bulan november? Lihatlah dedaunan warna-warni. Apa mereka membuatmu bersemangat?” tanya Cheong Ah. “Kopi dan makanan terlalu mahal untukku. Aku mencari tempat yang tidak membutuhkan biaya. Aku berutang.”

“Apa maksudmu korban jadi pelaku? Juga tentang bekas ban?” tanya Joon Hwi.

“Ohhhh aku mencium aroma ayam goreng. Kamu tidak lapar?”

“Katakan padaku.”

Kemudian Cheong Ah malah mengeluarkan nasi kepal. Dia mau makan dan membawa dua. Satunya ia tawarkan pada Joon Hwi. Hanya saja Joon Hwi menolak.

Saat akan memberikan. Eehh ada orang lewat. Nasi kepal jatuh di jas Joon Hwi. Kotorlah dia.

***

Dua ibu mulai bicara.

“Tahun depan usianya 29 tahun, bukan? Maksudku, putrimu? Apa dia baik-baik saja?”

“Ya. Dia berusaha menjalani hidup yang baik… maksudku, dia berusaha keras setiap hari. Dia sudah nelajar bertahun-tahun di apartemen studio kecil.”

“Dia belum mendapatkan pekerjaan? Apa dia mengincar pekerjaan tertentu?”

“Dia ingin menjadi pegawai pemerintah sejak ikut paket C.”

“Bukankah dia kuliah saat itu?”

“Ya. Benar.”

“Aku memikirkannya, apa yang dia kerjakan dan dia sudah menikah atau belum. Kadang aku ingin dia bahagia, tapi kadang tidak. Aku bolak-balik berjuta kali dalam sehari dan kini sembilan tahun telah berlalu. Bisakah aku bertemu dengannya?”

“Apa?”

“Jika kamu memberiku nomor teleponnya dan tempat dia tinggal, aku akan pergi ke tempatnya.”

****

Akhirnya setelah bersihin bekas nasi dan nasinya ada yang nempel di kepala Joon Hwi. Mereka bicara lagi.

“Jadi, wakil pimpinan adalah pelakunya?” tanya Joon Hwi.

“Ya. Polisi menunjukkan bekas bannya, tapi itu bukan bekas truk. Truk ikannya sudah dibongkar dan kasusnya dibawa ke polsek lain. Kecuali ini kasus pidana, kebanyakan kasus lalu lintas tidak pernah berubah polsek. CCTV di TKP entah kenapa rusak dan memori di mobil Do Jin U penuh dan tidak merekam kejadian. Aku yakin ada CCTV di lokasi. Tapi detektif baru mengatakan bahwa Baek Rim tertidur.”

“Aku paham. tapi kok kenapa kamu bilang ke aku?”

“Karena kamu objektif. Aku harus memberi tahu orang. Dan kamu datang kepadaku sekarang.”

***

Ada Seol Ah datang. Hakim Hong langsung menyapa Seol Ah. Melihat ada Ibunya duduk, Seol Ah langsung pura-pura tidak kenal.

“Beri salam. Dia ibu dari gadis yang diselamatkan Joon Kyum.” Ucap Hakim pada Seol Ah.

Seol Ah memberikan salam.

“Kami kebetulan bertemu.” Ucap Hakim.

“Bibi baik-baik saja?”

“Ya. Baik-baik saja. lebih baik dari yang kubayangkan.”

“Aku pergi dulu.” Ahjumma lansung ngacir.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat