Review Drama Cina The Romance of Tiger and Rose (2020)

Review Drama Cina The Romance of Tiger and Rose (2020) – Iseng aja sih sebenarnya nonton drama cina. Saya juga agak milih nontonnya yang punya episode nggak banyak. Tapi kalau dipikir, drama cina lebih banyak daripada drama korea. Emang paling singkat itu drama jepang deh jadinya yaaa?

Tapi yang paling super panjang adalah drama indonesia. Kebayang nggak sih? kalau saya bikin kesan pertama dan ulasan drama indonesia itu jadinya nggak nulis juga?

Misal saya buat kesan pertama. Kemudian berlamaaa… lamaaa… lamaaa… lamaaa… kemudian baru bisa buat reviewnya. Wkwkkw.

Akhirnya, saya nggak bisa nulis apapun. Sayang banget ya? padahal mereka pun pasti paham bahwa penonton butuh cerita yang kokoh dan solid. Bukan tentang jumlah episode. Saya yakin mereka paham. Tapi mau gimana lagi bukan?

Seeeettt dah intronya panjang bener.

Sebuah drama cina hadir 24 episode dengan durasi 45 menit. Biasanya di awal dan akhir ada nyanyi-nyayinya. Punya genre romcom dengan basis cerita drama dengan cerita tradisional. Jadi, mengingatkan saya sama zaman film silat cina pas SD.

Ituuu tuh, yang ost dinyayikan sama Yuni Sara.

Drama Cina The Romance of Tiger and Rose (2020) tayang pada 18 mei 2020 dan selesai pada 23 mei 2020. Punya cast Ding Yu Xi, Zhao Lu Si, Zhou Zi Xin, dan Shen Ying Hao.

Drama Cina The Romance of Tiger and Rose (2020) Tentang Apa?

Seorang penulis naskah sedang dikejar tenggat waktu. ia mengirimkan naskah awalnya pada aktor utama. Tapi aktor utama minta direvisi di beberapa bagian.

Penulis wanita muda ini pun mulai dengan cerita barunya. Ia kelelahan dan tidur.

Kemudian….

Jeng-jeng… sang penulis wanita malah masuk ke dalam kisah pada cerita karangannya. Awalnya, ia berpikir hal ini akan segera berakhir karena mimpi belaka. Namun, ia tak kunjung pulang ke kehidupan asli.

Ia adalah putri ketiga dari seorang ketua kota. Zaman yang diangkat agak berbeda, posisi wanita begitu kuat di pemerintahan. Wanitalah yang menjadi seorang pemimpin dan bukan pria.

Chen Xaio Qian/Chen Qian Qian adalah putri ketika yang hidupnya penuh dengan “kerape dewe”, ia hidup terserah apa maunya. Saat ada pria datang ke kotanya, ia malah meminangnya esok harinya. Perkawinan terjadi. Sang pria Han Shuo dikabarkan menderita penyakit jantung dan tidak akan lama hidup. Ia butuh obat naga *apa ya? tulang naga? Yang dimiliki oleh ketua kota (Emaknya Qian Qian).

Hari berganti. Qian Qian malah mencoba berbagai cara agar karakternya dan karakter Han Shou tetap bertahan dalam cerita. Akal bulusnya jalan terus dalam keadaan kepepet.

Drama ini juga disuguhkan tentang karakter lain, putri kedua yang jago silat dan beberapa orang di pemerintahan sampai adanya acara bak bik buk.

Komentar Review Drama Cina The Romance of Tiger and Rose (2020)

Sebenarnya, masih berat kalau nonton drama Cina, episodenya panjang. Jujur aja, kisah di sini romancenya nggak terlalu saya suka. Masalah selera sih. Baik di drakor sama di drama apa aja, saya masih berpegang teguh sama hal yang sama.

Episode demi episode saya habiskan. Kadang pakai percepatan video, di 1.5x lebih cepat. Wkwkwk. Berasa lucu aja ngomongnya. Aneh di telinga. Mungkin karena dulu udah kebiasaan bahasa cinanya di dubbing kali ya?

Secara plot cerita terbaca sekali bahwa nantinya akan ada kisah kebencian di awal dan kemudian cinta hadir seiring berjalannya waktu. dan kejadian juga.

Diam-diam. Saya juga berharap Qian Qian bakalan balik ke kehidupan normal. Tapi, mimpinya panjang bener sampai 24 episode diembat semua. Hanya di menit awal di episode awal dan menit-menit di episode akhir.

Kesannya, dunia modern hanyalah hiasan belaka. Sedangkan latar utamanya ada di kehidupan masa lalu.

Kocaknya ada sih. tapi, yaaahhh lagi-lagi bukan selera aja.

Untuk kualitas aktingnya saya malah kesulitan. Mungkin karena kendala bahasa yang agak asing di telinga kali ya? tapi oke-oke aja sih sampai akhir.

Pemainnya cantik-cantik. Pemeran prianya juga nggak kalah cantik dengan rambut yang sama-sama gondrong.

Untuk cinematografinya, saya masih merasakan drama cina itu “terang banget” woii lampunya. Kulit pemainnya juga terang. Saking terangnya, saya jadi percaya bahwa akan ada hal-hal terang dalam hidup nantinya. kwkwkw. *Min garing min…..

Kesimpulannya?

Lumayan sih buat drama yang nggak pakai mikir. Tapi cerita kebencian di awal dan cinta di akhir itu udah terlalu generik di mata saya. Bagi saya sih nggak terlalu spesial aja jadinya.

Lucu aja sih pas lihat orang terbang sana dan sini. Itu dia, jadi ingat drama cina zaman saya SD, tapi lama-lama jadi heran juga.

Saya nggak kapok kok nonton dracin.

Nanti saya update lagi kalau ada yang baru.

Dulu, saya tertarik lho belajar bahasa cina. Ahh seandainya kemauan itu terus saya perjuangkan dengan terus belajar. Btw, terima kasih sudah membaca. Semoga kalian selalu sehat yaa.

 

 

Advertisements

You May Also Like

3 Comments

  1. Slalu sukaa sm smua tulisanmu kak❤
    Jadi pengen nonton nih😍 coba nntn le coup de foudre deeh kak klo aku si kumayan ituu👀❤
    Ku tunggu always tulisanmu kak💕💕

  2. Yess.. senengnya sdh ada review dracin d sini.. Aku jg sejak brpa bulan lalu coba2 nonton dracin. Soalx mulai kesulitan cari drakor yg sesuai selera..apalgi sejak kecawa sm dramax Kim Soohyun.. maaf, curcol..hehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!