Review Drama Korea Sky Castle

Review Drama Korea Sky Castle – Hiyaaaaa… akhrinya, buat review Sky Castle juga. Sebelumnya saya sudah pernah buat kesan pertamanya di tulisan yang ini. jadi monggo baca buat yang belum baca. Seperti biasanya di tulisan review kali ini, saya mau menambahkan komentar saja.

Yoooolahh langsung.

Lagi… Drama JTBC ini membuat saya tahan nonton sampai akhir.

Di kesan pertama, saya penasaran bagaimana orang-orang dalam karakter drama ini, khususnya orang tua, membuat anak-anak mereka menjadi nomor satu di dalam bidang akademik. Kesannya sangat mendewakan hingga diam-diam membuat anak-anak mereka frustasi.

Saya yakin sih, ada kesan menyindir di sana. Mungkin tentang dunia akademik di korea kali ya? tapi saya pikir sama saja seperti di Indonesia. Bayangkan saja, ketika kamu mendengar profesi dokter. Sudah pasti pintar dan banyak uang? bener nggak? Jabatan dan kekayaan seolah melekat pada profesi ini secara umum.

Yhaa tentu saja. saya yakin dokter adalah profesi yang sama saja seperti profesi baik lainnya. Yang menganggap unggul dan tidak malah kebanyakan manusianya itu sendiri kan?

Keturunan Dokter 3 generasi

Adalah suatu gensi bagi keluarga  Han Seo Jin (Yum Jung Ah) membuat putrinya Kang Ye Seo menjadi seorang dokter. Ia bahkan menggunakan tenaga bimbingan yang sangat mahal demi menjadikan putrinya masuk universitas kedokteran.

Yha yha… mungkin kalian sudah pada tahu. Dan bukan satu keluarga saja yang mendewakan prestasi di bidang akademik di sini. melainkan  beberapa keluarga, hingga ada satu keluarga pindahan yang lebih “woles” dalam memandang prestasinya.

Hingga episode akhirnya, drama ini saya pikir punya ide cerita yang berbeda. Ada unsur misterinya juga. Namun ada juga yang saya sangat sayangkan.

Saya Setuju…

Saya setuju jika prestasi akademik bukan segala. Apalagi sebuah prestasi yang akhirnya hanya menciderai orang lain, bahkan membunuh. Pasti ada pola yang salah pada bagaimana manusia itu memandang. Karena memiliki ilmu seharusnya menjadikan orang itu lebih bahagia dan bijaksana. Bukan memandang diri tinggi dan orang lain rendah.

Pada kisah dalam drama ini. ada bagian-bagian yang saya setuju banget. Tentang orang tua yang seharusnya tidak membuat anak mereka semacam “piala” karena sudah membesarkannya dengan baik.

Di beberapa bagian saya nggak setuju

Maaf jika sedikit spoiler. Tapi beberapa sikap dalam drama ini juga sangat disayangkan, di mana salah seorang karakter malah berhenti sekolah dan memutuskan untuk berpergian.

Yha karena orang berada. Jadi bebasssss… kalau bukan orang berada??? Gimana? Pendidikan bisa jadi salah satu cara mereka untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Kesannya kok jadi menyepelekan ya? endingnya kayak pemberontakkan. Jadi kayak semacam kebablasan saja. sebuah kebebasan memilih yang seolah kebablasan. Sangat disayangkan ketika murid dengan bangga meninggalkan kelasnya.

Ahh yaa sih. emang ucapan gurunya agak gimana. Yang seolah anak yang tidak masuk universitas bagus adalah makhluk kelas 3. Kalian paham kan maksudnya? Tapi nggak begitu juga kan eksekusinya?

Saya sih percaya aja. kebebasan tidak diartikan sebagai hal yang tanpa batasan. Tapi bebas adalah bagaimana kita dengan bijak memilih batasan.

*komen agak serius.

Kesimpulan Review Drama Korea Sky Castle

Drama ini bikin saya gemas sama emak-emaknya, terutama Kwak Mi Yang alias Han Seo Jin. Saya benci bagaimana dia menandang orang lain menjadi buruk. Saya benci dia yang memperlakukan Kang Hye Na sangat buruk.

Kalau ada Han Seo Jin ngomel, kayaknya saya pengen robek-robek mulutnya.

Drama Korea Sky Castle sangat direkomendasikan, nggak aneh ratingnya tinggi karena memang bagus. Yhaaa walaupun ada nilai yang bertentangan dengan pandangan saya.

Kalau kamu belum nonton…. coba deh nonton.

 

Advertisements

4 tanggapan untuk “Review Drama Korea Sky Castle

  • 06/02/2019 pada 9:24 AM
    Permalink

    Mba, koreksi dikit ya, drama Sky Castle bukan drama TVN, tapi JTBc…

    Balas
    • 07/02/2019 pada 6:52 AM
      Permalink

      terima kasih kak. wkwkwk… padahal itu di poster udah gede-gede tulisannya.

      Balas
  • 12/04/2019 pada 3:18 PM
    Permalink

    Saya baru kelarrr nonton ini drakor, bagusss ceritanya beda ama yg ada kebanyakan. saya setuju mbak, ada bbrp bagian di ending yg saya g suka teruma bagian Woo Joo yang drop out krn Hye Na, spt kata org tuanya minimal SMA nya dikelarin, trs sama Kwak Min Yang juga kykna g kan bs jadi manusia tulus krn egonya kebangetan. Yang saya salut sama Kang Yeh Su krn pribadinya bnr2 berubah menjadi lbh baik dan dia bnr2 sukak ama si Woo Joo sampai rela buat menerima smua konsekwensi nya. Malahan sama Hye Na saya kurang simpati, gegara dendam dia berubah jadi licik dan suka mengancam utk kepentingan sndiri bhkn dia manfaatin Woo Joo utk buat Yeh Su cemburu pdhl cowo itu bnr2 tulus ama dia…
    drakor ini cpt banget saya lahap krn ceritanya emang g ada yang membosankan

    Balas

Tinggalkan Balasan ke vivi Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat