Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 15 Part 2

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 15 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. ayah Moon masih menangisi Hae Rang. “Ayah memercayainya,  ayah yakin dia akan kembali. Mari berpegangan tangan dan pulang. Hae Rang Ah…… mari pulang……” ayah memegang tangan anaknya, menangis dan disaksikan Seol Ah.

***

Rupanya Hakim Hong dan Joon Hwi ke rumah Pimpinan Hong.

“Unnie di sini. Unnie pasti terkejut. Aku tidak bilang karena takut Unnie akan sedih lagi.” Bohong padahal, dia takut perusahaan jatuh ke tangan Joon Hwi. “Mari kita temui Juin U besok pagi. Jika pergi tanpa aku, Unnie akan merasa lebih…” Pimpinan Hong pun menangis. “Aku tidak bisa hidup seperti kakak yang kuat….”’

“Tidak… kamu tidak akan berakhir seperti kakak. Itu tidak akan terjadi lagi. Kita tidak akan kehilangan Jin U. Joon Kyum akan melindunginya.”

****

Tae Rang berkata pada Seol Ah… “Rahasiakan…tentang Hae Rang dan suamimu.”

“Baiklah.”

“Kuharap ayah tidak tahu sampai akhir. Kumohon.”

“Dia punya menantu yang baik. Aku ingin kamu merahasiakan ini demi kebaikanku.”

“Kamu tidak pulang?”

“Aku tidak bisa. Aku tidak bisa pergi ke mana pun. Kamu pikir aku manusia bukan? Aku orang-orangan sawah.” *ooohhh itu yang disuruh Pimpinan Hong.

“Tapi kamu tidak terlihat begitu ramah.” Ucap Tae Rang tersenyum.

“Kamu tidak pergi?”

“Aku akan pergi. Jangan lupa makan.” Tae Rang tersenyum dan pergi.

“Kenapa dia? Padahal istrinya berselingkuh.” Gumam Seol Ah.

***

“Apa Jin U mengemudi? Kudengar itu mobil sport.” Tanya Joon Hwi.

“Ya. Dia mengemudi sendiri ke bandara agar Pak Choi bisa beristirahat.”

“Bukankah wanita di UGD adalah sopirnya?” tanya Hakim Hong.

“Itu sekretaris barunya.”

“Orangtuanya pasti sangat sedih.”

“Bagaimana bisa kecelakaan? Apa polisi bilang sesuatu?” tanya Joon Hwi lagi. “Hasil penyidikan utama nampaknya sudah keluar.”

“Ini 100% salah pengemudi lainnya.” Ucap Pimpinan Hong gagap. “Orang gila itu tertidur saat mengemudi.”

“Imo, tidak ada 100% salah jika menyangkut kecelakan mobil. Kurasa polisi bereaksi berlebihan. Mintalah mereka melapor pada bibi.”

“Kamu memerintah bibi sekarang? Apa ini karena kamu punya saham perusahaan?” *nohh kan otak jahat mah begini.

“Apa maksud bibi? Aku tidak akan pernah memerintah. Bibi butuh informasi pasti untuk menangani itu secara proaktif. Ini masalah sensitif. Dan jika faktanya sedikit menyimpang…”

“Kenapa kamu mengkhawatirkan ini? kamu pegawai biasa, jadi, bersikaplah seperti pegawai biasa.” Ucap Pimpinan. “Jangan besikap seolah-olah kamu pemiliknya. Inikah alasanmu mendaftar di perusahaan kami diam-diam? Untuk mencuri dan mengambil barang seperti kucing liar?”

“Aku tidak akan minta maaf.” Ucap Joon Hwi. “Aku bicara sebagai ponakan. Bukan pegawai.”

“Apa? Kamu bahkan tidak ada di sini saat dibutuhkan. Apa yang kamu lakukan selama 9 tahun terakhir? Kamu behenti belajar. Kamu membuang semua pengalamanmu. Kenapa kamu tiba-tiba kembali?”

“Ayo pergi sekarang.” Ucap Hakim Hong. “Kamu harus menjaga menantumu, dia tidak punya siapa-siapa. Kamu punya aku. Telepon jika butuh kakak. Kami akan pulang.”

****

Seol Ah ke WC mencari adiknya. Sayangnya WC nampak kosong. Hingga terdengar suara Cheong Ah yang bicara sendirian di dalam WC. Kemudian tbtb Seol Ah nyambung ucapan Cheong Ah. Cheong Ah membuka pintunya. Ceritanya Cheong Ah lagi belajar kayak pasal-pasal gitu.

“Kamu masih menganggur?” Tanya Seol Ah.

“Ya. Banyak anak muda seperti itu. Aku hanya salah satunya. Ini caraku berasimilasi ke arus utama. Kakak mengingat itu? Kenapa kakak tidak ingat keluarga kita? Padahal masih ingat yang seperti itu.” *maksudnya pasal yang tadi Seol Ah katakan.

Lanjut ke bagian 3 klik di sini ya…

 

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat