Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 16 Part 3

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 16 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah membaca yaaaa guys.

Biodata dari Kim Yeon Ah nampak sedang diperiksa oleh Joon Hwi karena dia bekerja di bagian olahraga. Salah satu rekan kerja Joon Hwi membawa dokumen. “Joon Hwi, ini apa?”

“Aku tidak melihatnya karena anda menggoyangkannya.” Wkwkwkkw… “Yakkkk si sok pintar yang belajar di inggris? Kamu tidak dengar saat bosmu bicara?”

Rekan dan bos Joon Hwi memarahi Joon Hwi karena nilai kontrak kamera rusak hanya bernilai 5000 dolar. Joon Hwi yang belajar hukum langsung menyerocos tentang argumennya bahwa kedua belah pihak bersalah dan kerugian dihitung dari harga kamera bekas.

Bos Na bahkan mengejek Joon Hwi karena membela pengerusak kamera. Diejek apa kerjaan ayah Joon Hwi.

****

Cheong Ah mengunjungi Baek Rim.

“Kakakmu? Kamu tidak pernah bilang kamu punya kakak.”

“Agak tabu untuk dibicarakan.”

“Kenapa? Apa karena aku?”

“Itu karena aku. Aku membuat kesalahan besar.”

“Apa ada hubungannya dengan nametag itu?”

“Ya.”

“Lalu kenapa kamu datang?”

“Joon Kyum mengutusku kemari. Aku berniat mengkhianatimu. Tapi Joon Kyum melarangku melakukannya. Dia menyuruhku ke pojok tanpa menghindarinya. Begitulah dia mengirimku padamu. Jadi, aku akan terus datang.”

“Aku akan sembuh. Jadi, jangan sampai ketahuan.”

“Cobalah kamu mengingat tentang kecelakan. Kamu akan dijadikan tersangka kalau begini. wanita yang dalam kecelakaan itu adalah anak polisi. Mungkin kita harus meminta bantuannya. Kita bisa bertanya kepadanya tentang penyelidikan utama dan perkembangann saat ini.”

****

“Kirimkan semua saham anakku padaku.”

“Itu melanggar hukum kalau dia tidak tahu.”

“melanggar? Kamu pikir aku membayarmu untuk mentaati hukum? Keabsahan dan pelanggaran hukum adalah tugasmu. Omong kosong macam apa itu? Kamu tidak tahu situasiku sekarang? Cari cara untuk membuatnya tampak legal.”

“Baik.”

Pengacara membuka dokumen dan isinya kontrak pernikahan.

“Itu kontrak pernikahan mereka. Itu mungkin bisa menjadi solusi. Lihatlah.”

“Baik.”

***

Seol Ah menjual barang bermerknya.

“Tidak da goresan yang terlihat. Anda merawatnya dengan baik. Aku akan memberi anda 2800 dolar.”

“Harganya 8000 dolar.”

“Cobalah ke toko sebelah.”

“Baiklah. Aku mau bayaran tunai. Aku tidak punya waktu. bergegaslah.”

Njirrr jual tas cuy….

***

Ahjumma mendapatkan tes di rumah sakit. Jangan-jangan sakit keras.

****

Cheong Ah menelepon Joon Hwi dan meminta bertemu. Dengan rekan kerjanya, Joon Hwi menolak ajakan makan bersama. Di saat Joon Hwi akan menemui Cheong Ah di lobi. Ia mendapatkan telepon dari Detektif Kim. dia yang dulu mengurus masalah kematian Joon Kyum.

“Aku kakak Joon Kyum. Aku pernah melihatmu di pemakanan sekilas.”

“Yaa aku juga ingat. putra hakim.”

“Aku ingin menanyakan sesuatu.” Ucap Joon Hwi di telepon. Saat yang sama, ada Cheong Ah mengendap-endap akan menemui Joon Hwi. “Bisakah kita bertemu? Pilihlah waktu dan tempatnya dan aku akan datang menemui anda.”

“Aku punya kasus dan tidak bisa meluangkan waktu. apa yang ingin kamu ketahui?” ucap detektif Kim di sebrang.

“Aku ingin tahu detail kasus dan gadis yang bersamanya.”

*di lobi sudah ada Cheong Ah dengan masker menunggu.

“Apa anda ingat nama gadis itu dan dia bersekolah di mana? Adikku meninggalkan sesuatu. Dia meninggalkan sesuatu untukku untuk diberikan kepadanya.”

“Benarkah?”

Lanjut ke bagian terakhir. Klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat