Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 13 Part 1

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 13 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini…. sudah minggu lagi guys…dan sudah senin lagi tentunya, sub indonya sudah ada. makanya, ayoo dilanjut aja.

“Apa ini lucu?” Ucap Joon Hwi saat mendatangi badut petir.”Kamu bukan hanya menjijikan, tapi juga kejam. Kukira kamu sampah, tapi kamu juga iblis.”

“Apa? Kamu akan segera tahu, aku tidak sesuai dengan tuduhanmu. Baiklah, di sini kita mengganggu pasien, ayo cari tempat lain.”

Joon Hwi menarik Cheong Ah ke pelukannya. “Jangan macam-macam dan tunggu saja.” wkwkwk

“Apa?aku di pelukannya?” Ucap Cheong Ah dalam hati.

****

“Wahhhh aku mengeluarkan bau, sementara dia mengeluarkan aroma.” Cheong Ah berjalan sambil dipeluk. Wkwkwk. “Aroma ini, aroma pekerja. Pegawai tetap memang wangi.” Wkwkwkwkk ngakak saya. “Pegawai tetap. Berikan energimu. Biarkan aku mengambil energimu.”

“Ada apa denganmu…”

“Lepaskan aku. Aku perempiuan, aku juga kenalanmu. Biarkan aku melepaskan topengku dan menunjukkan wajahku. Aku tidak akan lari, sungguh.”

Cheong Ah akan melepaskan topengnya tapi ada anak kecil. Jadi, Cheong Ah bergaya dulu layaknya pahlawan petir. Wkwk. Anak itu pun senang karena pahlawan petir menjatuhkan Joon Hwi.

Pahlawan petir malah pergi dengan anak kecil tadi. Aksi kejar-kejaran dengan Joon Hwi pun terjadi.

****

Pahlawan petir malah menghibur anak-anak yang lain di rumah sakit.

****

Tae Rang dan Seol Ah mendengarkan penjelasan dokter. “Koma biasanya berlangsung berhari-hari atau sepekan. Jika tidak ada kemajuan, mereka akan dinyatakan mati otak. Pada akhirnya, mereka akan mati. Maaf harus mengatakan itu. Tapi tidak ada lagi yang bisa kulakukan. Para pasien dan orang yang mereka cintai hanya bisa berdoa untuk kesembuhan.”

“Dia hanya perlu bagun sebelum dinyatakan mati otak.  Suamiku adalah orang yang kuat. Dia akan mengatasi ini. aku akan membayar sebanyak mungkin, jadi, setidaknya jangan menyerah dengan suamiku. Anda bilang beberapa hari sampai beberapa pekan. Anda tidak menyebutkan waktu yang spesifik?”

“Koma biasanya tidak bertahan lebih dari lima pekan.”

“Lima pekan? Dia akan bangun sebelum itu. Dia orang yang amat penting. Hidup suamiku tidak sama dengan orang lain.” Mendengar Seol Ah berkata ini, Tae Rang melihat Seol Ah yang jahat.

****

Suster memberikan alat perlengkapan yang harus Tae Rang beli dan Seol Ah juga. Tae Rang berkata, “Mati otak dan perpanjangan hidup. Kamu bahkan tidak tersentak mendengar kata-kata menakutkan itu, tapi membeli popok membuatmu tertegun.” Wkwkwkkw pengen ngagak lagi.

“Ini sesuatu yang tidak penah kubayangkan. Aku hanya menganggap popok sebagai kebutuhan bayi. Siapa sangka aku akan memakaikan ini kepada suamiku? Pengkhinat, penipu, munafik.”

“Rupanya kamu belum pernah melihat di titik terendahnya. Apa itu mungkin?”

“Lihatlah suamiku tidur di sana dengan wanita murahan….”

“Aku sudah muak dengan hinaanmu. Jika kamu ingin mencercanya, lakukan saat aku tidak ada. jangan sampai aku mendengarnya.”

“Kamu menganggap hinaanku vulgar, tapi tidak keberatan jika dia meniduri orang lain? Melihatnya selingkuh lebih mengejutkan daripada melihatnya koma, aku tidak bisa membeli popok… tidak bisa… tidak bisa…”

“Kalau begitu, akan kubelikan untukmu.”

“Diamlah, aku lebih waras darimu.”

“Waras? Kamu tahu? Aku memegangi tasmu dari tadi?” wkwkwk iyaa yak ampun, itu mau ngasih tas nggak diterima juga. “Aku kesal, sebal, dan marah setiap kali melihatmu. Aku marah, tapi aku tahan, karena kamu nampak tidak waras.”

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat