Review Drama Korea He’s Beautiful (2009)

Review Drama Korea He’s Beautiful (2009) – Mari kita banyak mundur ke belakang. Saya sih yang pikirannya banyak mundur ke belakang demi tulisan di besoksore. Kali ini saya mundur lebih dari satu dekade, mengulas drama lama yang pada masanya saya demen banget.

He’s Beautiful adalah drama korea berjumlah 16 episode dengan sutradara Hong Sung Chang dan ditulis oleh Hong bersaudara (Hong Jung Eun dan Hong Mi Ran). Tayang di SBS dengan tanggal main original 7 oktober 2009 dan selesai pada 26 november 2009.

Punya genre tentang anak muda dalam band yang sibuk dengan urusan asmara. Yhaaa semacam asmara anak muda.

Siapa Saja Pemain Drama Korea He’s Beautiful (2009)?

Park Shin Hye memerankan Ko Mi Nyeo/Ki Mi Nam. Diceritakan mereka bersaudara beda jenis kelamin. Untuk mengantikan kakaknya yang masuk agensi idol, saudari yang perempuan menggantikan Oppanya.

Jang Keun Suk memerankan Hwang Tae Kyeong. Yang paling galak dalam grup dan suka kasar.

Lee Hong Ki memerankan Jeremy. Yang paling penyayang dalam grup.

Jeong Yong Hwa memerankan Kang Shin Woo. Dia yang paling kalem dan bisa jaga emosi dalam grup.

Pemeran tambahannya ada UEE, dan banyak lagi.

Sinopsis Singkat Drama Korea He’s Beautiful (2009)

A.N. JELL’s beranggotakan empat pemuda yang sebenarnya tampan dengan kemampuan dan kekurangan masing-masing. Anggota baru ternyata bukan Ko yang sesungguhnya berkelamin pria. Ia berkelamin wanita yang merupakan saudara kandung dan mau jadi biarawati.

Seorang gadis polos berpura-pura menjadi anggota grup dengan gagap. Ia masuk di semacam rumah asrama dan malah memungkinkan menjalin asmara dengan ketiga karakter yang jatuh cinta padanya.

Komentar Review Drama Korea He’s Beautiful (2009)

Ini tayang di indosiar saya ingat banget.

Saya juga nonton di indosiar tanpa telat satu episode pun dan suka banget sama dramanya. Bayangin aja betapa mudanya saya waktu itu. wkwkkw. Saya yang masih muda dan disodorkan sama drakor sore yang pemainnya muda-muda. Apa nggak ilernya panjang tuh?

Dulu suka banget. Apalagi sama sosok Jeong Yong Hwa, heran aja kenapa peran utama wanita malah memilih pria yang tempramennya nggak bagus. Jadi, saya malah demen sama karakter yang lainnya. Saya malah agak anti sama karakter Jang Keun Suk.

He’s Beautiful juga kocak karena kekanakan pada zamannya. Agak nggak realitistis juga sih ceritanya. Tapi ya lagi-lagi anak muda saat itu demen-demen aja.

Kebayang nggak? Kalau dalam satu akun entah itu instagram yang biasanya membagi info tentang drakor, peran admin begitu pentingnya, dan umur admin juga penting banget. Saya sering lihat akun besar yang adminnya agak kekanakan aja sama respon pembaca. Tapi yaa sudahlah. Saya hanya pemerhati konten.

Kalau nih yaa..

Drama He’s Beautiful datang saat ini. Ditonton saat ini, antusiasme saya pasti berbeda, tidak seperti di masa lalu. Umur membuat kita punya banyak pandangan yang berubah ya?

Kalau dulu, drama ini begitu menggemaskan.

Di kepala saya saat ini kayaknya banyak memikirkan bahwa drama ini menjengkelkan. Karakter Ko Min Nam yang gagap tapi dicintai banyak pria karena keluguannya, betapa menyebalkannya peran utama pria, kekecewaan terhadap pilihan Ko. Itu jelas bukan tipikal drama kesukaan saya.

Kesimpulan Review Drama Korea He’s Beautiful (2009)

Drama ini lebih mengingatkan saya dengan kisah muda saya dulu, yang gampang banget suka sama drakor. Gampang banget suka sama karakter yang tampan. Kemudian ada waktunya hal-hal itu berubah seiring dengan berjalannya waktu.

Sebuah drama yang bagus pada zamannya. Susah dilupakan juga, beberapa kejadian lucu dalam drama masih saya ingat.

Dan saya rindu…

Rindu menunggu sore dari senin sampai jumat. Rindu saat ada iklan. Betapa lebih dari satu dekade zaman berubah total. Saya punya kebebasan yang lebih mudah dalam nonton drama.

Perasaan deg degan nunggu itu, sudah nggak terlalu mencokol di hati saat ini.

Setelah berjalannya waktu, saya dengan mudah mempercepat, mengganti, melanjutkan dan meninggalkan. Dulu, kalau nggak ada stok drama lain, yaa terpaksa menikmati yang ada.

Dan diam-diam perasaan seperti itu tak lebih hanya nostalgia ya.

Pokoknya jangan bosan kalau saya ulas drama lama. Sebab di goals nanti, saya mau kasih rekomendasi drama lama tapi jadi versi terbaiknya besok sore.

Terima gaji.

 

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!