Premier League Wacanakan Perubahan Aturan Teknologi VAR

Premier League sudah mulai bergulir sejak 14 Agustus lalu di mana para suporter sudah bisa mendukung tim kesayangannya dari dalam stadion. Kendati demikian, ada beberapa aturan ketat perihal kedatangan suporter ke stadion, salah satunya adalah Tiket Pass COVID-19 yang diberlakukan oleh Premier League.

Selain soal peraturan tentang akses penonton, Premier League saat ini sedang memiliki rencana untuk merubah aturan Video Assistant Referee (VAR). Mereka ingin mengikuti kesuksesan penggunaan VAR di ajang Euro 2020 yang diselenggarakan beberapa bulan lalu.

Premier League sudah menggunakan teknologi VAR dalam dua musim terakhir. Namun, penggunaan teknologi mutakhir di ajang sepakbola itu masih memunculkan pro dan kontra dari berbagai kalangan.

Perdebatan yang paling sering terjadi dikarenakan keputusan VAR mengenai aturan offside. Tidak sedikit gol yang dianulir oleh VAR hingga penalti yang diberikan atau dibatalkan karena perhitungan VAR yang telalu detail. Tidak hanya itu, perdebatan juga kerap muncul karena waktu yang dibutuhkan VAR untuk memberi keputusan dinilai terlalu lama. Hal itu dituding dapat mengganggu ritme permainan dari kedua tim yang sedang bertanding.

Berbagai kritikan tersebut menjadi perhatian para petinggi Premier League. Dilansir dari ESPN, otoritas liga saat ini sedang mewacanakan perubahan aturan terkait penggunaan teknologi Vide Assistant Referee (VAR). Para petinggi EPL berkaca pada penggunaan VAR di ajang Euro 2020 lalu. Menurut mereka, ada beberapa poin positif yang dapat diterapkan di pentas sepakbola Inggris.

VAR lebih cepat mengambil keputusan terkait offside selama gelaran Euro 2020. Di samping itu, tidak banyak tayangan ulang dan penerapan garis pantau dalam 51 laga yang digelar selama turnamen.

Sebagian besar kecepatan pengambilan keputusan tersebut dikarenakan UEFA menunjuk ofisial VAR lebih banyak dari liga-liga domestik untuk ajang Euro 2020. Salah satu tim dari dua tim yang ditunjuk akan khusus menentukan keputusan offside.

Otoritas Premier League juga dikabarkan ingin memberi tingkat toleransi baru terkait offside. Jika tayangan ulang tidak memberikan hasil yang konklusif, maka keputusan wasit di atas lapangan akan tetap berlaku.

Toleransi semacam ini akan mencegah terulangnya kejadian seperti gol kemenangan Jordan Henderson yang dibatalkan pada laga Everton vs Liverpool. Wasit menilai gol tersebut sah, namun VAR menganulir gol tersebut. Keputusan VAR ini diambil dalam waktu yang cukup lama dan mereka menyimpulkan bahwa lengan Sadio Mane berada dalam posisi offside sepersekian milimeter.

Selain itu, Premier League kabarnya juga tidak akan menayangkan proses pengambilan keputusan Video Assistant Referee (VAR). Artinya, tidak akan ada lagi garis-garis pantau yang ditampilkan dalam siaran pertandingan.

Next Post

No more post

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!