Review Drama Korea Miss Hammurabi

Review Drama Korea Miss Hammurabi – Tulisan ini adalah lanjutan dari yang kemarin saya buat kesan pertama nonton drama korea Miss Hammurabi. Tepatnya tanggal 18 juli 2018 saya selesai nonton drama JTBC ini sampai episodenya yang berjumlah 16.

Kalau di tulisan kesan pertama saya bilang saya nangis, maka dari episode 6 -16, tak jarang saya pun nangis. Di episode 8, saya nangis gara-gara dua orang tua yang sedang merebutkan orang tuanya, ada yang anak-anak yang diterlantarkan orang tua hingga diurus oleh Pastur dan “ngelem”, tentang masalah senioritas di dalam Birokrasi dan bagaimana Hakim Park berjuang melawan desakan dari berbagai pihak.

Oke, karena sinopsis singkat sudah ditulis di tulisan yang kama, pada tulisan ini saya akan murni mengomentari Drama Korea Miss Hammurabi dan spoiler sedikit-sedikit yaaa…

Tisu…

Saya nangsi melulu nih kayak Hakim Park dalam drama ini. Dibanyak episode benar-benar membuat haru. Dan tim dari Hakim Park dll itu emang benar-benar solid. Saya suka rasanya.

Miss Hammurabi adalah drama korea tentang pekerjaaan

Buat kamu yang nggak asing bekerja di lingkungan birokrasi dengan jabatan yang dari bawah ke atas, maka di penghujung episode drama ini juga demikian. Saya merasa nggak asing dengan atmosfer pejabat yang lebih tinggi menekan orang-orang dengan jabatan lebih rendah. Terkadang yang tua sama sekali tidak menghargai yang muda.

Masalah Gender Sering dibahas

Menjadi hakim dan perempuan adalah profesi langka. Awalnya peran utama Hakim Park selalu merasakan emosi di persidangan dan itu selalu menjadi bahan kritikan yang lainnya. Namun, Hakim Park selalu tepat dalam mengambil keputusan walaupun ia sering mendapatkan masalah dengan putusannya.

Ada juga hakim lain yang keguguran karena bekerja lebih keras. Dia bahkan tidak memberi tahu atasannya jika ia hamil, ia punya ketakutan akan itu. Dan lucunya, Hakim yang melakukan hal buruk itu di episode-episode akhir justru akan mendapat promosi.

Minimalis Kisah Cinta Kedua Peran Utamanya

Saya pikir bakal ada apa gitu dari Hakim Park dan Hakim Im. Eh ternyata nggak juga. Mereka memang mungkin saling menyukai dan ada adegan kisseu di episode 15. Tapi ya  udah begitu saja, kebanyakan ngomongin pekerjaan.

Nah malah, yang banyak ngomongin tentang kisah percintaan justru Lee Da Yeon dan Hakim Jung. Apalagi niatnya Hakim Jung mengejar seorang Panitera cantik Lee Da Yeon. Sempat dicibir lho, karena seorang hakim mengencani seseorang yang level jabatannya lebih rendah.

Kemudian ada pandangan dari masyarakat yang akan mengatakan hakim kerjanya nggak bener, malah saling jatuh cinta dengan rekan kerja. Nah repot kan? Kerja dalam ruang lingkup pemerintahan?

Lee Da Yeon yang seorang penulis

Sebuah stigma.

Apa yang di pikiran seseorang yang tahu gaji kecil sebagai panitera dalam sebuah kementrian dan punya mobil sport yang bagus? Dan dia sangat cantik? Yhaa, rumornya Lee Da Yeon ini bekerja di sebuah kafe dan jadi simpanan om-om.

Kenapa ya? padahal orang nggak tahu.

Akhirnya munculah pengakuan bahwa Lee Da Yeon adalah seorang penulis web terkenal dengan gaji yang sangat besar. Itulah mengapa dia bisa membiayai tempat tinggalnya dan mampu membeli mobil.

Yup. Alangkah bijaksananya jika hal yang belum kita tahu, kita lebih baik berbaik sangka saja.

Dan akhirnya Da Yeon menulis kisahnya dalam episode akhir yang berjudul Miss Hammurabi.

Review Drama Korea Miss Hammurabi

Beralih dari satu kasus ke kasus berikutnya

Drama Korea Miss Hammurabi ini lari dari kasus satu ke kasus berikutnya ya? kasusnya dalam persidangan dengan sudut pandang 3 orang hakim dan itu seru hingga episode akhir. Buat kamu yang menginginkan banyak kisah manis, kayaknya bakalan kecewa karena kasus yang diangkat justru bikin nangis.

Selalu ada Chaebol yang punya kekuatan dengan uang dan jabatannya

Hakim Park, saat remaja adalah anak orang kaya. setelah ayahnya ditipu, sang ayah mati bunuh diri dengan menembakkan pistol.

Ibunya saat sang ayah hidup, mendapatkan perlakuan yang sangat buruk. Ia dipukuli sampe babak belur. Setelah suaminya meninggal dan semua asetnya diambil karena hutang, Sang Ibu mengalami depresi dan dirawat di rumah sakit. Sang ibu bahkan tidak mengenali anaknya sendiri.

Hakim Park yang awalnya sekolah menjadi pianis langsung banting stir menjadi sekolah hukum. Nahh, Hakim Park ini punya teman baik yang naiksir dia tuh, dia punya jabatan tinggi dan kaya raya. Dia juga tak segan-segan membuat Hakim Park dipaksa mundur dari jabatannya.

Peran Min Yong Joon dimainkan oleh Lee Tae Sung, sang pria kaya raya yang nyatanya harus terbongkar kejahatannya di episode terakhir.

Review Drama Korea Miss Hammurabi

Tapi kok kurang greget yaaa hasilnya? Jahatnya kurang polll gitu. Endingnya juga yaa udahh sih selesai dilempar telur dan media jadi tahu busuknya? Eh ada yang lebih menyakitkan sih, adiknya tahu kebusukkan oppanya.

Episode 15 adalah yang terbaik

Dalam sebuah drama, pasti ada episode kesayangan. Nah, episode 15 ini adalah yang paling manis dan mantep dalam drama ini. jangan lupa, sediakan tisu juga yhaaa.

Para Pejabat adalah Manusia Biasa

Ada yang menarik saat hakim ketua Han Se Sang pulang ke rumahnya. Di rumah, kekuatannya sebagai hakim yang keputusannya bisa mengubah kehidupan seseorang lenyap.

Ia hanya lelaki tua biasa yang punya anak-anak remaja yang sibuk. Istrinya juga suka ngomel-ngomel sedikit.

Saya juga ingat kalimat salah satu hakim yang dipenjara “setelah aku meletakkan semua atribut hakim. Saya tidak istimewa sekali. Saya tidak punya kekuatan sama sekali, manusia biasa.”

Kesimpulan Review Drama Korea Miss Hammurabi

Drama ini akan jadi salah satu yang terbaik yang menyentuh hati. Berasa bicara tentang orang kebanyakan.

Drama Miss Hammurabbi sangat direkomendasikan.

Review Drama Korea Miss Hammurabi

Advertisements

Satu tanggapan untuk “Review Drama Korea Miss Hammurabi

  • 07/01/2019 pada 5:59 PM
    Permalink

    saya juga suka drakor “miss hammurabi” ini, beberapa kali di tonton ulang. walaupun ceritanya terkesan datar krn tdk ada kisah romantis ala drakor, kok saya merasa ceritanya membumi. saya tersentuh tiap kali membahas masalah kasus pengadilannya, dan spt kata park cha o reum “kasus ini ( kasus pegawai magang yg dilecehkan atasannya ) terasa sangat personal” saya pun merasa kasus itu sangat lekat dengan keseharian (yang mungkin disadari atau tidak) dan saat ketua hakim Han Se Sang pulang kembali ke rumah, rasanya seperti melihat ayah sendiri. Recommended sekali untuk ditonton walaupun kasus yg di bahas bukan kasus besar. ohya baru tahu kalau Go Ara pemeran utamanya banyak yg tidak suka

    Balas

Tinggalkan Balasan ke mury Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat