Review Drama Korea The Word of the Married (2020 Mohon Maaf Agak Spoiler)

Review Drama Korea The Word of the Married (2020 Mohon Maaf Agak Spoiler) – Buat yang belum kenal sama mimin. Monggo kalau mau cari review drama korea bisa lihat di besoksore. lumayan banyak kesan pertama dan reviewnya. *ngiklan di awal paragraf.

Di sini link selengkapnya kalau mau tahu sinopsisnya.

Kesan pertama drama ini ada di tulisan yang ini.

Marihhhhhh dilanjut.

Pada Mulanya Drama ini….

Pada mulanya sudah menarik. Sampai akhir pun menarik. Terlepas bagaimana episode berlangsung dengan masalah-masalah dan kritikan saya yang sering kalian baca di bagian preview. Drama ini masih menarik.

Tapi…

Di awal rasa-rasanya mules banget pas nonton drama ini.

Sebab, hormon kebahagiaan saya mendadak berkurang. Kalau boleh dibilang, drama ini bukan tipikal kesukaan guys. Masa iya, saya suka drama yang kayak lihat pelahap maut di Harry Potter? Di mana rasanya kebahagiaan ilang gitu aja kayak gebetan yang kita naksir dan dia nggak naksir balik?

Yaah… saya tahu. Ini soal pernikahan dan masalahnya yang hits, pelakorlah, main serong lah, sahabat main tusuk belakang lah, atasan jahatlah, anak ngelunjak lah.

Berasa keknya drama ini tuh nggak ada yang nggak jadi masalah. Semuanya masalah. Daun jatuh aja di drama ini akan jadi masalah.

Masalahnya banyak bener dah. Sampai di ujung.

Endingnya?

Masalah juga. Wkwkw.

Walaupun bukan tipikal drama kesukaan, drama ini saya bisa bilang bagus! Itu kesimpulannya.

Udahlah. Pokoknya saya rekomendasikan. Biar nambah-nambah masalah di kehidupanmu.

TAPI MIN NGGAK BISA GITU MIN? REVIEW MACAM APA INI SEDIKIT SEKALI KAYAK NYALINYA TAE OH PAS DITINGGAL PARA CEWEK-CEWEK?

Heuhh… baiklah. Mari dilanjutkan bacotan tambahannya.

Pernikahan ya?

So, ini adalah tema besarnya. Saya ingat kata Yerim. Pernikahan, dilakukan atau tidak. Keduanya memang mengandung penyesalan.

Saya manggut-manggut sok paham dalam konteks cerita di drama ini. Bahwa, di mana yang orang pikir pernikahan tentang bahagia dan ena ena halal. Semuanya nggak cuma urusan itu saja. Masalah bisa kapan saja datang.

Perasaan manusia memang mudah goyah melebihi kecepatan cahaya. Betapa pasangan yang pernah bilang mencintaimu bisa bilang mencintai orang lain di waktu yang lain atau di waktu yang sama.

Terlepas dari masalah pelakor dan apapunlah itu masalah yang muncul.

Akhirnya. Kita harus banyak belajar bahwa dalam hidup, menoleransi kebahagiaan yang sementara adalah yang primer. Bukan lantas gelisah seumur hidup kayak yang di dibilang pasien yang garuk-garuk leher.

Menarik Nggak Sih Kisahnya Yerim dan Je Hyuk?

Di mana perempuan yang sudah disakiti, dia nggak cukup percaya diri untuk menerima cinta dari pria yang sama. Ia sudah terluka seakut itu.

Bagi saya? Yerim adalah sosok pemberani yang akhirnya yaaa pisah juga. Dia sudah mencoba sebisanya dia. Sekuatnya dia. Walaupun akhirnya nggak kuat juga.

See? Je Hyuk sudah punya gandengan! Semudah itu.

Saya Tahu Tae Oh Jahara dan Nggak Tahu Diri

Setimpal sama endingnya untuk bagian Tae Oh.

Bukan kelindes. Menjalani hidup dengan cemoohan orang dan disepelekan orang jauh lebih buruk. Nggak punya orang di samping kita juga adalah hal buruk.

Setidaknya, Tae Oh punya kesempatan memperbaiki diri. ia kehilangan semuanya dan mencoba dari nol.

Da Kyung Malah yang Happy Ending di mata saya

Apa yang tidak bahagia ketika ada orang yang mendukungmu sampai akhir? Berlindung di balik uang dan kedua orangtuanya. Dia punya Jenny sekarang. Dan Da Kyung tentu mencintai anaknya.

Apa yang tidak bahagia dari lolos dari cengkreman Lee Tae Oh?

Apa yang tidak bahagia ketika mencoba membangun mimpi kembali secara perlahan?

Semua bahagia.

Mana mukanya cekep lagi. Nggak paham lagi deh. mirip Song Hye Gyo nggak guys?

Endingnya Sun Woo yang menjadi ending drama!

Joon Young digondol wewe.

Mengingatkan saya pada suatu cerita sederhana.

Tahu pensil warna? Ketika kamu suka sama pensil warna. Kamu akan cenderung menggunakan warna yang kamu suka. Sampai kamu lupa. Bahwa sering menggunakannya adalah sama dengan cepat menghabiskannya.

Joon Young dihabiskan beberapa saat. Menyadarkan Sun Woo bahwa ia juga punya warna lain dalam hidup.

Kalau nggak gitu. Dramanya sama Tae Oh nggak akan selesai juga. Nggak mau sampai 100 kan? Kwkwkkwkw.

Soal Kim….

Sesungguhnya. Beginilah nasib peran pembantu. Meski kamu baik Kim. kamu nggak dapat Sun Woo. Malah pernah dapat rumor netizen kamu adiknya Sun Woo ya? kasihan kamu Kim.

Tapi tenang aja Kim. Nasib kamu nggak seburuk Mas Kunang-Kunang di Hotel del Luna. Dia nunggu 1300 tahun, selalu ada di samping Man Wol eeehh boro-boro jadian. Beda spesies dan malah Man Wol sama pria lain yang hasil reinkarnasi dari masa lalunya. Cuma dianterin Man Wol doang.

*Percayalah Kim, cuma di drakor aja cowok baik itu dicuekkin. *berasa ngomong sama Kim.

Kesimpulan Review Drama Korea The Word of the Married (2020 Mohon Maaf Agak Spoiler)

Saya mau kasih ucapan terima kasih sama yang sudah ngikutin sinopsis sejauh ini. pegel banget wwwooouuuuuuuuuuuuuuuuiiii… berasa kek dikejer-kejer apa taukkkk.

Drama ini tuh emang pepet terus nggak kasih kendor sama penontonnya. Menguras emosi pula. Tapi, sudah guys. Sudah episode 16. Sudah selesai.

Kebersamaan kita berakhir. *terdengar rosa menyanyikan lagu *kumenangisssss…

Akhir kata.

Keknya saya terlalu banyak berkata-kata. Silakan komentar kalau yang mau. Kalau nggak juga nggak masalah. Mau follow IG mimin silakan *@besoksorecom. Nggak juga nggak masalah.

Tetep sehat dan sampai jumpa di tulisan lain.

Advertisements

14 tanggapan untuk “Review Drama Korea The Word of the Married (2020 Mohon Maaf Agak Spoiler)

  • 17/05/2020 pada 4:35 PM
    Permalink

    Legaaaaaaaa… Dan thanks Udah nulis endingnya, saya ga suka dbikin penasaran lama2 sama drakor,.suka kepikiran hehe.. Ini tema drama yang cukup realistis ya jadi saya juga rekomen drama.

    Balas
    • 17/05/2020 pada 9:25 PM
      Permalink

      Saya juga lega banget kak 🤣🤣🤣 setidaknya selesai tepat waktu.

      Balas
  • 17/05/2020 pada 9:22 PM
    Permalink

    Kalo beberapa tahun lalu ada miss ajumma.

    Endingya oke sih walau g mudeng siapa yang datang pas terakhir itu, halu atau beneran..

    Balas
  • 17/05/2020 pada 9:25 PM
    Permalink

    ga pernah ga nangis klo konton drama ini di tiap episodnya. maka aku mengibarkan bendera putih di episod 8, dan nonton lagi episod ke-15 dan 16. masih nangis.
    makasih dramanya, ngasih banyak pelajaran. tapi kyanya drama ini ga akan aku iseng2 untuk tonton lagi. bukan karena ga bagus. tapi karena terlalu menguras emosi.

    Balas
  • 17/05/2020 pada 9:54 PM
    Permalink

    1 question min, scene joon young pake stelan jas item maksudnya apa dong brrti?

    Balas
    • 23/05/2020 pada 1:19 AM
      Permalink

      Miminnya keren..asik lg dibacanya. Langganan cuz kesini dong ah

      Balas
  • 18/05/2020 pada 4:40 AM
    Permalink

    Terima kasih sinopsisnya yaa… nonton marathon kecapean akgirnya baca sinopsis aja… hihi
    jadi joon young menghilang 1th yaa…hmm..

    Balas
  • 18/05/2020 pada 8:28 PM
    Permalink

    barusan tadi siang aku habis nonton drama ini. wkwkwk berasa dibadutin tapi ya mau gimanapun expektasi kadang tak sesuai dengan harapan. tapi kagum juga sama ratingnya yang nembus 28%.

    bdw aku juga kaget pas tau kalo Yerim lebih milih pisah padahal sebelumnya udah rujuk,tapi itu keputusan terbaik sih,daripada hidup dengan rasa curiga dan anxiety mending milih jalan yang lebih baik.

    soal da kyung,aku juga setuju sih. dan yang paling badut ini statement kalo dr kim itu saudara dr.Ji padahal zonk,sampai-sampai netizen komen di asian wiki kalo penambahan dr Kim itu gaada gunanya wkwkwk

    Balas
  • 19/05/2020 pada 7:09 AM
    Permalink

    Makasiih buat mimin yang udah nyempet2in waktunya untuk nulis sinopsis drama ini sampai ending tepat waktu 🙂
    Baca tulisan ini jadi pengen nonton sendiri, biar bisa lebih memahami pesan tersiratnya, walaupun mau nonton takut terlalu nguras emosi juga, haha
    Semangat terus min nulis sinopsisnya, suka dengan cara penulisannya, kadang suka ketawa sendiri karena ada selipan2 kalimat lucunya, jadi berasa gak terlalu berat aja baca drama ini.
    Semoga kedepannya mimin semangat terus buat nulis sinopsis2 lainnya 😀

    Balas
    • 30/05/2020 pada 9:50 AM
      Permalink

      Memang mirip dramanya Indosiar yg diputar dr pagi hingga petang dg sountrack lagunya Rossa kumenangiiiisss….
      Tapi intinya yg beda. Kalo di Indosiar istri2 ga mau kembali ke mantan suaminya Krn “hati wanita tidak bisa dipermainkan, istri2 sdh tidak ada hati lagi…….”. Sedangkan Sun Woo dan Tae Oh ga bersatu kembali walaupun sebenarnya mereka masih saling punya hati (atau hanya Sun Woo yg punya hati? Ga tau lah) krn Joon Young ga menginginkan ibunya kembali bersama ayahnya. Mengakomodir keinginan anak. Mudah2an Krn Joon young ga mau melihat ibunya disakiti ayahnya lagi, bukan Krn ga menghormati ayahnya.

      Balas
  • 19/05/2020 pada 3:02 PM
    Permalink

    Terima kasih mimin, daebak!!!! Heheuuu

    Balas
  • 27/05/2020 pada 1:43 PM
    Permalink

    makasih min sll bikin review yg sesuai n lengkapp.. kalimat2nya jg enak dibaca n kadang lucu jd pengen langsung nyautin 😂 tiap nyari review pasti di sini 😁😁 btw apa sy aja yg ngerasa park hae joon versi tua dr ji chang wook 🤔😬

    Balas
    • 31/05/2020 pada 5:57 AM
      Permalink

      Jujur gak nonton dramanya sih, biar lebih cepat pilih baca sinopsisnya doang….
      Dari awal baca smp akhir kurang lebih paham sih sama karakter dr ji. Jadi dia kaya gak mau maafin kesalahan fatal pasangan meskipun tetep cinta, dan merasa kalo pernikahan adalah ikatan yg hrs dihormati. Bukan sekedar hidup bareng doang… Jadi inget pas ji dan tae oh wik wik (bahasa si mimin wkwkwkwk), tae nanya apa dia kembali ke dr ji saja? Tp dr ji nyahut “tidak, hormati pernikahan itu”. Tp asli jujur gak ngerti sm karakter tae oh disini, ni aslinya dia bener2 cinta dr ji ato gimana? Soalnya dia bolak balik mulu antara 2 wanita. Kaya benci dr ji tp perduli wkwwk

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *